Tampilkan postingan dengan label Guru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Guru. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 November 2018

ICE BREAKING UNTUK PEMBELAJARAN

Otak guru di kelas "diperas". Guru memutar otaknya untuk berfikir mengubah suasa kelas yang dinamis. Ini dilakukan dengan berbagai cara agar tetap pada kondisi yang diharapkan. 

Motivasi dan minat siswa bisa naik tanpa batas. Kondisi tertentu akan turun bebas seperti cacing yang kelaparan. Beberapa guru melakukannya dengan bebebera cara untuk memulihkan kondisi siswa. Diantaranya melakukan Ice Breaking di kelas.

Dibawah ini ada file beberapa kegiatan Ice Breaking For Teacher yang  dimodifikasi sesuai kondisi pembelajaran. File dapat diunduh secara gratis.


Semoga bisa diterapkan oleh Bapak/Ibu guru di kelas yang di desa, kota, sekolah beratap atau tak beratap. Ini bisa dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan dan kondisi di lapangan.

Semoga bisa dibagikan kepada yang lain karena file ini saya peroleh dari group aplikasi whatsapp secara gratis pula.

Berbagi itu indah, apalagi diterapkan untuk mencari manfaatnya.

Terima kasih

Medan, 05-11-2018

BLOG GURU GEOGRAFI

Masih bingung mencari berbagai materi tentang geografi untuk pembelajaran. Mencari blog yang berkaitan dengan olimpiade sains geografi atau kebumian juga. Anda dapat membuka dari berbagai jenis situs guru dari blog/wordpress yang ada diberbagai halaman dunia maya ini.

Blog yang ada ini merupakan beberapa situs yang dibuat oleh guru/tentor geografi yang mengajar di beberapa tingkatan dari SMP/MTs, SMA/MA dan Bimbingan Belajar di Indonesia. Situs ini dibuat untuk saling berbagi informasi, kegiatan dan lainnya agar kita bisa saling belajar dan berbagi dengan sesama untuk kemajuan negeri ini.


Beberapa situs dapat dikunjungi diantaranya:
  1. http://smartgeografi.com
  2. http://jidint.blogspot.com
  3. http://gurugeografi.id
  4. http://klikgeografi.blogspot.com
  5. http://geografi-geografi.blogspot.com
  6. http://akbarkasmiati.blogspot.com
  7. http://wangsajaya.wordpress.com
  8. http://fokusgeografisma.blogspot.com
  9. http://agnazgeograph.wordpress.com
  10. http://geograph88.blogspot.com
  11. http://andimanwno.wordpress.com
  12. http://blogmipa-geografi.blogspot.com
  13. http://restugeografibojonegoro.blogspot.com
  14. http://gurugeografi12.com
  15. http://pendidikangeo.blogspot.com
  16. http://geografi-bumi.blogspot.com

Masih banyak lagi karya guru-guru geografi yang di unggah di blognya.

SOAL HOTS GEOGRAFI

Pembelajaran harus HOTS, soal wajib HOTS dan semuanya terkait HOTS. Guru dan siswa jadi bingung. Sebenarnya, apa, bagaimana, dan manfaat HOTS seperti apa sih.

Berbagai sumber di kegiatan Workshop Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Pelatihan Kurikulum 2013, Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru dan berbagai ajang lainnya sering diungkapkan HOTS. Di beberapa group aplikasi whatsapp beredar beberapa file yang membahas kajian ini termasuk di beberapa situs internet.



 HOTS ini berhubungan dengan perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran dan penilaian yang dilakukan. Ini merupakan bagian dari pembelajaran Abad 21.

Menyusun pembelajaran dan penulisan soal Higher Order Thinking Skills (HOTS) tidaklah mudah. Bisa dilakukan jika memahami langkah-langkah penyusunannya. Beberapa panduan penulisan soal yang sesuai kriteria HOTS dan bukan LOTS membutuhkan literasi dasar yang mumpuni. Kemampuan penguasaan materi, indikator pencapaian kompetensi dan tingkatan berbagai level yang ada akan memperlancar penulisannya dalam waktu relatif singkat. 

Untuk beberapa bahan untuk penulisan soal ini dapat diunduh dari beberapa file pendukung dibawah ini dengan mengklik tautan yang ada.

Terima kasih untuk kunjungan di blog ini. Semoga bermanfaat

Ingin file yang dimiliki dapat bermanfaat lebih banyak, dan di unggah di blog ini, dapat mengirimkan filenya ke sofyan_line@yahoo.com atau 085763642244

Terima kasih untuk kerjasamanya 


Medan, 05-11-2018

KARYA INOVASI PEMBELAJARAN (INOBEL) GURU

Gelaran Lomba Inovasi Pembelajaran 2018 oleh Direktorat Pembinaan Guru SMA/SMK telah usai. Kategori untuk Madya dan Utama mempertemukan guru-guru berprestasi di berbagai jenis kompetisi yang saling berkolaborasi


Beberapa naskah lainnya dapat diunduh dibagian bawah ini:
1. Pengembangan Dream Book Berbasis Song sebagai Media Pembelajaran Materi Expressing Intention karya Rustiani Widiasih dari SMAN 1 Badegan  Kabupaten Ponorogo Provinsi Jawa Timur

Jenis penelitian yang digunakan Ibu Rustiani Widiasih ini yaitu Research and |Depelopment (R&D). Sebagai guru Bahasa Inggris terus berinovasi melakukan yang terbaik untuk pembelajarannya. Beliau pada inobel ini meraih Juara 3 untuk level Utama SMA.


Inovasi pembelajaran karya Bapak Budiyanto Soeryono diikut sertakan pada level utama. Fokus pada pengembangan media yang sesuai dengan jenis penelitian Research and Development (R&D). Pengembangan media dilakukan pada siswa kelas XII pada mata pelajaran Biologi.

3. Meningkatkan Hasil Belajar Geografi Siswa Kelas X IPS-4 SMAN 3 Palopo melalui Eksperimen Inovatif karya Mujahidin Agus dari SMAN 3 Palopo Provinsi Sulewesi Selatan.

Karya Bapak Mujahidin Agus merupakan karya berbentuk Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Bereksperimen melalui pemanfaatan media sederahana untuk mengetahui salinitas (kadar garam) dan arus laut. Ini karya meraih juara 2 inobel untuk level utama SMA. Sebagai seorang guru geografi, maka penelitian banyak dilakukan dengan eksperimen. Beliau di tahun 2016 merupakan juara 1 guru berprestasi di tingkat nasional. Usaha ini membuahkan hasil meraih juara 2 untuk bidang SMAN.  Untuk melihat naskahnya dapat mengunjungi blog beliau di http://jidint.blogspot.com

Semoga contoh naskah ini bermanfaat dan menjadi inspirasi pada guru lain untuk belajar dari kompetisi kesharlindung. Dari sini, semua bisa belajar untuk menjadi yang terbaik dan berkolaborasi untuk memperbaiki kekurangan yang terjadi.

Teruslah berinovasi dalam pembelajaran. Semua bernilai ibadah karena untuk dilakukan secara tulus untuk kemajuan negeri Indonesia.

#Berbagiituseru!

