Tampilkan postingan dengan label Siswa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Siswa. Tampilkan semua postingan

Jumat, 11 April 2014

SEKOLAHKU, SEKOLAH ELEGAN !



Banyak sekolah favorit di perkotaan karena prestasi akademiknya namun terkadang tidak didukung oleh lingkungan yang nyaman, indah karena ditumbuhi oleh tanaman dan bunga dilingkungan sekolah.  Untuk menuju sekolah yang berbasis pada lingkungan maka SMA Negeri 15 Medan berusaha mewujudkannya dengan berbagai progra-program kegiatan. Istilah yang dikenal di sekolah ini dengan istilah SEKOLAH ELEGAN. 

SMA Negeri 15 Medan ingin menjadi sekolah elegan seperti keberhasilan sekolah-sekolah yang ada di Kota Medan meraih piala Adiwiyata dari Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia di tahun 2013. Sekolah yang sudah meraih itu seperti SMA Negeri 13 Medan.Selain itu sekolah tersebut bersama SMA Negeri 21 Medan dan SMA Negeri 2 Medan juga menjadi pemenang hutan sekolah 2013 yang diselenggarakan oleh Kompas dan BRI. 

 Usaha yang sudah dilakukan antara lain memberikan pelatihan, melibatkan warga sekolah seperti siswa, guru, pegawai untuk ikut serta mewujudkannya. Mewujudkannya harus saling kerjasama dan gotong royong. Semangat ini diwujudkan oleh siswa dengan membuat video di bawa  ini. http://www.youtube.com/watch?v=aqkfMJ4Kg2k

Semoga mimpi-mimpi SMA Negeri 15 Medan tercapai, sehingga sekolahku menjadi sekolah yang ELEGAN. 

Sabtu, 29 Maret 2014

PAK, KENAPA SAYA TAK DIHUKUM ?

 

Kebiasaan siswa yang sering terjadi dan melanggar peraturan sekolah ialah urusan merokok di lingkungan sekolah. Untuk mengkelabui guru dan siswa lain, melakukannya di tempat tertentu seperti kantin, belakang sekolah bahkan di toilet.

Begitulah peristiwa itu terjadi pada hari sabtu, 29 Maret 2014. Siswa yang selama ini mempunyai kemampuan belajar yang kurang, keluar dari toilet pria. Kebetulan bapak guru lewat dan tidak curiga apa yang mereka lakukan. Ada anak penjaga sekolah yang bertanya, kenapa mereka pak? merokok ya? Kemudian dijawab bahwa mereka tak melakukan apa-apa. Kemudian guru berlalu begitu saya, namun hatinya ada yang janggal. Kemudian karena penasaran terhadap anak tersebut apa yang dilakukannnya walau siswa tersebut sudah keluar dari toilet. Ternyata setelah di cermati toilet tersebut seperti bau rokok dan siswa asap rokok masih tersisa.

Ketika bapak guru melewati ruang kelas kedua siswa tersebut dan kemudian memanggilnya. Sebenarnya bapak guru tersebut akan mengajar di kelas sebelah, namun karena memanggil kedua siswa tersebut, bapak guru meletakan hanya meletakan tasnya di kelas yang akan diajarnya dan memerintahkan siswa untuk menenangkan diri di dalam kelas. Keluar dari kelas yang diajarnya, maka guru menjumpai kedua siswa tersebut diluar kelas dan duduk bersama. Tampak dari jauh ibu guru kedua siswa tersebut masuk, siswa disuruh untuk permisi karena ada urusan dengan guru yang mengurusi siswa yang bermasalah ini. Kata ibu guru tersebut, ternyata bapak juga tertarik dengan kedua siswa ini ya. Mungkin kedua siswa ini didalam kelas terkadang memiliki masalah yang rumit di kelasnya, selain kemampuan otak yang lambat dalam belajar juga tingkah lakunya yang lain.

