Tampilkan postingan dengan label Non Fiksi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Non Fiksi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 Mei 2016

ALHAMDULILLAH, AKHIRNYA MENDAPATKAN TROPY JUARA GURU PRESTASI

Hari minggu siang dengan cuaca yang panas dan di rumah sedang ramai berkumpul keluarga syukuran atas kehilran anak laki-laki kedua kami pada Jum'at 22 April 2016. Saat sedang istirahat karena baru sampai dari Rumah Sakit Ibu dan Anak Badrul Aini Bromo, datang sms dari kepala

sekolah. Setelah di buka sms tersebut, berisi "pak sof, besok datang ke SMKN 7 untuk menghadiri acara pembukaan lomba guru berprestasi dan langsung daftar saja di tempat. Sms dari kepala sekolah ini saya baca berulang-ulang dan untuk kemudian saya telephon bahwa saya mengia kan untuk hadir. 

Namun, apa yang terjadi tidak semulus yang dibayangkan. Anak laki-laki saya yang baru tiga hari lahir dan kami sekeluarga bahagia. Berjalannya waktu, sore hari, badan bayi laki-laki yang belum kami beri nama panas tinggi dan kami sekeluarga panik juga merasakan kepanikan ini. Hingga malam hari kami antar ke dokter pada malam hari untuk melihat perkembangnya. Namun setelah bernegoisasi dengan dokter dan keluarga akhirnya tidak diinapkan/di infus dan kembali ke rumah.

Rasa kantuk terus datang, hingga larut malam dan tidur. Sebelum tertidur, fikiran melayang, ikut gupres atau tidak. Kalau ikut, mana Penelitian Tindakan Kelas (PTK) belum selesai disusun dan fortopolio juga belum disusun karena ada yang disekolah dan di rumah. Kalau tak ikut, maka saya fokuskan untuk menjaga anak laki-laki yang terlahir untuk pulih dari panasnya.

Pagi-pagi terbangun, kondisi anak mulai turun demamnya. Dibuka laptop, edit apa yang perlu di edit, di print dan diputuskan ikut pembukaan dan lomba gupres  ke lokasi. Sengaja datang terlambat karena berkas yang diprint belum selesai. Berpamitan pergi ke kegiatan itu, maka berangkatlah dengan sepeda motor meluncur ke lokasi. Setelah sampai, mendaftar dan melihat siapa aja pesertanya. Karena datangnya belakangan maka tahu siapa aja yang mendaftar lebih dulu. Ternyata ada nama-nama yang dikenal dan tidak dikenal. Guru-guru yang dianggap berprestasi di sekolahnya yang saya kenal juga tidak ada daftar hadir. Ternyata saya pendaftar terakhir dengan nomor undi 10.

Setelah pendaftaran dan duduk bersama peserta lain yang dikenal dan bercerita kronologis mengikuti seleksi ini dan setelah itu bersama-sama mengikuti acara pembukaan. Berkenalan dengan peserta-peserta lainnya yang dekat dengan duduk saya. Ternyata guru-guru yang ikut adalah guru-guru hebat dan ada juga yang sama sekali seperti saya belum mengumpulkan apapun berkas yang dibutuhkan untuk seleksi gupres ini. Melihat ke kanan dan ke kiri peserta ternyata pesertanya bukan saya yang terakhir untuk SMA, ada beberapa orang lagi menyusul. Jadi seluruh peserta di daftar hadir mengikuti dan mengumpulkan hasil tes ada 15 orang setelah acara pembukaan.

Setelah acara pembukaan, datang telephon bahwa anak saya sudah diinfus di rumah sakit dimana ia dilahirkan. Rasa sedih dan yakin bahwa kami bisa melewati apa yang terjadi, karena ada keluarga-keluarga hebat yang membantu kami untuk mengatasi masalah ini. Namun, dengan pendirian dan mimpi yang selama ini terpendam untuk mengikuti seleksi guru berprestasi, maka menyakinkan diri bahwa saya bisa melakukannya. Seleksi ujian tulis mulai dilakukan mulai dari tes profesional, wawasan pendidikan, pedagogik sampai di sore hari kegiatan ini berakhir untuk hari pertama.

Setelah selesai, saya yakin bisa menyelesaikan tes-tes ini dengan baik dan mendapatkan nilai yang bagus. Bubarlah peserta dan saya langsung ke parkiran sepeda motor dan menuju ke rumah sakit dan tidur disana untuk menjaga si kecil yang terbaring di atas tempat tidur dan terpasang infus di tangannya. Namun sorenya, saya bermain dengan anak perempuan pertama saya agar tetap terhibur karena dia harus dititipkan di rumah opungnya. Begitu pula, handphone juga terus bersms terkirim dan menerima pesan dari adik-adik stambuk yang biasa menggantikan mengajar. Pesan-pesan dikirimkan untuk menggantikan mengajar 1 hari di sekolah swasta karena aturan jika tidak datang harus ada pengganti. Maka beberapa orang yang dihubungi, akhirnya didapatkan seorang alumni S2 Geografi UI yang baru tamat sehingga 1 masalah dapat terselesaikan dengan tidak meninggalkan siswa belajar sendiri di kelas.