Medan, 05-11-2018

Selasa, 12 November 2013

PENGUMUMAN FINALIS LKG 2013


Kompleks Depdikbud Jl. Jenderal Sudirman – Pintu 1 Senayan 10270 Telp : (021) 57974112, 57974110, 57974108, 57974107, 57974106 Fax : (021) 57974108 dan (021) 57974113 Nomor : 7038 /D5/LL/2013 4 November 2013 Lampiran : 1 Berkas Hal : Undangan /Permohonan Ijin Kepada Yth. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota (Terlampir) Dengan hormat kami sampaikan, bahwa salah satu tugas dan fungsi Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Menengah, Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan adalah Pembinaan Sistem Karir Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Menengah. Kegiatan yang dapat menunjang pembinaan karir tersebut adalah Lomba Penulisan Best Practice Pengawas Sekolah dalam Pelaksanaan Tugas Kepengawasannya dan Best Practice Guru dalam Tugas Pembelajaran di Sekolah, kegiatan tersebut nantinya diharapkan dapat menunjang karir PTK Dikmen tersebut sesuai dengan Permen PAN dan RB No 21 Tahun 2010 dan Permen PAN dan RB No 16 Tahun 2009. Dalam pelaksanaan kegiatan lomba Penulisan Best Practice Pengawas Sekolah dan Best Practice Guru dilaksanakan melalui rangkaian kegiatan sebagai berikut : 1. Sosialisasi ke Dinas Pendidikan dengan mengirimkan buku Pedoman Penulisan Best Practice Pengawas Sekolah dan Best Practice Guru , serta sosialisasi melalui Website; 2. Penerimaan Naskah Penulisan Best Practice Pengawas Sekolah dalam Pelaksanaan Tugas Kepengawasannya dan Best Practice Guru dalam Tugas Pembelajaran di Sekolah; 3. Seleksi administrasi Penulisan Best Practice Pengawas Sekolah dalam Pelaksanaan Tugas Kepengawasannya dan Best Practice Guru dalam Tugas Pembelajaran di Sekolah dan telah terseleksi sebanyak 200 Naskah Penulisan Best Practice ( 96 naskah Penulisan Best Practice Pengawas Sekolah dan 104 Naskah Penulisan Best Practice Guru). Berdasarkan hasil penilaian administrasi Lomba Penulisan Best Practice Pengawas Sekolah dalam Pelaksanaan Tugas Kepengawasannya dan Best Practice Guru dalam Tugas Pembelajaran di Sekolah, nama-nama peserta terlampir berhak mengikuti kegiatan Review dan Diseminasi Hasil Penulisan Best Practice Pengawas Sekolah dalam Pelaksanaan Tugas Kepengawasannya dan Best Practice Guru dalam Tugas Pembelajaran di Sekolah. Sehubungan dengan hal tersebut kami mohon Saudara dapat mengijinkan sekaligus menugaskan nama-nama terlampir untuk mengikuti kegiatan tersebut yang akan dilaksanakan pada: Hari : Selasa s.d. Kamis Tanggal : 19 s.d. 21 November 2013 Chek- in : Selasa, 19 November 2013, Pukul 12.00 WIB Pembukaan : Selasa, 19 November 2013, Pukul 16.00 WIB Chek-out : Kamis, 21 November 2013, Pukul 12.00 WIB Tempat : Hotel Grand Prioritas Puncak Bogor Jl. Raya Puncak Km. 83 Cisarua, Cisarua, Puncak, Indonesia 16750 (Pertigaan Taman Safari Indonesia) Dengan persyaratan yang harus dipenuhi sebagai berikut: 1. Membawa hard copy dan soft copy (power point) bahan presentasi; 2. Membawa SPPD yang kami kirimkan dan sudah ditandatangani Pejabat yang berwenang dan di stempel; 3. Membawa Surat Tugas; 4. Membawa Surat Keterangan Sehat dari Dokter/Puskesmas; 5. Disarankan membawa Laptop untuk memudahkan mengikuti kegiatan; 6. Bagi peserta yang menggunakan pesawat agar menyerahkan bukti transportasi yang berupa tiket pesawat kelas ekonomi yang dilampiri dengan boarding pass dan airport tax; Panitia berhak mengklarifikasi keabsahan bukti tiket yang diberikan kepada pihak maskapai penerbangan dan apabila terjadi ketidaksesuaian harga tiket, maka panitia hanya mengganti sesuai dengan harga tiket yang dipublikasikan oleh maskapai pada tanggal tersebut; 7. Bagi peserta yang sudah membeli tiket pulang pergi, maka tiket kepulangan harap difotocopy dan diserahkan kepada panitia dengan menunjukkan tiket aslinya; 8. Bagi peserta yang menggunakan perjalanan darat agar menyerahkan tiket dan bukti lain yang dianggap sah (tidak ada penggantian biaya carter kendaraan ataupun taksi); 9. Peserta Wajib mengikuti kegiatan sesuai jadwal yang telah di tentukan, apabila peserta meninggalkan kegiatan (pulang) sebelum waktu semestinya, maka panitia tidak berkewajiban memberikan hak-hak peserta (transport dan uang harian). Apabila Saudara memerlukan keterangan lebih lanjut dapat menghubungi Subdit Program dan Evaluasi Direktorat Pembinaan PTK Pendidikan Menengah dengan nomor telp 021-57974108 atau saudari Sri Roswati (085280114773) pada jam kerja. Atas perhatian dan kerjasama Saudara, kami ucapkan terima kasih. stempel ptk dikmenj.png Direktur Pembinaan PTK Dikmen Drs. Purwadi Sutanto, M.Si NIP. 196104041985031003 Tembusan Yth: 1. Dirjen Pendidikan Menengah (sebagai laporan); 2. Kasubdit Program dan Evaluasi Dit.Pembinaan PTK Dikmen; 3. Kasubag Tata Usaha Dit. Pembinaan PTK Dikmen; 4. Yang Bersangkutan sebagai Undangan. Lampiran Surat Direktur Pembinaan PTK Dikmen Nomor : 7038/D5.1/LL/2013 Tanggal : 4 November 2013 
DAFTAR NAMA PESERTA REVIEW DAN DISEMINASI HASIL PENULISAN BEST PRACTICE PENGAWAS SEKOLAH DALAM PELAKSANAAN TUGAS KEPENGAWASANNYA  