Mengurus siswa ini, memang butuh yang ekstra. Bapak guru itu mengintrogasi kedua siswa ini dari berbagai pertanyaan. Mengapa merokok, dari mana rokoknya, sudah lama melakukannya, pekerjaan orang tua dan lain-lain. Setelah itu, kedua siswa tersebut disuruh masuk, namun tidak mau masuk dan minta dihukum. Mungkin siswa ini heran sama bapak guru ini kenapa tidak dihukum. Bapak guru tersebut hanya bilang mau urusan ini sama BP, walikelas, Kepala sekolah atau sama bapak guru aja. Mereka menjawab sama bapak saja urusan ini diselesaikan. Namun keheranan mereka terus mengalir dan sampai menangis. Padahal mereka itu terkesan "garang" kalau dikelas saat belajar dengan bapak guru yang mengajar dikelasnya dan mengurusi masalah ini. Herannya mungkin kenapa tak dihukum sama sekali sedangkan jika bermasalah dengan guru lain selalu dihukum dan melakukan perjanjian tertentu. 

Disuruh masuk kelas juga tak masuk pada ibu guru yang sudah memulai pelajaran. Wajahnya merah dan ari matanya sedikit mulai keluar. Dan kedua siswa tersebut terus meminta hukuman dan bapak guru juga tak memberi hukuman. Akhirnya bapak guru tersebut meninggalkan mereka dan siswa tersebut akhirnya masuk ke dalam kelas untuk belajar. 

Bapak guru itu terus berfikir, mungkin cara seperti inilah yang tepat untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi siswa jika bersalah. Bukan terus menghukumnya dengan sanksi atau perjanjian. Namun bapak guru tersebut tak mau perjanjian dan sanki, namun hanya mengisyaratkan bahwa kepercayaan mereka  akan tetap terjaga bila "mulut"nya juga akan menjadi saksinya.

Semoga pendekatan ini akan menyelesaikan masalah yang dihadapi, bahwa merokok itu berdampak pada dirinya dan orang lain. Karena orang tuanya berhenti merokok karena terus mengalami kesakitan dan siswa satu lagi menyatakan bahwa nafasnya juga terasa sakit jika merokok. Semoga ini dapat menyadarkannya agar kedua siswa tersebut sadar dan kebaikan untuk dirinya agar tidak melanggar peraturan yang ada. 

Bapak guru sebenarnya menyayangi mereka namun cara menyelesaikan masalahnya dengan cara yang berbeda. Terima kasih untuk semuanya karena itu bagian dari belajar untuk kehidupan.

Kamis, 20 Maret 2014

SISWA GALAU MEMILIH PROGRAM STUDI SNMPTN UNDANGAN


Siswa SMA/SMK/MA dan sederajat sudah disibukan dengan kegiatan persiapan Ujian Nasional sebagai penilaian akhir di tingkatnya. Sebelum kegiatan tersebut, siswa disibukan dengan pilihan program studi untuk kuliah di Perguruan Tinggi Negeri. Siswa semakin galau karena tidak memahami mau kemana setelah menyelesaikan studinya di tingkat SMA/SMK/MA. 

Untuk pemilihannya, siswa datang untuk berkonsultasi ke wali kelas XII, guru BP,  wakil kepala sekolah, tentor bimbingan belajarnya, orang tua bahkan guru favoritnya di sekolahnya. Konsultasi terkadang siswa tidak mendapatkan keinginannya karena tidak sesuai apa yang ada difikiran dan hatinya. 

Kegalauan ini banyak terjadi, bukan saja di sekolah di daerah pedalaman, bahkan sekolah yang dianggap favorit di perkotaan. Siswa mengalami kegalauan sangat mendasar, bakan pengalaman yang ada pada tahun sebelumnya, siswa memilih program studi yang selama ini tidak ada dalam fikirannya atau bukan kesimpulan dari konsultasi yang dilakukannya.