Di sela-sela itu juga, handphone hitam kecil ini berbunyi terus untuk menghubungi no.hp siswa yang bisa diharapkan untuk mengantarkan berkas yang ada lemari sekolah untuk diantar ke rumah. Upaya dilakukan karena kesempatan untuk menambah nilai dari pengumpulan fortopolio masih ada peluang. Namun beberapa siswa yang diharapkan tak kunjung bisa untu mengantarkannya, akhirnya tertuju sama satu nama yaitu nama keponakan. Mengambil berkas di tengah malam ke sekolah kepada penjaga malam tetap dilakukan setelah keponakan yang bernama Rizky selesai berjualan. Akhirnya berkas itu bisa diambilnya dari sekolah. Malam hari sampai larut malam, mengerjakan apa yang bisa dikerjakan bahkan untuk presentasi power point rencana disiapkan, namun terjadi masalah pada sistem windows power point dan beberapa program lainnya yang harus di update ulang. Masalah ini menjadi kendala, namun keputusan muncul, presentasikan saja langsung PTK tersebut pada word untuk besok pagi.

Pagi-pagi pulang ke rumah sakit, mencetak apa yang ada di rumah, dan berkas yang ada di sekolah sama keponakan juga belum di antar kerumah. Cari nama di handphone dan langsung menghubunginya untuk mengantarkan ke rumah, dengan bantuannya untuk memfoto copy, maka siaplah segala fortopolio walau masih berantakan. Berangkat lah ke lokasi kegiatan dengan tergopoh-gopoh karena jadwal hari kedua ialah psikotest. Datang terlambat dan duduk paling belakang, dan harus meminta lembaran tes ke depan di meja panitia, dan langsung mengisi sesuai intruksi yang diberikan psikolog sembari tanya ke sebalah bagaimana cara pengisiannya.

Setelah tes, maka seluruh peserta diarahkan memasuki ruang kelas belajar untuk presentasi karya tulis ilmiahnya. Untuk SMA digabung dengan SMK pada ruangan 8. Selanjutnya kesepakatan dilakukan antara peserta dan dewan juri untuk siapa saja yang bisa mempresentasikan karyanya. Maka diambil kesimpulan yang bisa ikut presentasi adalah peserta yang memiliki PTK bagi SMA dan best practice untuk SMK. Maka pencabutan undian presentasi dilakukan dan saya mendapatkan nomor urut pertama. Presentasi pun dimulai tanpa ada bentuk power point dan saya sampaikan di awal bahwa ada masalah dengan program windows power point saya dan harus menggunakan PTK aslinya tanpa di ubah di windows word. Sebelum maju, saya mengerjakan dengan meminjam notebook sesama peserta, namun tidak nyaman menggunakannya karena terbiasa menggunakan laptop. Giliran panggilan maju datang pada saya karena mendapatkan nomor undi 1, maka apa dengan anak yang masih terbaring di tempat tidur rumah sakit dan berbagai masalah yang menumpuk di kepala harus dihilangkan dalam fikiran. Laptop merk dell ini yang selama ini menemani bekerja akhirnya digunakan untuk presentasi dengan giliran pertama dari semua peserta yang ada di ruangn tersebut. Tanya jawab dari dewan juri dilakukan, termasuk saran-saran yang diberikan. Berbagai jawaban disampaikan dan keunggulan presentasi menampilakan berbagai foto kegiatan dalam penelitian termasuk video-video kegitan yang selama ini dilakukan dalam pembelajaran.

Foto-foto kegiatan yang dianggap unik seperti bermain kartu atmosfer dari modifikasi kartu joker di tayangkan. Ini menjadi keunggulan dalam presentasi saya. Ini anggapan saya. Setelah selesai presentasi terasa lega, dan dalam fikiran saya, berarti saya dapat permisi dan menuju rumah sakit setelah istrihat siang. Siang itu pada selasa, saya bermain dengan anak perempuan saya di rumah dan dirumah sakit karena kerinduan dan sedikit terabaikan selama ini. Setelah selesai bermain, maka hubungi teman-teman apakah masih berlangsung acara presentasi, maka sepeda motor ini menuju kembali ke lokasi kegiatan dan menyaksikan presentasi guru-guru lain yang tersisa. Berbagai komentar tentang bagaimana guru-guru lain juga muncul, dan keyakinan untuk menang juga sangat kecil untuk meraih juara 1-3. Ternyata penampilan presentasi teman-teman setelah ditinggalkan sangat bagus-bagus. Tak mungkin juara didapatkan oleh saya, begitu gumung dalam hati.