1. Muhamad Ali Hasan, SH Dinas Pendidikan Kab. AcehTengah 2. Nurdin, S.Pd, M.A Dinas Pendidikan Kab. Aceh Timur 3. Drs. Ilyas Dinas Pendidikan Kab. Bireuen 4. Drs. M. Yusuf UmarDinas Pendidikan Kab. Bireuen 5. Dra. Darmalailasari, M.Pd Dinas Pendidikan Kab.Bireuen 6. Siti Zukhroh, M.Pd Dinas Pendidikan Kab. Asahan 7. Drs. Hartoyo D. Dinas Pendidikan Kab. Deli Serdang 8. Dra. Kasriana BR BarusDinas Pendidikan Kab. Karo 9. Dra. Prima Nelita, M.Pd Dinas Pendidikan Kab.Padang Pariaman 10.Drs. Muzzamil, M.Pd Dinas Pendidikan Kab.Padang 11. Drs. H. Jupen, M.Pd Dinas Pendidikan Kota Padang 12.Drs. H. Makmur, M.Pd Dinas Pendidikan Kab.Kampar 13.Drs. H. M. Suyanto, MH Dinas Pendidikan Kab.Kuantan Singingi 14. Dra. Mardiana, M.Pd Dinas Pendidikan Kab.Batanghari 15. Drs. Aldi Mawardi, M.Pd Dinas Pendidikan Kota Jambi 16. Hj. Nurmaini MY, M.Si Dinas Pendidikan Kota Jambi 17. Dra. Hj. Sumiati, M.Pd Dinas Pendidikan Kota Palembang 18. Dra. Joharnengsi, M.Pd Dinas Pendidikan Kab.Bengkulu Selatan 19. Dra. Hj. Erfiati, M.Pd Dinas Pendidikan Kab.Rejang Lebong 20. Drs. Warjito, MM Dinas Pendidikan Kab.Rejang Lebong 21. Elva Noviaanty, SH.,M.Pd Dinas Pendidikan Kab. Rejang Lebong 22. Nuraini, S.Pd, MM Dinas Pendidikan Kab. Kab. Lampung 23. Dra. Ana Trihaswari,MM Dinas Pendidikan Kab.Pringsewu 24. Drs. Sukisno, M.Pd Dinas Pendidikan Kab. Pringsewu 25. Drs. S. Iskandar, M.Pd Dinas Pendidikan Kota Metro 26. Drs. Sarno HS Dinas Pendidikan Kab.Bangka 27. Eko Nugroho I, S.Pd. Fis Dinas Pendidikan Kab. Bangka Barat 28. Drs. Rachmad Dinas Pendidikan Kota Pangkal Pinang 29. Dra. Ermayati Dinas Pendidikan Kab. Karimun 30. Endang Susilawati, S.Pd, MM Dinas Pendidikan Kota Tanjung Pinang 31. Dra. Yeyeh Rodiah,M.Pd Dinas Pendidikan Kab. Bandung 32. Drs. Asep Jolly, M.Pd Dinas Pendidikan Kab.Bandung 33. Drs. Sulaeman Zuchdi, M.Pd Dinas Pendidikan Kab. Cianjur 34.Drs. Kulyadi, M.Si Dinas Pendidikan Kab. Cirebon 35. Dra. Titin Kustiningsih, MM.Pd Dinas Pendidikan Kab.Tasikmalaya 36. Nani Triani, S.Pd, M.Si Dinas Pendidikan Kota Bandung 37.Drs. Suharna, M.Pd Dinas Pendidikan Kab. Karanganyar 38. Drs. Teguh Wiyono, M.Pd, MT Dinas Pendidikan Kab. Pati 39. Saptono Nugrohadi Dinas Pendidikan Kota Salatiga 40. Sentot Widodo Dinas Pendidikan Kota Semarang 41. Dra. Giyarsih, S.Si, M.Pd Dinas Pendidikan Kab. Kulonprogo 42. Dra. Sri Rahayu, M.Pd Dinas Pendidikan Kab.Kulonprogo 43. Drs. Sudarmadi, M.Pd.Si Dinas Pendidikan Kab. Kulonprogo 44. Kendarti Satiti Dinas Pendidikan Kab.Kulonprogo 45. Mustakim, SS, M.Si Dinas Pendidikan Kab. Gresik 46. Drs. H. Suyono, MM Dinas Pendidikan Kab.Jombang 47. Drs. Sutikno, MM Dinas Pendidikan Kab. Trenggalek 48. Sumarso Dinas Pendidikan Kab.Pandeglang 49. Drs. I Nengah Suparsa Dinas Pendidikan Kab. Buleleng 50. Ketut Kamir Astika, S.Pd Dinas Pendidikan Kab. Buleleng 51.Made Saputra, S.Pd, M.Si Dinas Pendidikan Kab. Buleleng 52. Drs. Suaidin Dinas Pendidikan Kab. Dompu NTB 53. Ngatman, S.P, M.Pd Dinas Pendidikan Kab. Lombok Barat 54. Drs. Ihyaudin, M.Pd Dinas Pendidikan Kota Bima 55. H. Muhamad Iqbal,M.Pd Dinas Pendidikan Kab.Bima 56. Sri. Mulyani, S.Pd, M.Si Dinas Pendidikan Kab. Flores Timur 57. Bronto Asmoro, S.Pd, M.Pd Dinas Pendidikan Kab. Timor Tengah Selatan Nusa Tenggara Timur 58. A. Rani, S.Pd, M.Pd Dinas Pendidikan Kab.Ketapang Kalimantan Barat 59. Drs. Edy Santoso, M.Pd Dinas Pendidikan Kab.Ketapang 60. Sri Rahayu Chandarawati, S.Pd, M.Pd Dinas Pendidikan Kab. Ketapang 61.Bejo, M.Pd Dinas Pendidikan Kab. Sintang 62.Jumakir, S.Pd, MM Dinas Pendidikan Kab. Barito Timur 63. Dra. Tati Sumiati Disdikpora Kota Palangkaraya Kota Palangkaraya 64. Suparlan, M.Pd Dinas Pendidikan Kab. Hulu Sungai Tengah 65. Dra. Herliyani, M.Pd Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru 66. Hj. Idar Baiti, M.Pd Dinas Pendidikan Kota Balikpapan 67. Tiyuni Astuti, S.Pd, M.Pd Dinas Pendidikan KotaBalikpapan 68. Dra. Riojati C. Klampung, M.Pd Dinas Pendidikan Kab. Kepulauan Sangihe 69. Berni. A. Tararis, S.Pd Dinas Pendidikan Kab. Kepulauan Sangihe 70. Dodi Supardi, S.Pd, M.Pkim Dinas Pendidikan Kab. Buol 71.Dra. Jumiati Anas, M.Si Dinas Pendidikan Kota Palu 72. Drs. Alimuddin R, M.Si Dinas Pendidikan Kab. Bantaeng 73. Drs. Sukardi Majah, M.Si Dinas Pendidikan Kab. Sidenreng Rappang 74. Lanuha, S.Pd, M.Si Dinas Pendidikan Kab. Sidenreng Rappang 75. Drs. Hj. Heriati, M.Pd Dinas Pendidikan Kab. Soppeng 76.Drs. Sultan, M.Pd Dinas Pendidikan Kab. Soppeng 77.H. Sabri, S.Pd, M.Pd Dinas Pendidikan Kab.Soppeng 78. Dra. Kasmawati, M.AP Dinas Pendidikan Kab. Takalar 79. Kamaruddin, S.Pd, M.Ap Dinas Pendidikan Kab. Takalar 80. Legiman, S.Pd.,M.Si Dinas Pendidikan Kab. Luwu 81.Asmuddin, S.Pd, M.Kes Dinas Pendidikan Kab. Bombana 82. La Ode Harwanto, S.Pd,M.Pd Dinas Pendidikan Kab. Buton 83. La Sumai, S.Pd, M.Pd Dinas Pendidikan Kab.Buton 84.Dra. Adriana Junus Dinas Pendidikan Kota Kendari 85. Drs. La Baharafi, M.Pd Dinas Pendidikan Kab. Wakatobi 86. I Nyoman Abdi, S.Pd., M.Pd Dinas Pendidikan Kab. Kolaka Timur 87. Dra. Hany Tanua, M.Pd Dinas Pendidikan Kota Gorontalo 88. Naziefatussiri Kau Dinas Pendidikan Kota Gorontalo 89. Drs. Sudirman, S.Pd,MM Dinas Pendidikan Kab.Mamuju 90. Patrisius Ruban, S.Pd Dinas Pendidikan Kab.Maluku Tenggara 91. Wilhelmina Kailola, S.Pd Dinas Pendidikan Kota Ambon 92. Ade RTH. Selamat, S.Pd Dinas Pendidikan Kab. Halmahera Selatan 93. Hamid Dori Dinas Pendidikan Kab.Halmahera Barat 94. Jamal Ishak, S.IPDinas Pendidikan Kab. Halmahera Selatan 95. Drs. H. Yofial Dinas Pendidikan Kota Ternate 96. Ir. Ruth MA Widianti, S.Pd Dinas Pendidikan Kab. Nabire  

