Tampilkan postingan dengan label Kelas X. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kelas X. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 Juli 2016

MEDIA PEMBELARAJAN PETA MELALUI PAPER POLYHEDRA

Pernahkah mengalami kesulitan dalam menerapkan pembelajaran geografi di kelas X, XI dan XII. Jika pernah mengalaminya, materi apakah yang sulit untuk dilakukan pembelajarannya di kelas sesuai dengan kemampuan siswa. Maka untuk mengoptimalkan pembelajaran di kelas, maka ada media yang menarik dan sudah tersedia untuk diterapkan sehingga pembelajaran menjadi menarik.

Namun dalam penggunaan pembelajarannya, guru harus melalukan beberapa kegiatan persiapan, antara lain pencetakan gambar-gambar pada tautan di bawah yang tersedia sesuai dengan resolusinya masing-masing. Selanjutnya Siswa atau guru memfasilitasi dengan lem, pengaris. pisau dan lain-lain sehingga siswa akan mudah merangkainnya sesuai pola yang tersedia. 

Materi yang tersedia medianya, antara lain pada materi PETA. Materi ini pada KTSP ada pada silabus Kelas XII Semester I dan pada Kurikulum 2013 (K-13) berada pada Kelas X Semester I.Untuk lebih jelas tentang media pembelajaran peta terutama pada sub materi proyeksi dengan memanfaatkan Paper Polyhedra dapat di klik disini. 

Dilain waktu, akan saya jelaskan media pembelajaran peta melalui Paper Polyhedra ini. Terima kasih

Kamis, 04 Juni 2015

Rabu, 13 November 2013

AWAN MENDUNG BERWARNA GELAP


 

Awan warnanya seputih kapas. Air tak berwarna alias bening. Tapi mengapa awan mendung warnanya gelap, ya? Jawabannya karena menyerap cahaya dan tidak menyebarkannya.

Seperti kita tahu, udara di sekitar penuh dengan air dalam bentuk gas atau uap air. Nah, udara dingin naik ke atas lapisan atmosfer lebih tinggi dan menyebabkan uap air mengembun. inilah proses pembentukan awan. 

Partikel-partikel di atmosfer menghamburkan cahaya dari matahari, tata surya yang gelap, dan akhirnya menghasilkan warna biru pada langit. Jadi, langit berwarna biru karena faktor tersebut. Tapi tidak demikian dengan awan, ia tidak membiaskan warna biru melainkan menyebarkan semua warna cahaya sehingga akhirnya membentuk warna putih.

Untuk lebih memahami ini coba ingat pelajaran fisika tentang prisma warna. Warna putih yang diteruskan lewat prisma tersebut menghasilkan banyak warna pelangi. Begitulah kira-kira prinsip awan, ia mengumpulkan semua warna dan menghasilkan warna putih.

Demikian pula, karena awan menyerap semua cahaya, maka begitu uap air pembentuk hujan atau salju semakin banyak berkumpul, yang dihasilkan adalah warna gelap (kelabu). Ini terjadi karena begitu tebalnya lapisan air dalam awan tersebut. Berarti, semakin gelap awan yang kita lihat, semakin tebal dan tinggi air yang ada.

Sumber : http://www.apakabardunia.com/2013/11/mengapa-awan-mendung-berwarna-gelap.html
 

Selasa, 17 September 2013

PENDEKATAN GEOGRAFI


Mengkaji objek geografi, maka dibutuhkan pendekekatan untuk memecahkan masalahnya. Oleh karena itu akan diuraikan pendekatan geografi.

PENDEKATAN KERUANGAN
1)Pendekatan Topik
Selama melakukan pendekatan topik tidak boleh melepaskan hubungannya dengan ruang yang menjadi tempat gejala. Berdasarkan landasan keruangan itu akan dapat dibandingkan karakteristik gejala disuatu daerah dengan gejala di daerah lain
2)Pendekatan Aktivitas Manusia
Digunakan untuk mendeskripsikan berbagai kegiatan manusia/kegiatan penduduk. Pengungkapan aktivitas penduduk ditinjau dari persebaran, interelasi, dan deskripsinya dengan gejala lain yang berkenaan dengan segala aktivitas.
3)Pendekatan Regional
Berarti mengkaji suatu gejala atau masalah dari sebuah region menurut tempat gejala atau masalah itu tersebar.
  Unsur-unsur yang selalu berhubungan dengan pendekatan dan analisis keruangan adalah jarak pola, site dan situasi, aksebilitas, serta keterkaitan

PENDEKATAN LINGKUNGAN
Geografi dan ekologi merupakan 2 bidang ilmu yang berbeda sehingga prinsip & konsep yang berlaku pada bidang tersebut juga berbeda
Geografi berkenaan dengan interelasi antara kehidupan manusia dan faktor fisik yang menghubungkan suatu region dengan region lainnya.
Adapun ekologi, khususnya ekologi manusia berkenaan dengan interelasi antara manusia dan lingkungannya yang membentuk suatu sistem ekologi/ekosistem

PENDEKATAN KOMPLEKS WILAYAH
Menelaah gejala/fenomena dengan menggunakankombinasi antara analisis keruangan dan analisis ekologi. Suatu wilayah dikaji dengan pengertian areal differentiation (anggapan bahwa interaksi antarwilayah akan berkembang karena adanya perbedaan).
Pendugaan wilayah (regional forecasting)
Perancangan wilayah (regional planning) merupakan aspek penting dalam analisis komplek wilayah