Keesokan harinya, rabu, 27 april 2016 di pagi hari menyiapkan evaluasi diri dari berbagai contoh yang ada, maka jari-jari ini terus menekan tombol-tombol keybord laptop jadul, dan akhirnya di cetak rangkap dua. Dari rumah menuju ke tempat kegiatan ingin mengumpul evaluasi diri, namun kesempatan untuk mengumpul ragu karena dewan juri lagi menguji dan satu lagi tidak ada di tempat. Apalagi ada jadwal mengajar jam 10.00 WIB di sekolah swasta. Akhirnya lokasi kegiatan di tinggalkan dan menuju sekolah untuk mengajar. Karena ini suatu kewajiban, maka tidak boleh ditinggalkan begitu saja. Di akhir kegiatan pembelajaran saya hubungi teman guru yang ada disana, apakah ada kegiatan untuk guru-guru SMA dan SMK di ruangan itu. Teryata jawaban tidak ada, rasa syukur ini datang karena sejak kemarin kegiatan di ruang 8 sudah berakhir dibandingkan kelas-kelas lainnya.

Hari terakhir kegiatan pada kamis 28 April 2016 sebelum berangkat ke lokasi kegiatan, ada nada panggilan dari handphone dengan nama yang tak asing lagi, karena beliau pernah ikut juga menjadi juara guru prestasi juga dan sebagai senior menyakinkan saya untuk juara. Beliau yakin saya juara karena pengalaman saya selama ini berkegiatan selama menjadi guru dan saya katakan berkali-kali saya tidak akan juara. Tapi kalau saya juara, syukur alhamdulillah karena itu adalah mimpi saya, dalam hati ini berkata. Saya sampaikan kepadanya bahwa saya tidak yakin juara karena banyak komponen yang belum ada terisi. Kalaupun juara berarti bagus di nilai tes tertulis dan fortopolio dari presetasi siswa inilah yang menjadikan saya dapat meraihnya.

Pada saat pengumuman, untuk tingkat SMA pengumumannya di bagian tengah disampaikan oleh dewan juri. Setelah disebutkan juara 2 dulu diumukan maka yang berhak adalah guru dari SMA Negeri 21 Medan atas nama Ridawati Lubis, dan Juara 1 nya atas nama Rosmalinda dari SMA Negeri 17 Medan. Sedangkan nomor urut 10 dibacakan, itu berarti nomor peserta saya diumumkans sebagai juara 3. Rasa syukur Alhamdulillah diucapkan karena prestasi ini diraih dan akhirnya juara didapatkan. Beberapa guru ada yang kecewa dengan hasil ini, ada yang mengucapkan selamat dan lain-lain. Prestasi ini merupakan prestasi pertama sebagai guru ikut lomba karena selama ini beberapa lomba diikuti namun tidak mendapatkannya juara.

Dalam hati saya, inilah rezeki yang diperoleh dari anak kami yang kedua. Hadiah tropy ini dan hadiah lainnya didedasikan kepada anak ke 2 saya. Dengan berbagai hambatan yang ada, akhirnya prestasi ini dapat diraih. Pembagian hadiah berlangsung dan berfoto bersama dewan juri dan teman-teman dilakukan termasuk memberi kabar ke orang tua, istri dan kepala sekolah. Semoga prestasi ini dapat memotivasi yang lebih tinggi untuk meraihnya dan dapat ditularkan pada yang lain. Terima kasih kepada Allah SWT, dan orang-orang yang selalu berdo'a dan memberikan harapan untuk saya melakukan yang terbaik. You Are Not Alone !

Kebagian hati ini dengan lafaz Alhamdulillah, akhirnya mendapatkan tropy uara guru berprestasi.



Jumat, 20 September 2013

MARAH, MAAF DAN MIMPI



Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) melakukan kegiatan rutin setiap hari jum'at pada jam 14.00 s.d 17.00 WIB setiap minggunya. Namun beberapa siswa yang diajak masuk mengatakan bahwa hari ini tidak ada kegiatan KIR yang disampaikan pada saya, dan yang menyampaikan ialah anggota KIR yang saat ini juga berada di kelas XI dan anak guru di sekolah tersebut. Rasa heran muncul, kenapa hari libur??? padahal hari ini kan siswa tidak ada jadwal renang dari guru olah raga. Selain itu ketuanya masih ada di area belakang sekolah setelah melakukan kebaktian.

Semakin bingung rasanya kenapa hari ini libur, padahal beberapa siswa akan mengikuti kegiatan rutin yang sebelumnya tak pernah diikutinya. Sebelum shalat jum'at maka sms kebeberapa anggota yang juga sebagai pengurus inti dan mereka ada jadwal pertemuan untuk latihan debat yang akan diselenggarakan pada hari selasa, 24 September 2013. 

Setelah shalat jum'at selesai, melihat beberapa siswa selesai kegiatan di Mushalla setelah melakukan kegiatan keputrian dan beberapa siswa pulang dan ada siswa berjumpa yang ingin mengikuti pertemuan hari ini. Inisiatif pun melihat beberapa anggota sedang duduk di kelas sembari mengatakan bahwa hari ini tak latihan kan Pak?