DAFTAR NAMA PESERTA REVIEW DAN DISEMINASI HASIL PENULISAN BEST PRACTICE GURU DALAM TUGAS PEMBELAJARANNYA
 1. Nursimah, M.Pd SMAN 1 Meulaboh Kab. Aceh Barat 2. Tiopan Rahmat Siregar,S.Pd, M.Si SMAN 3 Kisaran Kab. Asahan 3. Saidi Antonius Simanjuntak, S.Kom SMKN 1 Lubuk Pakam Kab. Deli Serdang 4. Drs. Nurdin SMKN 1 Brastagi Kab. Karo Sumatera Utara 5. Ronald Hervin Haloho SMKN 1 Pantai Cermin Kab. Serdang 6. Gelora Mulia Lubis, S.Pd, M.Si SMK Istiqlal Delitua Kota Medan 7. Ida Farida, S.Pd, M.Si SMAN 1 Enam Lingkung Kab. Padang Pariaman 8. Dra Asnailis SMAN 1 Nan SabarisKab. Padang Pariaman 9. Misdawati, M.Pd SMAN 1 Nan Sabaris Kota Padang 10. Desmalinda, M.Pd SMAN 10 Padang Kota Padang 11. Drs. Andi Defrioka,M.Pd SMKN 1 Padang Kota Padang 12. Rina Agustin, SS SMAN 2 Tanah Laut Kab. Rokan Hilir 13. Elizabeth Tjahjadarmawan, S.Si, S.Pd SMA Xaverius 1 Kota Jambi 14. Sofyan, S.Pd, M.Pd SMAN 2 Kota Jambi Kota Jambi 15. Amelia Kurniate, S.Pd SMA Plus Negeri 2 Banyuasin III 16. Neny Tryana, S.Pd SMA Plus Negeri 2 Banyuasin III 17. Sri Agustina Setyaningsih, S.Pd SMAN 1 Indralaya Kab. Ogan Ilir 18.Ida Yulia, S.Pd SMAN 1 Indralaya Selatan Kab. Ogan Ilir 19. Edi Gumuntur, S.Pd, M.Pd SMAN 1 Rambang Kuang Kab. Ogan Ilir 20. Drs. H, slamet Cahyono, M.Pd SMAN 10 Palembang Kota Palembang 21. Dwi Putriyanti, S.Pd SMAN 1 Bengkulu Selatan Kab. Bengkulu Selatan 22. Juliandi Saputra, M.Pd SMAN 1 Bengkulu Selatan Kab. Bengkulu Selatan 23. Hariyantoni, M.Pd SMAN 1 Bengkulu Tengah Kab. Bengkulu Tengah 24. Asep Suparman, S.Pi, M.Pd SMKN 1 Curup Selatan Kab. Rejang Lebong 25. Drs. Marulloh, M.Ed SMAN 5 Bengkulu Kota Bengkulu 26. Ati Lasmanawati, M.Pd SMAN 1 Sungai Liat Kab. Bangka 27. Rosmiah, S.Pd SMAN 1 Pangkalpinang Kota Pangkal Pinang 28. Drs. Rusdani SMA Negeri 1 GEGESIK Kab. Cirebon 29. Amir Suhudin, SE,M.M.Pd SMA Kab. Karawang Jawa Barat 30. Dra. Wia Cuwiarsih SMAN 5 Karawang Kab. Karawang 31. Sudarmoyo, M.Pd SMAN 2 Kuningan Kab. Kuningan Jawa Barat 32. Mumuh, M.Pd SMAN 1 Sagaranten Kab. Sukabumi Jawa Barat 33. Yuniarto Triadi SMKN 2 Kota bogor Kota Bogor 34.Nunung Mariam, S.Pd, M.Pd SMAN 4 Kota Sukabumi 35. Sri Utari, S.Pd SMAN 1 Banjarnegara Kab. Banjarnegara 36. Adreas Sutrasno, S.Pd, M.Pd SMA Katolik St. Pius Blora Kab. Blora 37. Salpan, M.Pd SMAN 3 Cilacap Kab. Cilacap 38. Joko Sumarsono, S.Pd SMAN Mojogedang Kab. Karanganyar 39. Sri Sujarti, S.Pd, M.Pd SMAN 1 Kendal Kab. Kendal 40. Andi Prabowo SMK Bhakti Nusantara Kab. Kendal 41. Dra. Nugraeni Warsiningsih SMA Muhammadiyah 1 Klaten Kab. Klaten 42. Drs. Ponimin, M.Pd SMA Muhammadiyah 1 Klaten Kab. Klaten 43. Dra. Susiana Suryandari, M.Pd SMA Taruna Nusantara Kab. Magelang 44. Dra. Harini Susilowati SMAN 1 Bandongan Kab. Magelang 45. Setiyana, S.Pd, M.Eng SMAN 1 Bandongan Kab. Magelang 46. Dra. Puji Handayani SMAN 1 Muntilan Kab. Magelang 47. Dwi Ariyani, S.Pd SMAN 5 Magelang Kab. Magelang 48. Idha Nurhayati SMAN 1 Pati Kab. Pati 49. Aris Budi Riyanto, S.Pd SMKN 1 Ampelgading Pemalang Kab. Pemalang 50. Triawati Agusnila, S.Pd SMAN 1 Bobotsari Kab. Purbalingga 51. Ruswanto, S.Pd SMAN 1 Purbalingga Kab. Purbalingga 52. Farida Fahmalatif, M.Pd SMKN 1 Jambu Kab. Semarang 53. Rohmat Isnaini, S.Pd SMKN 1 Kedawung Kab. Sragen 54. Haryadi purnomo R, ST SMKN 2 Sukoharjo Kab. Sukoharjo 55. Rofi'un, S.Pd SMKN 1 Temanggung Kab. Temanggung 56. Ratnaningtiyas, SS SMAN 1 Kertek Kab. Wonosobo 57. Ameliasari Tauresia Kesuma, SE MAN Salatiga Kota Salatiga 58. Katarina Hermawati SMAN 1 Salatiga Kota Salatiga 59. Wiranto, S.Pd SMAN 1 Wonosegoro Kota Salatiga 60. Agung Cahyo T, SS, M.Pd SMAN 12 Semarang 61. Erni Restyani SMAN 12 Semarang 62. Galuh Wijayanti SMAN 12 Semarang 63. Nur Zamroni, S.Si SMAN 12 Semarang 64. Suyanto, M.Pd SMAN 4 Semarang 65. Drs. Ely Prihmono Suwarso Putro, M.Pd SMA Kristen 1 Surakarta 66. Dr. Rahayunungsih, M.Pd SMK Muhammadiyah 4 Surakarta 67. Wening Sukmanawati, S.Pd, M.Pd SMKN 2 Surakarta 68. Asep Indrayana, S.Pd, M.Pd SMKN 5 Surakarta 69. Suwarsono, MA SMAN 1 Sewon Kab. Bantul 70. Dwi Ermavianti, WS, S.Pd SMKN 1 Sewon Kab. Bantul 71. Nanik Yuniastuti SMKN 1 Saptosari Kab. Gunung Kidul 72. Heru Wahyudi, S.Pd., M.Eng., M.Pd.Si SMA Islam 3 Sleman Kab. Sleman 73. Eko Sunaryo, S.Pd SMAN 6 Yogyakarta 74. Ririn Wahyu Priyanti, S.Sos, M.Pd SMAN 6 Yogyakarta 75. Rudy Prakanto, S.Pd, M.Eng SMAN 6 Yogyakarta 76. Susanto , M.Pd SMAN 3 Bojonegoro Kab. Bojonegoro 77. Dra. Hj. Nanik Darlina, MM SMKN 2 Lumajang Kab. Lumajang 78. Septa Krisdiyanto, M.Pd SMKN 1 Wonoasri Kab. Madiun 79. Muh. Nahrowi B SMAN 2 Ngawi Kab. Ngawi 80. Hastini Ratna Dewi, S.Pd SMKN 8 Malang 81. Erwin Joko Suswanto, S.Pd SMAN 2 kota Mojokerto 82. Nurul Muchid, S.Pd, MM SMALB Tunas Mulya Kota Surabaya 83. Tatang Iskandar SMAN 1 Malingping Kab. Lebak 84. I Gede Eka Mahendra, S.Pd, M.Pd SMAN 1 Kuta 85. Baiq Desi Luthfiana, S.Pd SMAN 1 Praya Kab. Lombok Tengah 86. Drs. Hapazah, M.Pd SMAN 1 Praya Kab. Lombok Tengah 87. Baiq Sri Ayuda, M.Pd SMAN 1 Selong Kab. Lombok Timur 88. Nurhayadi, S.Pd SMAN 1 Selong Kab. Lombok Timur 89. Imaran, S.Pd SMAN 4 Kota Bima Kota Bima 90. Amir Machmud Wilarang, P.BAE SMKN 4 Kalabahi Kab. Alor 91. Yudi Hartadi, S.Sos SMAN 1 Sungai Kunyit Kab. Pontianak 92. Fatmawati SMAN 3 Pontianak Kota Pontianak 93. Elly Leo Fara, S.Pd SMAN 5 Pontianak Kota Pontianak 94. I Nengah Pariana, S.Pd, M.Pd SMKN 1 Tarakan 95. Sitti Tasniah SMAN 1 Eremerasa Kab. Bantaeng Sulawesi Selatan 96. Ansar, S.Pd SMAN 7 Bulukumba Kab. Bulukumba 97. Arafah, S.Pd, M.Pd SMAN 9 Bulukumba Kab. Bulukumba 98. A. Nirfah, S.Pd MA Allu Kab. Jeneponto Sulawesi Selatan 99. Drs. Muh. Tamrin, ST, MM SMA YPS Soroako Kab. Luwu Timur 100. Dra. Hj. Heriati, M.Pd SMAN 2 Watansoppeng Kab. Soppeng 101. Armin Amri, S.Pd, MM SMAN 21 Makassar 102. Drs. A.R. Subandi Latief, M.Si SMAN 21 Makassar 103. Drs. Anis Nur, M.Pd SMAN 9 Makassar 104. Abdul Kadir, S.Pd SMK Tunas Bangsa Makassar 


