Tampilkan postingan dengan label Ide. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ide. Tampilkan semua postingan

Selasa, 22 Januari 2013

Surat Kabar Terbitan Hari ini Jadi Media Pembelajaran Esok Hari

Berlangganan surat kabar terbitan nasional, banyak keuntungannya bagi yang hobi membaca untuk mendapatkan informasi terkini dan tingkat keilmiahannya sangat tinggi. Berlangganan surat kabar ini dimulai bulan ini yang diantar ke rumah setelah lama berhenti berlangganan semenjak akan menikah di tahun 2011. Kebiasaan membaca dari halaman belakang memberikan suasana berbeda dari pembaca biasanya. Karena dibagian belakang biasanya banyak memuat informasi dan iklan yang penting didapatkan dan sifatnya ringan dibandingkan dibagian awal surat kabar tersebut.

Setelah membaca sekian lama surat kabar ini dimalam ini, saya mendapatkan topik yang sedang menarik dari kejadian bencana banjir yang melanda DKI Jakarta dan sekitarnya. Setelah melihat rubrik IPTEK terdapat bahasan surat kabar tersebut yang terkait dengan materi pembelajaran geografi di kelas XI IPS untuk semester II ini. Materi tersebut adalah Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup. Dibaca secara cermat dan dipotong gunakan cutter dan rencana esok hari akan di foto copy dan dibagiakan ke siswa bertepatan les mengajar ada di kelas XI IPS. 


Bahasan ini akan menjadi materi diskusi, karena sesuai dengan materi dan metode yang ada di RPP. Alangkah senangnya saya dan berharap siswa akan termotivasi untuk membahasa materi ini. Selain terkait di materi juga akan mengali pengetahuan dan tingkat keingintahuan tentang materi sangat tinggi. Diungkpan tentang masalah, realita di masyarakat dan solusi yang ada.

Selain itu juga didapatkan materi tentang SDA pada pembahasan Minyak Bumi dan Gas dihalaman berikutnya. Begitu lengkap isi dari surat kabar ini pada hari ini untuk dijadikan materi esok hari. Guru harus memfasilitasi siswa untuk belajar dalam mencapai tingkat berfikir yang tinggi dan dapat mengambil keputusan bagi permasalahan yang ada disekelilingnya. 

Alangkah bahagianya, ketika membaca akan membuka ide baru dalam mengajar yang kreatif, menyenangkan,, bermanfaat kekinian. Semoga ini menjadi media pembelajaran esok hari yang efektif dan efisien bagi siswaku.

Semoga berhasil mencapai untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Amin


Wassalam

Sofyanto

Busa Cuci Piring Dijadikan Media Pembelajaran

Memasuki pertemuan ketiga di semester II (genap) TP. 2012/2013, maka guru harus dituntut untuk berfikir kreatif dan berkarya untuk membuat media pembelajaran yang sesuai dan benar untuk materi tertentu. Begitu juga, saat untuk materi tektonisme, maka berkaitan dengan patahan dan lipatan. Maka cari ide agar siswa mudah untuk memahami materi tersebut. Media pembelajaran ini dicari karena laptop saat ini tak bisa lagi di hubungkan ke Infocus/Slide Proyektor terhambat VGA yang sudah rusak.

Waktu magrib segera tiba, ketika duduk-duduk beristirahat terfikir bagaimana menyiapkan materi pembelajaran untuk esok hari. Berfikir, cari busa harus keluar rumah dan kardus ada di gudang, sedangkan gabus putih tak mungkin. Maka setelah magrib meluncur ke plaza untuk membeli busa cuci piring. Ternyata banyak pilihan warna dan harganya sekitar Rp. 10.000,- (5 buah) dan ada yang 4 buah dalam 1 bungkus. Busa di beli sekaligus membeli barang kebutuhan rumah tangga lain, seperti sendok, garpu dan pisau. Wau, ini harus dibuat kreatif, bagaimana media ini harus terwujud.

Di hari senin, masuk ke kelas dan menunjukan busa-busa itu didepan  siswa, Siswa langsung bertanya-tanya, itu apa ? untuk apa? mintalah, keren warnanya. Waduh koq diminta, padahal ini kan mau dijadikan media pembelajaran hari ini untuk kelas X. Ini sengaja dilakukan agar siswa bertanya dan penasaran apa yang ada di atas meja guru. Setelah menuliskan di papan tulis tentang tenaga geologi, maka untuk tektonik, saya langsung mengambil busa yang berwarna-warni tersebut. Di bagian atas busa ada warna hijau yang tipis dan warna berbeda setiap busa yang ada. Ada warna merah, biru, kuning, hijau, abu-abu. 