Wui, pertanyaan ini muncul dan emosi memulai memuncak karena ketua memutuskan bahwa hari ini tak latihan. Tapi sebagai pembina harus menahan emosi dan menyapaikan bahwa hari ini latihan dan kerja kelompok akan diajarkan sama kak irma dan nurul. Setelah itu keluar dari kelas melangkah dan menghubungi pengurus lain, kenapa hari ini tak ada latihan? dan mereka pun merasa heran kenapa hari ini tak latihan padahal mereka sebagai pengurus tak tahu informasi itu. Emosi memuncak dan kemarahan berlanjut, sambil menahan emosi tinggi menghubungi agar mereka tetap melatih adik-adiknya yang lagi berkumpul di kelas yang biasanya untuk kegiatan. 

Saat itu, menghubungi pengurus yang sedang berada di kelas lain dan sembari berjalan menuju kelas pertemuan dan sembari berbincang meminta keterangan, mengapa hari ini tak ada pertemuan. 

N dan I yang saat itu mengerjakan tugas fisika sembari bercerita bahwa ingin difensasi untuk mengerjakan tugas fisika di power point dan saya sarankan untuk bertanya langsung dan kebetulan guru itu datang untuk persiapan rapat komite yang saat itu akan berlangsung bersama orang tua. 

Di depan salah satu ruang laboran, maka saya hubungi ketua inisial A, dan langsung dimana posisi sekarang? dan dijawabnya bahwa saat ini sedang dirumah. Ada kegiatan apa lanjut pertanyaan itu? kemudian dijawabnya bahwa tidak ada apa-apa. Mengapa kegiatan di liburkan, kan ada pengurus lain yang mengisi kegiatan tersebut? Mengapa ambil kebijakan sendiri kan pengurus bukan cuma 1 orang? Mengapa tak ditanya dulu sama saya kan saya bisa mengisi kegiatan tersebut? Siapa yang menyebarkan sms gar hari ini libur? dan berbagai pertanyaan terus mengalir dengan cepat sampai A tidak bisa menjawab dan terdiam karena MARAH oleh pembina memuncak di HP dengan layar yang pecah. Heran melihatnya karena baru 2 minggu dilantik, malah bikin ulah. Marah........... dan terus marah.

Saat di ruang pertemuan, memberikan isian formulir dan persyaratan dan tahapan lomba serta bertanya bagaimana persiapan lombanya? Apakah sudah dikumpulkan bahanya dan dimana si R? Mau lomba atau tidak. isi formulir ini dan pertanyaan selanjutnya, mengapa tulisannya gunakan pulpen warna biru. Marah lagi-marah lagi

Setelah kegiatan lain berlalu di sekolah, beranjak pulang karena sudah sore, bertemulah dengan R yang merupakan pengurus juga. R juga adalah tim debat yang tidak datang pada jam 2, padahal disampaikan teman 1 timnya akan datang jam 2 dan berangkat ke gramedia dan pulang langsung ke sekolah untuk latihan debat. Saat baru keluar pintu gerbang, nampak R sedang duduk dengan teman-temannya? Pertanyaan muncul dengan rasa marah, di atas motor, di depan pintu gerbang dan dipinggir jalan. Mengapa tak datang latihan? Kan bisa lain hari membeli alat-alatnya? Kenapa belum latihan? Apakah bahan sudah dikumpulkan?

Heran-heran....
Mengapa terus marah, apakah karena mereka tidak bisa memuaskan hati ini untuk membangun ekskul ini berprestasi atau karena mereka terlalu sepele atau masih sibuk dengan tugas-tugas sekolahnya yang menumpuk? Padahal banyak peluang untuk menang beberapa lomba, bergengsi, gratis ke jakarta kalau menang dan besar pula hadinya. Tapi itulah siswa yang masih butuh bimbingan, mereka itu masih labil dan masih ingin banyak bermain dengan teman-temannya.

Maafkan ayahmu ini, begitu panggilan mereka. Karena saya ingin mereka berhasil dan prestasi dan menunjukan bahwa mereka bisa bersaing dengan yang lain

ITULAH MIMPIKU !
BUKTIKAN............
KAPAN LAGI ....

Kamis, 16 Mei 2013

PAPA, kenapa tak perhatikan diriku?

Catatan Seorang Guru


Pak, saya mau ceritalah ! bolehkan
Mau cerita apa anakku, ada masalah apa?
Begini lho pak, kenapa saya jadi begini karena kondisi papa (panggilan ayah laki-laki) saya. Saya begini karena papa tak pernah perhatikanku lagi. Coba terangkan apa sebenarnya yang terjadi?
Papa kan sekarang sibuk dengan pekerjaannya di luar kota sebagai kepala cabang, jadi kami jarang ketemua padahal dulu janjinya kalau jadi kepala cabang akan banyak meluangkan waktunya untuk keluarga. Tapi apa yang terjadi, sampai sekarang masih tetap begitu. 