Sumber : http://juaralkg.blogspot.com/2013/11/pengumuman-finalis-lomba-penulisan-best.html

Jumat, 08 November 2013

MODEL PEMBELAJARAN GENERATIF (MPG)

Model pembelajaran diartikan sebagai suatu rencana pembelajaran yang memperlihatkan pola pembelajaran tertentu, dimana dalam pola tersebut kegiatan guru, siswa, sumber belajar yang digunakan di dalam mewujudkan kondisi belajar atau sistem lingkungan yang menyebabkan terjadinya belajar pada siswa (Depdikbud, 1993). Joyce dan Weil (1986) mendefinisikan model pembelajaran adalah suatu rencana atau pola pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran baik secara tatap muka di dalam kelas atau dalam bentuk pertemuan dan materi pembelajaran meliputi buku-buku, film, tape, program-program media komputer serta kurikulum. Setiap model pembelajaran memandu bagaimana pembelajar mendesain pembelajaran serta membantu siswa dalam mencapai tujuan belajar. 

Secara defenisi Joyce dan Weil (1990) bahwa model pembelajaran adalah suatu pola atau rencana yang sudah direncanakan sedemikian rupa dan digunakan untuk menyusun kurikulum, mengatur materi pelajaran dan memberi petunjuk kepada pengajar kelasnya. Dengan demikian baha model pembelajaran berfungsi membantu siswa mempermudah memperoleh informasi, gagasan, ketrampilan, nilai-nilai, cara berfikir dan pengertian yang diwujudkan dalam perubahan prilaku belalajar siswa. Untuk jangka sebenarnya pembelajaran harus menciptakan iklim yang memungkinkan siswa meningkankan kemampuan belajar yang lebih mudah dan efektif pada masa depan.

    Menurut Joyce, Weil (2009) mengelompokan model pembelajaran kedalam 4 (empat) bagian yang memilki orientasi pada sikap manusia dan bagaimana siswa belajar. Kelompok tersebut adalah: (a) Model Pembelajaran Memproses Informasi (the information-processing family); (b) Model Pembelajaran Sosial (the social family); (c) Model Pembelajaran Personal (the personal family); (d) Model Pembelajaran Sistem Prilaku (the behavioral system family).
    Joyce dan Weil (2009) mengemukakan bahwa setiap model pembelajaran memiliki 4 (empat) konsep yang digunakan untuk menggambarkan pengoperasian dari tiap-tiap model pembelajaran. Keempat konsep tersebut terdiri dari sintaks (syntax), sistem sosial (system social), prinsip-prinsip mereaksi (principles of reaction) dan sistem penunjang (support system). Sintaks merupakan karakteristik berupa rentetan atau tahapan perbuatan kegiatan guru dan siswa dalam peristiwa belajar. Sistem sosial menggambarkan peranan dan hubungan antara guru dan siswa serta norma-norma yang mengikat mereka di kelas. Prinsip-prinsip mereaksi, menggambarkan bagaimana guru menghargai (to regard) dan merespon siswa. Sistem Penunjang merupakan sistem tertentu yang diprasyaratkan untuk berhasilnya pelaksanaan suatu model pembelajaran, dapat berupa sesuatu yang berada dibalik keterampilan manusia dan kapasitas serta teknik-teknik pemudahan untuk siswa dalam pembelajaran.
Model pembelajaran mempunyai 4 (empat) ciri khusus yang tidak memiliki oleh strategi atau metode tertentu, yaitu (1) rasional teoritik yang logis disusun oleh perancangnya; (2) tujuan pembelajaran yang akan dicapai; (3) tingkah laku mengajar yang diperlukan agar model tersebut dapat dilaksanakan secara berhasil; (4) lingkungan belajar yang diperlukan agar tujuan pembelajaran itu dapat tercapai. Model-model pembelajaran dapat diklasifikasikan berdasarkan tujuan pembelajaran, pola, urutan (sintaks) dan sifat lingkungan belajar.
    Selanjutnya Joyce dan Weil (2009) juga menjelaskan bahwa setiap model pembelajaran mempunyai dampat pembelajaran dan dampak pengiring. Dampak pembelajaran ialah  hasil belajar yang dicapai langsung dengan cara mengarahkan siswa pada tujuan-tujuan yang diharapkan, sedangkan dampak pengiting adalah hasil belajar lainnya yang dihasilkan oleh suatu proses pembelajaran sebagai akibat terciptanya suasana belajar yang langsung oleh siswa tanpa pengarahan langsung.
    Model Pembelajaran Generatif (Generative Learning Model) pertama kali diperkenalkan oleh Osborne dan Cosgrove dalam Sutarman dan Swasono, (2003). Menurut Osborno dan Wittrock pembelajaran generatif merupakan suatu model pembelajaran yang menekankan pada pengintegrasian secara aktif pengetahuan baru dengan menggunakan pengetahuan yang sudah dimiliki siswa sebelumnya. Pengetahuan baru itu akan diuji dengan cara menggunakannya dalam menjawab persoalan atau gejala yang terkait. Jika pengetahuan baru itu berhasil menjawab permasalahan yang dihadapi, maka pengetahuan baru itu akan disimpan dalam memori jangka panjang.
    Menurut Wittrock (1991) “The generative model  is a model of teaching of comprehension and the learning of the types of relations that learners must construct between stored knowledge, memories of experience, and new information for comprehension to occur.  Model Pembelajaran Generatif memiliki landasan teoritik yang berakar pada teori-teori belajar konstruktivis mengenai belajar dan pembelajaran. Butir-butir penting dari pandangan belajar menurut teori konstruktivis ini menurut Nur (2000) dan Katu (1995) di antaranya.
-    Menekankan bahwa perubahan kognitif hanya bisa terjadi jika konsepsi-konsepsi yang telah dipahami sebelumnya diolah melalui suatu proses ketidakseimbangan dalam upaya memahami inforamasi-informasi baru.
-    Seseorang belajar jika dia bekerja dalam zona perkembangan terdekat, yaitu daerah perkembangan sedikit di atas satu tingkat perkembangannya saat ini. Seseorang belajar konsep paling baik apabila konsep itu berada dalam zona tersebut. Seseorang bekerja pada zona perkembangan terdekatnya jika mereka terlibat dalam tugas yang tidak dapat mereka selesaikan sendiri, tetapi dapat menyelesaikannya jika dibantu sedikit dari teman sebaya atau orang dewasa.
-    Penekanan pada prinsip Scaffolding, yaitu pemberian dukungan tahap demi tahap untuk belajar dan pemecahan masalah. Dukungan itu sifatnya lebih terstruktur pada tahap awal, dan kemudian secara bertahap mengalihkan tanggung jawab belajar tersebut kepada siswa untuk bekerja atas arahan dari mereka sendiri. Jadi, siswa sebaiknya lansung saja diberikan tugas kompleks, sulit, dan realistik kemudian dibantu menyelesaikan tugas kompleks tersebut dengan menerapkan scaffolding.
-    Lebih menekankan pada pengajaran top-down daripada bottom-up. Top-down berarti langsung mulai dari masalah-masalah kompleks, utuh, dan autentik untuk dipecahkan. Dalam proses pemecahan masalah tersebut, mahasiswa mempelajari keterampilan-keterampilan dasar yang diperlukan untuk memecahkan masalah kompleks tadi dengan bantuan guru atau teman sebaya yang lebih mampu.
-    Menganut asumsi sentral bahwa belajar itu ditemukan. Meskipun jika kita menyampaikan informasi, tetapi mereka harus melakukan operasi mental atau kerja otak atas informasi tersebut untuk membuat informasi itu masuk ke dalam pemahaman mereka.
-    Menganut visi siswa ideal, yaitu seorang siswa yang dapat memiliki kemampuan pengaturan diri sendiri dalam belajar.
-    Menganggap bahwa jika seseorang memiliki strategi belajar yang efektif dan motivasi, serta tekun menerapkan strategi itu sampai suatu tugas terselesaikan demi kepuasan mereka sendiri, maka kemungkinan sekali mereka adalah pelajar yang efektif dan memiliki motivasi abadi dalam belajar.
-    Sejumlah penelitian (Slavin, 1997) yang menunjukkan pengaruh positif pendekatan-pendekatan konstruktivis yang melandasi pembelajaran generatif terhadap variabel-variabel hasil belajar tradisional, diantaranya adalah : dalam bidang matematika (Carpenter dan Fennema, 1992), bidang sains (Neale, Smith, dan Johnson, 1992), membaca (Duffi dan Rochler, 1986), menulis (Bereiter dan Scardamalia, 1987). Penelitian Knapp (1995) menemukan suatu hubungan positif pendekatan-pendekatan konstruktivis dengan hasil belajar.
    Tahapan  pembelajaran generatif terdiri dari atas 4 (empat) tahap yang dapat dilihat dalam skema di bawah ini:






Gambar 1 : Model Pembelajaran Generatif (Sutarman dan Swasono, 2003)
    Menurut Osborne dan Cosgrove dalam Sutarman dan Swasono (2003) bahwa tahapan penerapan Model Pembelajaran Generatif ini dapat dijabarkan dalam tahapan-tahapan dibawah ini :
-    Tahapan Pendahuluan/Ekplorasi
Tahapan ekplorasi ini guru membimbing siswa untuk melakukan ekplorasi terhadap pengetahuan, ide, atau konsepsi awal yang diperoleh dari pengalaman sehari-hari atau diperoleh dari pembelajaran pada tingkatan kelas sebelumnya. Untuk melakukan ekplorasi diberikan stimulus berupa aktivitas/ tugas-tugas seperti penelusuran terhadap suatu permasalahan yang dapat menunjukan data atau fakta yang terkait dengan konsepsi yang akan dipelajari. Dengan kondisi yang demikian, pada akhirnya diharapkan muncul pertanyaan pada disi siswa, mengapa hal itu terjadi dan selanjutnya mengajak dan mendorong siswa untuk berdiskusi tentang fakta atau gejala yang baru diselidiki atau amati. Guru mengantarkan proses diskusi guna mengidentifikasi konsepsi siswa yang selanjutnya dapat dikembangkan menjadi rumusan, dugaan dan hipotesis.
-    Tahapan Pemfokusan
Pada tahap pemfokusan siswa melakukan pengujian hipotesis melalui kegiatan  laboratorium atau dalam model pembelajaran yang lain. Guru sebagai fasilitator yang menyangkut kebutuhan sumber, memberi bimbingan dan arahan, dengan demikian para siswa dapat melakukan proses ilmiah. Tugas yang diberikan dalam pembelajaran sedemikian rupa hingga memberi peluang dan merangsang siswa untuk menguji hipotesisnya dengan caranya sendiri. Tugas-tugas pembelajaran yang disusun/dibuat guru hendaknya tidak seratus persen merupakan petunjuk atau langkah kerja, tetapi tugas-tugas haruslah memberikan kemungkinan siswa beraktivitas sesuai caranya sendiri atau cara yang diinginkan. Penyelesaian tugas dilakukan secara berkelompok yang terdiri atas 2 sampai dengan 4 siswa sehingga siswa dapat berlatih untuk meningkatkan sikap seperti ilmuwan. Misalnya pada aspek kerjasama dengan sesama teman sejawat, mebantu dalam kerja kelompok, menghargai pendapat teman, tukar pengalaman (sharing idea) dan keberanian bertanya.
-    Tahapan Tantangan
Tahapan tantangan disebut juga tahap pengenalan konsep. Setelah siswa memperoleh data, selanjutnya menyimpulkan dan menulis dalam lembar kerja. Siswa mempresentasikan temuaanya melalui diskusi kelas. Melalui diskusi kelas akan terjadi proses tukar pengalaman diantara siswa. Dalam tahap ini siswa berlatih untuk mengeluarkan ide, kritik, berdebat, menghargai pendapat teman dan menghargai adanya perbedaan diantara pendapat teman. Pada akhir diskusi siswa memperoleh kesimpulan dan pemantapan konsep yang benar dengan proses kognitif yaitu terjadinya proses mental yang disebut asimilasi dan akomodasi. Proses asimilasi apabila konsepsi siswa sesuai dengan konsep benar menurut data eksperimen terjadi proses akomodasi apabila konsepsi siswa sesuai dengan data empiris. Pada tahap ini pula sebaiknya guru memberikan pemantapan konsep dan latihan soal agar siswa memahami secara mantap konsep tersebut. Pemberian soal dari yang mudah menuju paling sulit agar motivasi tidak menurun.
-    Tahapan Penerapan Konsep
Tahap keempat siswa diajak untuk memecahkan masalah dengan menggunakan konsep barunya dan konsep benar dalam situasi baru yang berkaitan dengan hal-hal praktis dalam kehidupan sehari-hari. Pada tahap ini pemberian soal-soal latihan diberikan lebih banyak agar lebih memahami konsep (isi pembelajaran) secara mendalam dan bermakna. Pada akhirnya konsep yang dipelajari siswa akan masuk ke memori jangka panjang sehingga tingkat retensi siswa semakin baik.
    Sedangkan langkah-langkah atau tahapan Model Pembelajaran Generatif menurut Katu (1995), terdiri atas 5 tahap dengan penjelasan sebagai berikut :
-    Tahap Pengingatan
Pada tahap awal ini, guru menuliskan topik dan melibatkan siswa dalam diskusi yang bertujuan untuk menggali pemahaman mereka tentang topik yang akan dibahas. Mereka diajak untuk mengungkapkan pemahaman dan pengalaman mereka dalam kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan topik tersebut. Mereka diminta mengomentari pendapat teman sekelas dan membandingkannya dengan pendapat sendiri. Tujuan dari tahap pengingatan ini adalah untuk menarik perhatian siswa terhadap pokok yang sedang dibahas, membuat pemahaman mereka menjadi eksplisit, dan sadar akan variasi pendapat di antara mereka sendiri. Untuk membuat suasana menjadi kondusif, guru diharapkan tidak akan menilai mana pendapat yang “salah” dan mana yang “benar”. Yang perlu dilakukan adalah membuat mereka berani mengemukakan pendapatnya tanpa takut disalahkan. Sebaiknya pertanyaan yang diajukan guru adalah pertanyaan terbuka.
-    Tahap Tantangan dan Konfrontasi
Setelah guru mengetahui pandangan sebagian siswanya, guru mengajak mereka untuk mengemukakan fenomena atau gejala-gejala yang diperkirakan muncul dari suatu peristiwa yang akan didemonstrasikan kemudian. Mereka diminta mengemukakan alasan untuk mendukung dugaan mereka. Mereka juga diajak untuk menanggapi pendapat teman satu kelas mereka yang berbeda dari pendapat sendiri. Guru diharapkan untuk mencatat dan mengelompokkan dugaan dan penjelasan yang muncul di papan tulis. Secara sadar guru mempertentangkan pendapat-pendapat yang berbeda itu. Setelah itu guru melaksanakan demonstrasi dan meminta siswa untuk mengamati dengan seksama gejala yang muncul. Guru perlu memberikan kesempatan kepada mereka untuk mencerna apa yang mereka amati, akan merasa terganggu dan mengalami konflik kognitif dalam pikirannya. Setelah itu barulah guru menayakan apakah gejala yang mereka amati itu sesuai atau tidak dengan pikiran mereka. Dengan menggunakan cara dialog yang timbal balik dan saling melengkapi, diharapkan mereka dapat menemukan jawaban atas gejala yang mereka amati. Dalam hal ini guru menyiapkan perangkat demonstrasi, tampilan gambar, atau grafik yang dapat membantu siswa menemukan alternatif jawaban atas gejala yang diamati.
-    Tahap Reorganisasi Kerangka Kerja Konsep
Pada tahap ini guru membantu siswa dengan mengusulkan alternatif tafsiran dan menunjukkan bahwa pandangan yang dia sampaikan dapat menjelaskan secara koheren gejala yang mereka amati. Siswa diberikan beberapa persoalan sejenis dan menyarankan mereka menjawabnya dengan pandangan alternatif yang diusulkan guru. Diharapkan mereka akan merasakan bahwa pandangan baru dari guru tersebut mudah dimengerti, masuk akal, dan berhasil dalam menjawab berbagai persoalan. Diharapkan guru mulai mereorganisasi kerangka berpikir mereka dengan melakukan perubahan struktur dan hubungan antar konsep-konsep. Proses reorganisasi ini tentu membutuhkan waktu.
-    Tahap Penerapan Konsep
Pada tahap ini, guru memberikan berbagai persoalan dengan konteks yang berbeda untuk diselesaikan oleh siswa dengan kerangka konsep yang telah mengalami rekonstruksi. Maksudnya adalah memberi kesempatan kepada siswa untuk menerapkan pengetahuan/ keterampilan baru mereka pada situasi dan kondisi yang baru. Keberhasilan mereka menerapkan pengetahuan dalam situasi baru akan membuat para siswa makin yakin akan keunggulan kerangka kerja konseptual mereka yang sudah direorganisasi. Hal ini dimaksudkan untuk lebih menguatkan hubungan antar konsep di dalam kerangka berpikir yang baru mengalami reprganisasi.
-    Tahap Menilai Kembali
Dalam suatu diskusi, guru mengajak siswanya dalam menilai kembali kerangka kerja konsep yang telah mereka dapatkan.
    Model Pembelajaran Generatif sebagai proses membangun pengetahuan atau suatu pemahaman pribadi bagaimana ide baru berkait dengan konsep belajar. Pikiran, atau otak, bukanlah suatu informasi yang pasif. Sebagai gantinya, aktif membangun penafsiran informasi sendiri dan menarik kesimpulan. Pembelajaran melibatkan aktivitas mental-pemikiran. Sebagai contoh, berkenaan dengan pembacaan suatu buku teks atau menutupi dengan kertas, tanpa konstruksi hubungan yang aktif antara bagian-bagian dari suatu teks, atau antara teks dan pengetahuan pribadi, siswa akan mengabaikan kata-kata itu dan ingin tahu apa yang telah yang dibaca. Selanjutnya selesai pembacaan terdapat catatan/kertas, halaman atau paragraf.
Aktivitas mental tentang Model Pembelajaran Generatif nampak seperti suatu fungsi memori. Wittrock (1991) menyatakan bahwa Model Pembelajaran Generatif berlangsung memori jangka pendek sebagai dasar pengetahuan, atau memori jangka panjang. Pada hakekatnya bahwa jika individu menyediakan suatu rangkaian untuk membangun pengetahuan baru, menyangkut  pengetahuan ke dalam struktur yang ada akan lebih efektif. Guru merangsang yang didasarkan atas argumentasi, peran guru harus membantu para siswa menghasilkan rangkaian itu, atau bantuan berhubungan dengan gagasan baru satu sama lain dan pengetahuan utama.