Ini terjadi karena tidak kesiapan psikologis yang terjadi pada siswa dalam pengambilan keputusan dalam hidupnya. Menyikapi permasalahan tersebut, maka siswa harus disiapkan untuk pemilihan program studi di perkuliahannya tidak dilakukan di kelas XII, namun dilakukan semenjak sekolah. Dengan demikian siswa dapat dibimbing dan diarahkan oleh orang tua dan guru untuk meraih mimpi dalam kehidupannya. Kegiatan pembimbingan tidak bisa dilakukan hanya dalam beberapa kali saja, namun harus berkelanjutan untuk melihat perkembangan yang ada. 

Pada usia ini, siswa pada usia 15-19 tahun merupakan proses pencarian jati diri, maka diperlukan pendampingan secara terus menerus. Disinilah siswa akan mendapatkan pilihan yang sesuai dengan bakat, minat, bahkan mimpinya dalam meraih cita-cita. Kegalauan akan hilang sehingga dapat frustasi jika gagal tidak akan berpengaruh pada perkembangan kejiwaannya.

Pilihlah progam studi yang sesuai dengan kata hati dan mimpinya dari hasil berbagai pertimbangan yang ada. Persaingan didalam kelas selalu ada, apalagi sesama siswa di sekolah tersebut, bahkan dengan sekoah lain. Pilihlah program studi yang yang memiliki peluang untuk menjadikan pribadi-pribadi siswa ini akan menjadi dewasa dalam menjalani kehidupan yang masih panjang ini. 

Film India "3 Idiot" akan dapat menjadikan inspirasi bagi kita semua terutama orang tua, guru serta siswa dalam mimilih program studi pada SNMPTN Undangan tahun 2014. Sukses untuk kita semua.

Kamis, 28 November 2013

LOMBA MENULIS SURAT DALAM PERINGATAN HARI IBU TAHUN 2013




DALAM RANGKA MEMPERINGATI HARI IBU TAHUN 2013
PT. POS INDONESIA(PERSERO) MELAKSANAKAN LOMBA MENULIS SURAT UNTUK TINGKAT SLTP DAN SLTA PROPINSI SUMATERA UTARA DAN ACEH TAHUN 2013
BERHADIAH TOTAL RP. 14.400.000,-


A.      LATAR BELAKANG
Untuk memperingati Hari Ibu tanggal 22 Desember 2013, dan membangkitkan kembali budaya menulis surat dan mencerdasakan bangsa bagi generasi muda terutama murid Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) dan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) di Wilayah Propinsi Sumatera Utara dan Aceh.

B.      KETENTUAN UMUM
1.       Tema Lomba:
a.       Budi baik ibuku tak akan terlupakan
b.      Kasih ibu sepanjang masa
2.       Waktu Lomba: 18 November 2013 s.d 22 Desember 2013
3.       Peserta hanya untuk siswa SLPT dan SLTA
4.       Peserta siswa dari propinsi Sumatera Utara dan Aceh
5.       Diketik rapi diatas kertas A4, font 12 Arial, margin atas dan kiri 2,5 cm, margin kanan dan bawah 2 cm, minimal  1.000 karakter dan maks. 2.000 karakter, 2 spasi (1,5 s.d 2 halaman)
6.       Peserta dapat mengikuti lomba dengan tulisan tangan yang rapid an bisa terbaca dengan ketentuan banyak tulisan setara ketikan butir B.5 di atas

C.      KRITERIA KARANGAN
1.       Peserta perorangan, karya asli, bukan dibuatkan orang tua/orang lain
2.       Naskah sesuai dengan struktur surat, nama, tempat di tulis, tanggal, keada, salam pembuka, pengantar, isi surat, salam penutup, tanda tangan dan nama penulis
3.       Peserta dapat mengirimkan naskah untuk 2 (dua) tema dengan ketentuan 1 (satu) tema untuk 1 (satu) surat dengan sampul surat terpisah
4.       Peserta wajib mencantumkan nama lengkap, nama dana alamat sekolah, alamat rumah/kode pos, dan jika ada nomor telephon/HP yang mudah dihubungi pada bagian-bagian akhir surat setelah tanda tangan
5.       Naskah tidak diketik atau ditulis timbale balik, melainkan pada lembar yang terpisah apabila melebihi 1 (satu halaman)