Saya akui lah pak, saya emang bandel dari dulu, sekarang pun sering pergi lagi kalau sudah sampai di rumah dan tak betah. Saya pergi ke warnet sama teman-teman sampai malam terkadang saya juga merokok. Tapi tak minum-minuman keras dan narkoba kan? itu kataku.

Ya tidaklah pak, saya kan masih ngerti hal begituan. Emang masalah ini pernah cerita sama mamamu? saya sudah bercerita sama mama dan mama hanya mendinginkan suasanya saja agar saya tetap memahami papa yang begitu keras. Kalau papa pulang ke Medan, maka kami hanya makan di luar lalu pulang kerumah lagi, tak banyak bisa bercerita apa-apa. Kalau di rumah, papa lebih banyak istirahat dan pulangnya 1 atau 2 minggu sekali dari luar kota yang memang kerjaannya jauh dari rumah kami disini. 

Dari kecil saya dekat sama mama, namun sama papa tidak begitu dekat? kenapa bisa begitu?
Karena dari dulu papa sibuk dengan pekerjaannya sampai sekarang. 
Saya sebenarnya ingin menunjukan prestasi belajar saya saat ini yang meningkat secara draktis dari sebelumnya, namun papa tak memberikan penghargaan atau tak mengerti bagaimana diri saya. Saya tak pernah rangking namun sekarang saya mendapat rangking bagus dibandingkan sebelumnya, saya giat belajar tapi papa tak memperhatikan perubahan ku juga. Makanya saya terkadang keluar rumah, ngumpul sama teman-teman di warnet. 

Papa tak mau menegur bila saya salah padahal saya melakukan itu agar ditegur, sama papa dibiarkan saja. Kalau prestasi tak diberi penghargaan. Menurut saya, papa tak memperhatikan saya, yang sudah berubah dan selalu mencari perhatian papa. Yang saya kesalkan janjinya kalau sudah menjadi kepala cabang akan lebih memperhatikan keluarga terutama anak-anaknya, itulah janjinya. Itu yang membuat saya kecewa. Makanya nilai saya anjlok lagi, mama juga mama marah sih tapi papa tak memberikan reaksinya. Jadih sedih saya pak. 

Kenapa menangis ?
Ngak apa-apa pak, cuma sedih aja, sepertinya saya tak diperhatikan sama papa.
Oh begitu ya nak.

Sebagai guru, maka saya hanya bisa mengatakan sama si anak, bahwa papa bekerja sibuk itu untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Papa cari duit kan untuk keluarga, kakak kan kuliah jadi biayanya besar di Yogyakarta sana, adikku masih sekolah, mama tak kerja. Kalau papa tak kerja, siapa yang bisa membiayai kebutuhan keluarga?

Ayo jawab anakku?
Papalah.... (dijawab terbata-bata)

Seandainya papa tak ada lagi, siapa lagi yang bisa membiayai sekolahmu, adikmu dan kualiah kakakmu?
Mama tak kerja, jadi biayanya dari mana padahal biaya sekolah dan kuliah besar itu besar jadi harus dipersiapkan dari sekarang. Fahamkan?
Faham sih pak tapi kenapa papa juga tak memperhatikan sekolah kami ini terutama saya untuk prestasi?

Ya udah, tunjukan prestasimu di sekolah dan belajar giat agar papa menjadi heran kenapa dirimu bisa mencapai prestasi yang tinggi seperti itu. Terus ikutlah lomba, nanti papa akan tersadarkan jika dirimu berprestasi dan dapat membanggakannya di suatu saat nanti. Papa bekerja untuk keluarga, maka perhatiannya sedikit berkurang sehingga kedekatan berkurang dibandingkan mama. Ia kan?

Maka, teruslah belajar dan berprestasi dan jauhi warnet dan organisasi yang pernah kamu geluti sehingga akan mengubah dirimu menjadi lebih baik lagi.

Sedih mendengarkan kisahnya namun setelah melihat jam pelajaran ternyata sudah habis, tak jadi mengajar ni.Wali kelas jadi tempat curhatan namun siswa lain tak jadi belajar. Mudah-mudahan anak-anakku menjadi siswa yang kuat dan sayang kepada kedua orang tuanya. Karena orang tua berbagi peran antara ibu dan bapak. Ibu menjadi ibu rumah tangga untuk mengurusi kebutuhan dan kegiatan harian anak-anaknya di rumah, sedangkan bapak mempunyai peran sebagai pencari nafkah. 

Peran inilah yang terkadang tak difahami anak-anak usia muda dan mengandalkan ego nya, terkadang juga orang tua sibuk bekerja lupa akan kehadirannya di keluarga. Semoga peran sebagai orang tua seperti papa yang menjadi pencari nafkah dan kepala keluarga dapat ditampakan di depan anak-anaknya dan dibangun komunikasikan sama keluarga untuk dapat memahaminya.