Sumber :
Joyce, Bruce., Marsha Weil., Emily Calhoun. 2009. Models of Teaching: Model-model Pengajaran. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Suryani, Lily. 2009. ”Penerapan Model Pembelajaran Generatif untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Fisika Siswa Kelas XI IA-2 SMAN 7 Malang”. Skripsi. Malang: Jurusan Pendidikan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang.
Sutarman dan Swasono, P. 2003. ”Implementasi Pembelajaran Generatif Berbasis Konstruktivisme sebagai Upaya Meningkatkan Kemampuan Siswa Kelas III pada Bidang Fisika di SLTP 17 Malang”. Jurnal. Malang: Lemlit-UM.
Uno, Hamzah B. 2007. Model Pembelajaran: Menciptakan Proses Belajar Mengajar yang Kreatif dan Efektif. Jakarta: Bumi Aksara.
Wena, Made. 2009. Strategi Pembelajaran Inovatif Kontemporer: Suatu Tinjauan Konseptual Operasional. Jakarta: Bumi Aksara.

Kamis, 06 Juni 2013

Lomba Kreativitas Guru (LKG) Tingkat Nasional Tahun 2013



Guru sebagai tenaga profesional mempunyai peran yang sangat penting dalam mewujudkan tujuan pendidikan nasional, yaitu berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggungjawab. Untuk itu, guru diwajibkan melakukan kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan agar kompetensi keprofesiannya tetap sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan budaya dan/atau olahraga.

Lomba  kreativitas  Guru Tingkat Nasional,  merupakan salah  satu upaya  untuk mendukung  pengembangan keprofesian guru berkelanjutan, sekaligus sebagai  wujud kepedulian pemerintah agar guru selalu  berinovasi  dan termotivasi untuk meningkatkan mutu proses dan hasil pembelajaran.  Peningkatan mutu ini dilakukan melalui  peningkatan kualitas  proses  perencanaan,
pelaksanaan, penilaian proses dan hasil pembelajaran  dan  proses bimbingan dan konseling. Peningkatan  dan pengembangan keprofesian  tersebut di atas  dilakukan melalui penelitian, pengkajian, penerapan best practices penciptaan, atau pendekatan ilmiah lainnya.

Melalui lomba  Kreativitas  Guru Tingkat Nasional diharapkan guru dapat mengembangkan dan menciptakan berbagai model pembelajaran yang  kreatif dan inovatif. Dengan demikian menjadi juara atau pemenang lomba bukan tujuan utama, karena tujuan yang terpenting adalah meningkatnya mutu pembelajaran di kelas, yang berdampak pada peningkatan daya serap lulusan, yang diindikasikan oleh bertambahnya ilmu pengetahuan, wawasan dan pengalaman, serta perubahan sikap dan perilaku peserta didik. 

Pedoman Pelaksanaan Lomba Kreativitas Guru Tingkat Nasional ini disusun untuk digunakan sebagai acuan dalam pelaksanaan lomba oleh semua pihak terkait. Terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam penyusunan pedoman ini.

Jakarta,          Mei 2013




Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd
NIP. 19620405 198703 2 001


Panduan LKG 2013 klik disini

Sumber : http://www.pusbangprodik.org/index.php/79-events/103-pedoman-pelaksanaan-lkg-2013-final

Ragam Pengisian Data Guru di Indonesia





Beberapa perkembangan data yang harus diisi guru untuk pembaharuan, maka banyak data yang harus diisi dengan berbagai versi. Dari beberapa lembaga di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan didapatkan beberapa pengisian data guru yang berkembang terkait sertifikasi ataupun pendataan untuk kepentingan lainnya.  Beberapa link yang didapatkan dari sumber yang ada antara lain dan "katanya" harus diisi yaitu :


  1. PADAMU NEGERI dari BPSDMPK-PMP KEMDIKBUD 
  2. PTK DIKMEN KEMDIKNAS 
  3. AKTIVASI PTK PADAMU NEGERI

Rabu, 05 Juni 2013

Sertifikasi Guru : VerVal PADAMU

 
Setelah membaca di akun Facebook terdapat link dari PADAMU, maka saya buka dan langsung buka dengan mendaftar di jejaring yang dibuat bekerjasama dengan www.telkom.co.id/ 
Semoga hal ini menjadi baik dan mendapatkan pengetahuan yang lebih tentang perkembangan guru untuk menjadi profesional. Amin 
Inilah isi dari akunnya
"Bagi pemilik NUPTK yang telah melakukan VerVal Level 1 dan mendapat Tanda Bukti Aktivasi Akun. Dapat mulai mengaktifkan akun masing-masing melalui alamat berikut:

http://aktivasi.siap.web.id/ptk

Proses VerVal Level 2 (Data Rinci dan EDS) dapat mulai dilakukan oleh setiap pemilik NUPTK yang telah aktivasi akun mulai 17 Juni 2013.