Diambil busa dan dibentuk seperti patahan (horst dan slenk/graben), dan lipatan (antiklinal dan sinklinal). Maka siswa diajak berdiskusi bahwa kerak bumi itu berlapis-lapis seperti busa tadi. Ilustrasikan dulu tentang bagaimana siswa ketika pergi ke Brastagi, maka akan melewati puncak dan lembah Bukit Barisan. Kemudian dijelaskan bagaimana horst itu terjadi dan slenk/graben di bisa terbentuk. Begitu juga dengan lipatan, busa dibentuk dengan berbagai jenis lipatan. Ternyata siswa seletah ditanya tentang materi ini, sebagian banyak yang faham tentang materi ini. Saya meraskan sedikit berbeda pada tahun pelajaran sebelumnya, guru yang lebih aktif dibandingkan siswa. Kegiatan ini siswa lebih aktif karena banyak pertanyaan bagaimana lapisan kerak bumi ini terjadi dan bagaimana Bukit Barisan itu ada. Semua itu diberikan contoh yang lebih mendekati objek. Karena kalau pada mata pelajaran geografi, tak mungkin harus membawa bukit atau kerak bumi ke dalam ruang kelas. Ide ini saya anggap sebagai hal kreatif menyikapi media laptop dan Slide Proyektor tidak berfungsi.

Oleh karena itu, busa cuci piring ini akan memberikan manfaat bagi guru, karena warnanya bervariasi, mudah dibentuk dan ringan untuk dibawa kemana-mana. Ini lebih efektif dibandingkan media pembelajaran yang sudah jadi. Karena berat untuk dibawa juga harganya terlalu mahal bagi sekolah kami. Walau media ini teradapat kelebihan dan kekurangnya sebagai media pembelajaran, semoga bermanfaat bagi kita semua untuk mencari ide kreatif agar materi geografi mudah untuk difahami.

Terima kasih
Wassalam


Jumat, 05 Oktober 2012

KARTUN SEBAGAI MEDIA APERSEPSI DAN EKPLORASI


Siswa baru akan beradaptasi dengan kondisi dan situasi sekolah yang berbeda dari jenjang pendidikan sebelumnya. Begitu juga dengan siswa SMA yang masih malu-malu karena masih mempelajari transisi dari SMP yang menggunakan celana/rok pendek warna biru ke celana/rok panjang yang berwarna abu-abu. Begitu juga ketika siswa di dalam kelas melihat dan memahami guru yang masuk dikelasnya dan banyak pertanyaan muncul siapa guru itu? atau guru ini mengajarkan pelajaran apa.
Pengalamanan yang begitu mengesankan ketika mengajar geografi untuk kelas X (sepuluh). Siswa akan merasakan pengalaman baru jika diberikan apersepsi tentang pelajaran yang akan dipelajarinya. Untuk mengekplorasi pengetahuan awal maka dilakukan apersepsi melalui tontonan kartun yang pernah dilihatnya ketika masih SD ataupun SMP, atau tontonan yang sering dilihatnya. Misalnya, ketika memberikan pengetahuan awal untuk belajar geografi maka diarahkan siswa untuk mengekplorasi kartun DORA yang selalu membawa peta. Peta merupakan ciri khas dalam pelajaran geografi, maka siswa akan terus untuk mengekplorasi tontonan kartun tersebut. Dengan kartun Dora maka geografi lebih dikenal dan mudah untuk dipahami.
Begitu juga dengan film kartun lainnya, maka diarahkan siswa untuk melihat gambar di papan tulis sebuah gambar dataran rendah, tinggi, gunung, sungai, dan samudera, maka akan diarahkan pada tontonan kartun NINJA HATORI. Ninja Hatori akan mengajak siswa aktif dalam bersuara dan bernyanyi.
"........
mendaki gunung lewati lembah,
sungai mengalir indah ke samudera
bersama teman bertualang"

dengan lagu ini, maka siswa semakin bersemangat untuk belajar dalam memahami materi pertama pelajaran geografi. Itulah apersepsi dan ekplorasi yang dilakukan dalam langkah-langkah dalam pembelajaran.
Begitu juga diarahkan acara yang berkaitan dengan geografi misalnya membandingkan pelajaran lain agar kedudukan geografi itu penting bagi siswa. Misalnya yang sering dilihat di TV adalah NATIONAL GEOGRAPHY, tidak ada National Fhisis atau National Biology. dan lain-lainnya.
Begitu juga tontonan di TV mengenai Boneka Si Unyil, Bolang (Bocah Petualang), Panji Penakluk Ular, Ekpedisi, Archiepelago, Jelajah daln lain-lain. Ini memberikan siswa lebih memahami apersepsi dan ekplorasi jika dilakukan untuk kelas X (sepuluh) Semester Ganjil Pelajaran Geografi pada siswa baru yang baru mengenal sekolah yang barunya.
Bahwa Televisi (TV) itu bagian yang positif untuk ditonton oleh siswa sebagai menambah kecintaan pada Tanah Air Indonesia sesuai dengan Nilai Karakter Bangsa, juga memberikan nilai positif dalam menonton TV bagi siswa.

Semoga bermanfaat bagi kita semua.