Sabtu, 19 Januari 2013

Yasmin Suka Senyum


Yasmin Zhafirah Sofia merupakan amanah dari Allah SWT untuk kami sebagai orang tuanya untuk untuk merawat, menjaga, membinanya sampai dewasa. Hari ini tepat 2 bulan lalu dilahirkan pada 19 Nopember 2012 di RS. Haji Medan. Senyum dan tangisan siang dan malam memberikan kehangatan dan keharmonisan keluarga kami. Di hari ini juga Yasmin di imunisasi ke Dokter Anak RS. Badrul Aini Jl. Bromo Lr. Sukri. 

Begitulah kisah hari ini. Yang lebih menyenangkan ketika tersenyum saat kita berada di dekatnya. Kata-kata yang dilontarkan sebagai bayi yang masih berumur 2 bulan sangat terkesan. Anak yang jarang menangis dan tenang hari-harinya di rumah. Itulah bayi menggemaskan saat kita berada disekitarnya dan rindu sangat jauh. Sebagai ayah, mempunyai harapan begitu beliau dewasa. Menjadi Insan Shaleha, Bermanfaat dan Cerdas dalam mengahapi kehidupan. 


Semoga mimpi ini terwujud seiring waktu yang berjalan. Lingkungan kehidupan yang begitu cepat berubah akan menjadi kekuatan dalam menjalani kehidupan saat ini dan akan datang. Bagaimana hal ini bisa terwujud, tergantung pada diri kita untuk bisa menjadikan dirinya dewasa kelak. Allah SWT telah memberikan arahan dalam Al Qur'an untuk dilaksanakan dan Sunnar Rasul menjadi pedoman untuk mencontohkan kehidupan nyata saat ini. 

Semoga Yasmin menjadi Insan yang Suka Senyum dalam suka dan duka kepada orang tua dan yang lainnya sehingga kehidupannya menjadi berkah dan diridhoi Allah SWT. 

Senyum itu Ibadah !

Jumat, 19 Oktober 2012

MENJADI JUARA MENULIS ARTIKEL BLOGGER

Doc. Pribadi (Stadion USU, 18 Oktober 2012)

Pada kegiatan Gelar IPTEK Sumatera Utara Tahun 2012 yang didukung oleh Science For All tanggal 16-18 Oktober 2012 terdapat stand pameran dari komunias blogger sumut. Wau, hari pertama mereka belum ada pengumuman lomba tersebut, namun ketika hari kedua saat mengunjungi stand mereka karena ada yang mau dikonsultasikan, terbaca di tampilan layar laptop yang ada di stand tertulis lomba artikel minimal 400 kata tentang Angan-angan IPTEK Sumatera Utara. 

Walau menarik namun kurang peduli sedikit karena ada yang harus saya konsultasikan sama mereka karena ada masalah sama blog saya. Karena laptop ini tidak ada baterainya, maka meminta arus listrik untuk laptop ini. Ini dilakukan karena mau membuka file bahan cara membuat roket air yang saya minta dari Pak Haji begitu panggilannya (Drs. Adlin/Guru SMP Harapan 2 dan SMA Harapan 1 Medan) karena beliau guru fisika dan berjumpa pada workshop guru science. Namun filenya tak bisa di buka di flashdisk yang akan dipindahkan. Siswa-siswa (denis, bella, afif, dian, rere) banyak bertanya tentang lomba tersebut, dan terdengar menarik juga ni. he.he

Selanjutnya sampai dirumah tidak jadi mengerjakan karena tertidur, dan pagi harinya dikerjakan dan melihat link-link yang harus dibuat serta syarat-syaratnya dari file PPt nya diberikan saat mengujungi stand mereka. Melihat pesertanya baru 1 (denis/siswa SMA Negeri 15 Medan) dan waktunya terbatas sampai jam 10 maka peluang untuk menang besar juga walau lawannya siswa didik sendiri dan hadianya juga tak begitu besar.

Ketika menulis, ketik dengan kata-kata yang masih acak-acak dan judulnya berganti untuk menyesuaikan, maka setelah diketik di upload ke blog. Menglink kan lagi ke http://bloggersumut.net jika ada kata Sumatera Utara dan http://www.teknonesia.com jika ada kata teknologi. Lihat jam sudah tak terkejar lagi ni, yakin terlambat datang padahal janji sama siswa datang cepat sebelum jam 7. Megajar tidak masuk di SMA Harapan 1 Medan di kelas X demi mengerjai lomba dan mendampingi siswa. Istri menyuruh sarapan padahal artikel belum siap. Terasa tertekan kali dan begitu sempit waktu ini untuk menulis artikel. Padahal sedikit kata yang dibutuhkan dan hanya 400 kata atau sekitar 1 lembar. 