D.      PENGIRIMAN
1.       Pada sampul surat dicantumkan nama lengkap, nama dan alamat sekolah atau alamat rumah/kode pos, jika ada nomor telephon/HP yang mudah dihubungi
2.       Naskah dimasukan ke dalam sampul tertutup dengan ditempel prangko secukupnya atau dengan layanan kilat khusus melalui Pos paling lambat 23 Desember 2013 (cap pos) kepada:
Panitia Lomba Menulis Surat Hari Ibu
PT. Pos Indonesia (Persero) PO.BOX 161 Medan 20000

E.       PENILAIAN
1.       Karangan/tulisan yang memenuhi criteria akan dinilai oleh dewan juri Lomba Karya Tulis Tingkat SLTP/SLTA yang independen
2.       Keputusan dewan juri adalah mutlak dan tidak dapat diganggu gugat

F.       PEMENANG
1.       Pemenang akan diberitahukan melalui surat dan diumumkan di papan pengumuman Kantor Pos serta media massa (melalui press release)
2.       Pemenang akan diberikan sertifikat, piala dan penghargaan tabungan sebesar:
a.       Hadiah Kategori Tingkat SLTP
1)      Juara I                                : Rp. 2.000.000,-
2)      Juara II                              : Rp. 1.500.000,-
3)      Juara III                             : Rp. 1.000.000,-
4)      Juara Harapan I                 : RP.    750.000,-
5)      Juara Harapan II                : RP.    500.000,-
6)      Juara Harapan III              : Rp.    400.000,-

b.      Hadiah Kategori Tingkat SLTA
1)      Juara I                                 : Rp. 2.500.000,-
2)      Juara II                               : Rp. 2.000.000,-
3)      Juara III                              : Rp. 1.500.000,-
4)      Juara Harapan I                 : RP. 1.000.000,-
5)      Juara Harapan II                : RP.    750.000,-
6)      Juara Harapan III              : Rp.    500.000,-

Total hadiah uang tabungan RP. 14.400.000,- (empat belas juta empat ratus ribu rupiah)

PT. Pos Indonesia (Persero) Kantor Area I Sumut – Aceh Telp: 061.4570053
Informasi lebih lanjut hubungi : Sdr. Abdul Haris Lubus dan Marwan