Demikian untuk dapat diketahui dan harap maklum.

Salam PADAMU NEGERI

Tim Admin Pusat"
Teruslah belajar untuk menjadi Guru  Profesional dan Bermartabat

Selasa, 06 November 2012

DISDIK KOTA MEDAN BENTUK LAB MICRO TEACHING



Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Medan menggagas laboratorium micro teac - hing untuk memandu guru-guru yang kurang mampu agar lebih bergairah dalam proses belajar- mengajar.

Nantinya, para guru akan dipandu dan di bim - bing oleh dosen-dosen Uni ver - si tas Negeri Medan (Unimed) dan lembaga-lembaga pen di - dik an keguruan lainnya. “Tujuan kami membuat lab micro teaching ini adalah agar guru-guru bisa lebih terlatih dalam mendidik siswa,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan M Rajab Lubis kepada SINDO, Rabu (31/10).

Ia mengatakan, kegiatan di la boratorium micro teaching bia sanya dititikberatkan pada penyusunan persiapan menga - jar tertulis dan penerapannya da lam latihan keterampilan mengajar terbatas dan latihan mengajar terintegrasi. Laboratorium micro teac - hing ini merupakan fasilitas bagi program pengalaman la - pangan yang dilaksanakan di kam pus. Biasanya, la bo ra to - rium ini digunakan kepada ma - hasiswa untuk mendapatkan beberapa keterampilan dasar keguruan, sehingga mereka siap diterjunkan dalam Pro - gram Pengalaman Lapangan (PPL) di sekolah.

“Guru-guru di Kota Medan ma sih ada yang belum me mi liki kompetensi mengajar yang baik. Karena itu, kami mem buat laboratorium micro teac hing sebagai program ung gul an di tahun ini. Se hing ga guru-guru di Medan akan le bih ber kualitas dan pr o fe sional,” ucap dia. Selain laboratorium micro teaching, diprogramkan juga peningkatan kualitas guru untuk menjadi kepala sekolah. Dinas pendidikan akan men ja - ring guru-guru berkualitas untuk dipersiapkan menjadi kepala sekolah.

“Target kita adalah guruguru dengan usia yang tidak lebih dari 40 tahun. Saya is ti - lahkan guru-guru ini menjadi pe ntolan-pentolan baru yang segar,” tuturnya. Dinas pendidikan juga akan mengevaluasi bibit sekolah sehingga akan tampak sumber daya manusia yang bermutu di setiap sekolah. Sumber daya yang kurang berkualitas dapat dididik menjadi lebih baik. “Kami juga akan me ning - kat kan komptensi peng awas an.

Karena pengawasan salah satu ujung tombak untuk me nilai proses belajar mengajar dan kinerja sekolah,” tu kas nya. Pengamat pendidikan dari Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) Prof Zul kar naen Lubis menilai rencana Disdik membuat laboratorium micro teac hing merupakan langkah yang sangat baik. Lantaran, dengan laboratorium microteac - hing ini para guru bisa men da - patkan ilmu yang lebih banyak untukmendidiksiswa.

Gurujuga bisa menjalankan tugasnya se - cara real dan lebih nyata. “Tapi yang harus di per ha ti - kan, laboratorium ini harus me - mi liki sumber daya manusia yang siap dan mampu mem be - ri kan pelatihan,” tuturnya. Menurut Rektor UISU Al- Munawwarah ini, sepanjang pro gram dibuat untuk menga - tasi masalah yang ada, konsep itu patut didukung.

Apalagi ke ber adaan laboratorium micro teac hing nantinya dapat me ning katkan kualitas guru da lam memberi pem be la - jaran. “Untuk lebih me mak si mal - kan program, Dinas Pen di dik - an harus mendata guru-guru yang ada, sehingga dapat mem - be rikan pelatihan yang se - suai,” tandasnya.

Sumber : http://pemkomedan.go.id/news_detail.php?id=13496

Selasa, 02 Oktober 2012

PENDATAAN TUNJANGAN PTK DIKMEN


Berikut ini informasi tentang Persiapan Penyaluran Tunjangan Guru Tahun 2013. atau sering juga disebut Tunjangan PTK DIKMEN Pada persiapan ini dimulai dengan pendataan Guru dan Pengawas jenjang Pendidikan Menengah. Pendataan ini sebagai salah satu syarat untuk diusulkan mendapatkan Tunjangan Guru Tahun 2013. Tunjangan tersebut terdiri dari Tunjangan Profesi, Subsidi Tunjangan Fungsional dan Tunjangan Khusush

1. Tunjangan Profesi adalah tunjangan yang diperuntukkan bagi guru PNS, guru yang diangkat dalam jabatan pengawas dan Guru Bukan PNS yang diangkat oleh pemerintah daerah atau yayasan/masyarakat penyelenggara pendidikan baik yang mengajar di sekolah negeri maupun sekolah swasta; dan sudah memiliki sertifikat pendidik.

2. Subsidi Tunjangan Fungsional adalah tunjangan yang diperuntukkan bagi Guru Bukan PNS pada satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah, pemerintah daerah atau masyarakat; dan belum mempunyai sertifikat pendidik.

3. Tunjangan khusus adalah tunjangan yang diperuntukkan bagi guru PNS dan Bukan PNS yang bertugas di daerah khusus yang diselenggarakan oleh pemerintah, pemerintah daerah atau masyarakat; baik yang sudah memiliki sertifikat pendidik maupun yang belum mempunyai sertifikat pendidik.

Sehubungan dengan hal tersebut, sambil menunggu permendikbud, Permenkeu/PMK dan Petunjuk Teknis tentang Penyaluran Tunjangan Guru maka mohon Saudara dapat menugaskan staf bagian ketenagaan untuk dapat melakukan pendataan semua guru dan pengawas pada jenjang pendidikan menengah di wilayah kabupaten/kota Saudara dengan melakukan :

1. Perekaman data dengan menggunakan formulir yang telah disiapkan oleh Direktorat P2TK Dikmen. Formulir tersebut akan dikirim ke dinas pendidikan kabupaten/kota dan dapat juga diunduh di http://p2tkdikmen.kemdikbud.go.id atau https://sites.google.com/site/ptkdikmen

2. Formulir yang sudah diisi kemudian disimpan dengan nama “NUPTK” masing-masing guru dan disampaikan dalam bentuk softcopy (compact disc) per sekolah/instansi ke Direktorat P2TK Dikmen atau dikirim melalui email tunjangan.ptkdikmen@gmail.com.

3. Formulir paling lambat diterima pada tanggal 31 Oktober 2012 sebagai bahan persiapan verifikasi dan validasi data guru penerima tunjangan oleh kabupaten/kota.

4. Setelah mengirimkan data baik berupa cd atau dikirim lewat email, kemudian masing-masing guru memberitahukan ke Direktorat P2TK Dikmen melalui sms dengan format REG [spasi] NUPTK (contoh : REG 1234123412341234) kirim ke 082 123 345636.

Apabila Saudara memerlukan keterangan lebih lanjut, dapat mengubungi melalui telp kantor di nomor 021 57974112 dan 021 57974108.


KLIK untuk Download Adobe Reader 10 untuk mendukung Pengisian Formulir
Formulir Data PTK Dikmen V.1.1 REV_distributed TERBARU
Petunjuk Pengisian Formulir Data PTK Dikmen
Surat Pengantar Persiapan Data Guru 2013 Kabupaten Kota

selengkapnya dapat anda lihat sumbernya disini https://sites.google.com/site/ptkdikmen/

Senin, 24 September 2012

PENYUSUNAN BERKAS SERTIFIKASI UNTUK BEBAN KERJA

Untuk guru yang tidak mencukupi beban kerja sampai 24 jam di sekolah satuan pendidikan maka dapat ditambahkan melalui berbagai hal dalam pemenuhan beban kerjanya. Hal ini dapat dilihat di link Permendiknas Nomor 30 Tahun 2011

http://lkbh.uny.ac.id/sites/lkbh.uny.ac.id/files/permendiknas-no-30-tahun-2011.pdf