Ketika sampai di Stadion USU berjumpa sama siswa bahwa pesertanya masih 2 dan kemungkinan yang juara adalah Denis. Kenapa demikian saya sampaikan kepada denis dan siswa lainnya, melihat tulisannya menarik dilhat dari judulnya. Saya yakin denis yang menang dibandingkan dengan artikel saya yang sedikit tidak nyambung dan berbelit-belit. Hal ini terjadi karena yang penting berpartisipasi. 

Ketika penutupan kegiatan, saya bersama afif setia menunggu pengumuman juara karena akan diumumkan pada penutupan. Tapi ketika panitia dan dewan juri mengumumkan hanya untuk kegiatan inovasi IPTEK dan lomba roket air saja, maka heran saya kenapa belum diumumkan juga. Ketika mau bertanya ke penyelenggara artikel segan. Saat Afif bertanya, kenapa tak ditanya langsung aja pak ke mereka, siapa yang juara, dan saya katakan itu etika, jadi tak boleh bertanya. Sampai hampir selesai acara penutupan saya dan afif pulang melintas di depan stan dan pura-pura tidak melihat. Karena saya yakin Denis yang juara dan mendapatkan kaos dan domain gratis dari mereka. Tapi ya udahlah. Belum rezeki, kalaupun juara kan mereka akan beri tahu ke sekolah atau kekami. He.he (mengharap juara).

Ketika di saat malam karena terlelap tidur, saya buka hp dan berisi sms berasal dari nomor denis (isi sms: seh, ayah sofyan menang:D). Penasaran dengan hasil itu, saya buka laptop, hidupkan modem dan lihat di blog, email, twitter, ternyata menang. Alhamdulillah dan tapi sembari berfikir kenapa bukan denis yang menang ya. Di twitter mereka minta email dan saya balas isi twitternya dengan mengetik email dan nomor HP.

Tapi apa ya sebenarnya hadianya karena saya mimpi hadianya printer. Tapi dengar kata denis disiang bahwa hadianya baju, tapi lumayanlah ini pertanda baik bagi saya dan yang lainnya. Semoga bermanfaat dan semakin amanah. Terima kasih kepada panitia komuniat blogger dan teknonesia. Amin.

AYAH DAN ROKET AIR



Gelar IPTEK Balitbang Sumatera Utara 2012 yang bekerjasama yang didukung Science For All dari tanggal 16 - 18 Oktober 2012 di Pendopo USU begitu berkesan. Kegiatan ini diperuntukan bagi siswa, mahasiswa, guru dan umum. Untuk guru ada Workshop Pembelajaran Science dengan merancang media pembelajaran melalui program Flash. Dari peserta minimal 40 guru bertambah sampai 80 guru. Kegiatan worksop guru saya tidak begitu intens melakukannya karena selain jadwal mundur dari rencana dan juga sedikit menjenuhkan dikarenakan banyak peserta dari guru lebih fokus menginstal program dan sedangkan saya tidak sama sekali membuka laptop. Karena hal ini sudah pernah saya lakukan, selain itu tidak ada chok untuk laptop saya yang harus hidup kalau ada aliran listik yang masuk. He.he

Selain itu, menariknya adalah kegiatan siswa untuk workshop dan lomba roket. Saya membawa dua sekolah SMA Harapan 1 Medan dan SMA Negeri 15 Medan. Dihari pertama, rabu 17 Oktober 2012 siswa mengikuti technical meeting (TM) dan dilanjutkan pada workshopnya. Guru hanya boleh mengikuti TM nya saja. Selain itu siswa diajak untuk workshop diruang tertutup sekaligus merancang membuat roket air dari botol minuman bersoda. Siswa membaut roket dengan berbagai variasi sayap untuk diluncurkan pada hari kamis, 18 Oktober 2012 di Stadion USU. 

Disela-sela kegiatan inilah siswa SMA Negeri 15 Medan (dian, denis, rere, bella dan afif) memanggilku "AYAH". Sangat kaget dan merasa malu karena sepertinya belum pantas menerima panggilan itu. Tapi mengapa mereka memanggil itu mungkin karena mereka sering saya ajak untuk mengikuti kegiatan-kegiatan yang membawa nama sekolah dan juga mereka adalah siswa yang tergabung dalam Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) SMA Negeri 15 Medan. Mereka juga saya ajak untuk mengikuti Olimpiade Sains di Methodits 2 pada tanggal 9-10 Nopember 2012. Semoga dikegiatan ini memberikan kebesaran hatinya untuk terus berjuang.

Hari berikutnya juga demikian, mereka selalu memanggil ayah bahkan ketika telphonan dan sms melalui HP. Ini merupakan kesan indah bagi saya, namun mudah-mudahan mereka selalu dihatiku karena saya sangat sayang kepada mereka (dian, denis, rere, bella dan afif). Amanah nama itu sangat besar dan perlu dijalankan karena mereka memanggil nama itu bukan tanpa alasan namun ada nilai psikologis bagi saya dan mereka. Semoga ini tetap terjaga dan menjadi siswa kebanggan bagi saya dan guru-guru lain. Mereka selalu setia ketika ditinggal untuk berlomba karena saya harus mengajar karena tak rela siswa yang ditinggalkan disekolah tak belajar dengan saya. Semoga mereka mengerti tentang kondisi ini. Walau saya harus kesana dan kemari, mereka tetap faham dengan kondisi ini.