Minggu, 06 Oktober 2013

ASYIKNYA WARNET BAGI SISWA

Ada beberapa orang tua siswa mengeluhkan masalah anaknya pada guru, karena ketika orang tua memberikan uang sebelum berangkat sekolah harus meminta ditambah lagi dan bahkan setiap hari. Alasannya banyak sekali tugas dari guru untuk membuat makalah sehingga banyak membutuhkan biaya untuk ke warnet (warung internet). Alasan ini dapat diterima oleh orang tua, namun hal ini terjadi terus menerus dengan alasan yang sama. Terkadang bagi siswa di warnet ini lebih mengasyikan sehingga melampaui batas dalam pemakaiannya oleh siswa. Di warnet, siswa lebih banyak bermain games bahkan taruhan dengan siswa lainnya sehingga lebih banyak uang yang dibutuhkan.
Banyak siswa yang tidak hadir di sekolah saat ini dengan berbagai alasan. Setelah dikonfirmasi ke orang tua setelah melalui pemanggilan orang tua siswa, ternyata anaknya berangkat berseragam ke sekolah, dan pulang ke rumah sesuai dengan jamnya. Ini dilakukan siswa untuk menutupi keasyikannya di warnet dibandingkan di sekolah dan beranggapan bahwa orang tuanya yakin anaknya belajar di sekolah. Di sekolah siswa seperti ini banyak dikeluarkan karena kenakalannya dari kehadirannya yang sedikit jumlahnya dibandingkan alpanya, tindakan kriminalitas dan lainnya.
Banyak orang tua menyangka bahwa anaknya belajar giat di sekolah namun harapan berbeda yang selama ini difikirkan. Siswa lebih asyik di warnet bermain games dan membuka situs-situs yang diinginkan.Dengan banyaknya siswa yang mulai asyik bermain diwarnet akan membawa pengaruh kepada diri siswa antara lain:
  • menjadikannya siswa memiliki sifat tertutup jika berada di rumah karena takut banyak ditanyakan kegiatannya di sekolah, karena tidak tahu apa yang terjadi selama di sekolah dan lebih asyik di warnet
  • meningkatkan tindakan perjudian karena di warnet siswa bermain games  secara online dan sesama temannya sehingga membutuhkan uang yang banyak untuk melakukannya
  • meningkatnya tindakan pencurian uang oleh anak saat dirumah karena membutuhkan uang untuk berjudi atau membayar biaya pemakaian internet di warnet
  • membuat siswa malas belajar di sekolah karena di warnet lebih mengasyikan dan banyak berkumpul teman seusianya pada jam belajar di sekolah
Untuk mengatasi permasalahan siswa yang lebih asyik di warnet tersebut sebenarnya ada beberapa tindakan yang dilakukan antara lain:
  • orang tua untuk melakukan pengawasan dengan berkomunikasi ke sekolah tentang kehadirannya sebagai bentuk kepedulian orang tua terhadap pendidikan anaknya
  • melakukan pembelajaran yang menarik dan menyenangkan bagi siswa sehingga lebih tertarik belajar dibandingkan berada di luar sekolah sehingga rasa kecintaan belajar dan prestasi terus tumbuh pada dirinya
  • melakukan pembinaan bagi siswa untuk kegiatan ektrakurikuler dan beroganisasia sekolah untuk menghindari tindakan yang menyimpang dari aturan
  • melakukan razia ke warnet pada jam belajar di sekolah secara kontiniu untuk memberikan pembinaan secara mental
Secara khusus, guru yang melihat ada perubahan sikap siswa yang menunjukan melakukan tindakan menyimpang dari kebiasaan dalam belajar dan sehari-harinya, maka pembinaan secara khusus dilakukan. Tindakan tidak saja pada siswa tersebut namun harus melakukan pada siswa lainya yang belum terindikasi melakukan penyimpangan perilaku. Untuk siswa yang sudah sering tidak datang kesekolah karena lebih asyik di warnet maka pembinaannya ialah siswa diarahkan untuk melakukan proses belajarnya di sekolah berbasis internet sehingga akan dapat terkonntol apa yang dilakukannya. Sehingga siswa merasakan kenyamanan dalam belajar dibandingkan bermain di luar walau hal ini sulit dilakukan secara khusus atau perorangan. Guru harus melakukan pembelajaran yang menarik bagi siswanya dan memancing siswa untuk berkreatifitas dalam belajar dengan menggunakan internet. Guru yang memberikan tugas secara mandiri selama ini namun tidak terkontrol jika siswa menyelesaikan tugasnya di luar sekolah sehingga memberikan keraguan pada orang tua apa yang dilakukannya.
Warnet di luar tidak terkontrol, maka warnet (warung internet) juga dapat diterapakn dengan membuat wifi di kantin atau warnet di sekolah sehingga segala aktivitas dapat terawasi oleh warga sekolah lainnya. Asyiknya bermain di sekolah akan memberikan peluang rasa memiliki sekolah akan terwujud dengan mencintai kegiatannya.
Keberhasilan siswa dalam belajar tergantung suasana keasyikan di sekolah dan dirumah, bukan diluar itu. Maka jadikan rumah dan sekolah yang ASYIK. Oke.