Untuk siswa SMA Harapan 1 Medan (dinta, isna, nabila, alfin dan alvando) juga belum mendapatkan juara walau dari peluncuran kedua mereka masuk pada 9,18 m. Namun belum berhasil untuk mendapatkan juara. Terima kasih untuk siswa tercinta yang selalu sabar dan memiliki ide berlian untuk menciptakan sesuatu. Saya bangga mengenal mereka karena prestasi selanjutnya akan mereka raih. Hiks.hiks. Semoga berhasil.

Siswa SMA Negeri 15 Medan dan SMA Harapan 1 Medan bisa membuat roket air sedangkan saya belum pernah sama sekali dan juga meluncurkan roket air tersebut. Semoga saya juga akan bisa membuat dan mengikuti kegiatan lomba seperti mereka semua. Saya hanya bisa mengikuti lomba blog dari stand pameran yang ada yaitu darii komunitas blog Sumatera Utara  dan http://www.teknonesia.com
Dihari pengumuman siswa ini tidak mendapatkan juara karena masih jauh dari target sasaran. Pada penutupan kegiatan diumumkan juara-juaranya yaitu Juara 1, 2, 3, Harapan 1-3 SMK Pelayaran, SMK Raksana, SMPN 1 Pantai Labu, SMK Dwi Tunggal, SMP Al Fittya, SMA Shanto Thomas 1.


Jumat, 05 Oktober 2012

KARTUN SEBAGAI MEDIA APERSEPSI DAN EKPLORASI


Siswa baru akan beradaptasi dengan kondisi dan situasi sekolah yang berbeda dari jenjang pendidikan sebelumnya. Begitu juga dengan siswa SMA yang masih malu-malu karena masih mempelajari transisi dari SMP yang menggunakan celana/rok pendek warna biru ke celana/rok panjang yang berwarna abu-abu. Begitu juga ketika siswa di dalam kelas melihat dan memahami guru yang masuk dikelasnya dan banyak pertanyaan muncul siapa guru itu? atau guru ini mengajarkan pelajaran apa.
Pengalamanan yang begitu mengesankan ketika mengajar geografi untuk kelas X (sepuluh). Siswa akan merasakan pengalaman baru jika diberikan apersepsi tentang pelajaran yang akan dipelajarinya. Untuk mengekplorasi pengetahuan awal maka dilakukan apersepsi melalui tontonan kartun yang pernah dilihatnya ketika masih SD ataupun SMP, atau tontonan yang sering dilihatnya. Misalnya, ketika memberikan pengetahuan awal untuk belajar geografi maka diarahkan siswa untuk mengekplorasi kartun DORA yang selalu membawa peta. Peta merupakan ciri khas dalam pelajaran geografi, maka siswa akan terus untuk mengekplorasi tontonan kartun tersebut. Dengan kartun Dora maka geografi lebih dikenal dan mudah untuk dipahami.
Begitu juga dengan film kartun lainnya, maka diarahkan siswa untuk melihat gambar di papan tulis sebuah gambar dataran rendah, tinggi, gunung, sungai, dan samudera, maka akan diarahkan pada tontonan kartun NINJA HATORI. Ninja Hatori akan mengajak siswa aktif dalam bersuara dan bernyanyi.
"........
mendaki gunung lewati lembah,
sungai mengalir indah ke samudera
bersama teman bertualang"

dengan lagu ini, maka siswa semakin bersemangat untuk belajar dalam memahami materi pertama pelajaran geografi. Itulah apersepsi dan ekplorasi yang dilakukan dalam langkah-langkah dalam pembelajaran.
Begitu juga diarahkan acara yang berkaitan dengan geografi misalnya membandingkan pelajaran lain agar kedudukan geografi itu penting bagi siswa. Misalnya yang sering dilihat di TV adalah NATIONAL GEOGRAPHY, tidak ada National Fhisis atau National Biology. dan lain-lainnya.
Begitu juga tontonan di TV mengenai Boneka Si Unyil, Bolang (Bocah Petualang), Panji Penakluk Ular, Ekpedisi, Archiepelago, Jelajah daln lain-lain. Ini memberikan siswa lebih memahami apersepsi dan ekplorasi jika dilakukan untuk kelas X (sepuluh) Semester Ganjil Pelajaran Geografi pada siswa baru yang baru mengenal sekolah yang barunya.
Bahwa Televisi (TV) itu bagian yang positif untuk ditonton oleh siswa sebagai menambah kecintaan pada Tanah Air Indonesia sesuai dengan Nilai Karakter Bangsa, juga memberikan nilai positif dalam menonton TV bagi siswa.

Semoga bermanfaat bagi kita semua.