KUNJUNGAN
Formulir Kontak
Tampilkan postingan dengan label Wilayah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wilayah. Tampilkan semua postingan
Rabu, 14 Januari 2015
Kamis, 20 September 2012
WILAYAH FORMAL DAN NON FORMAL
08.44.00 – by sofyanto-medan.blogspot,com
1.
Wilayah Formal
Yang
dimaksud wilayah formal menurut
Wardiyatmoko, yaitu wilayah yang bercirikan dengan
asosiasi areal yang ditandai dengan alam fisik, biotik, dan sosial.
Perwilayahan
secara formal di permukaan bumi, mudah diamati dan dibedakan karena
perwilayahan secara formal jelas batas-batasnya. Berdasarkan proses
klasifikasinya ada beberapa wilayah secara formal antara lain:
a.
Wilayah Menurut Kekhususannya.
Klasifikasi wilayah ini merupakan daerah tunggal, mempunyai ciri-ciri geografi
yang khusus. Wilayah demikian ini disebut specific region.
Contoh:
1)
Wilayah Asia Tenggara, di mana daerah ini merupakan daerah tunggal dan
mempunyai ciri-ciri geografi yang khusus, seperti dalam hal lokasi, penduduk,
adat-istiadat, bahasa, dan lain sebagainya.
2)
Wilayah waktu Indonesia bagian Timur, di mana daerah ini merupakan daerah
tunggal dan mempunyai ciri khusus, yaitu yang lokasinya di Indonesia bagian
timur.
3)
Wilayah daerah penangkapan udang laut di Indonesia mempunyai ciri khusus.
Lokasinya sepanjang pantai hutan bakau atau laut yang pantainya tidak begitu
dalam dan reliefnya bercelah-celah yang cocok untuk sarang udang.
b.
Wilayah yang Menekankan Perbedaan Kepada Jenisnya disebut
generic region. Dalam hal ini fungsi wilayah kurang
diperhatikan.
Contoh:
wilayah
iklim, wilayah vegetasi, wilayah fisiografi, wilayah pertanian, dan wilayah
yang menghasilkan hasil bumi. Dalam hal ini yang ditekankan adalah jenis
perwilayahan saja.
c.
Wilayah Berdasarkan Keseragaman atau Kesamaan Dalam Kriteria
Tertentu. Wilayah seperti ini disebut uniform
region.
Contoh:
wilayah
pertanian, di mana terdapat keseragaman atau kesamaan antara petani atau daerah
pertanian dan kesamaan ini menjadi sifat yang dimiliki oleh elemen-elemen yang membentuk
wilayah.
1.
Contoh Perwilayahan Formal
Suatu
wilayah yang ditandai dengan asosiasi areal yang ditandai dengan kenampakan
fisik (alam), biotik (kehidupan), dan sosial (kemasyarakatan) merupakan wilayah
secara formal.
Permukaan
bumi ini sangat luas sehingga perwilayahan secara formal juga banyak aneka
ragamnya.
a.
Contoh Kenampakan Areal Fisik
1)
Gunung dan pegunungan.
2)
Sungai, DAS, dan rawa.
3)
Relief berbentuk antiklinal, sinklinal, patahan, dan lipatan.
b.
Contoh Kenampakan Areal Biotik
1)
Hutan-hutan.
2)
Daerah pertanian dan perkebunan.
3)
Daerah sawah, tegal, dan ladang.
c.
Contoh Kenampakan Areal Sosial
1)
Kelompok RT, RW, dan kelurahan.
2)
Golongan masyarakat desa dan masyarakat kota.
3)
Golongan bangsa kulit putih dan kulit hitam.
Wilayah
di permukaan bumi merupakan tempat bagi manusia untuk dapat melakukan berbagai
aktivitas, baik sosial, ekonomi, maupun budaya. Pemilihan wilayah sebagai
tempat berbagai aktivitas tersebut sangat dipengaruhi oleh banyak faktor
seperti iklim, topografi, keadaan tanah, air, dan sumber daya alam lainnya.
Adanya perbedaan kondisi fisik antarwilayah menyebabkan terjadinya perbedaan
perkembangan wilayah.
Contohnya
daerah yang relatif datar dan terletak dekat daerah perkotaan
akan
berkembang lebih cepat daripada daerah pegunungan yang jauh dari perkotaan.
Hubungan
antartempat dan antarwilayah yang memungkinkan untuk terbentuknya wilayah
formal disebut asosiasi areal.
Usaha
pelestarian lingkungan hidup kaitannya pembangunan di perwilayahan formal
adalah sebagai berikut.
a.
Reboisasi hutan dan penghijauan desa.
b.
Lahan pertanian dan perkebunan jangan sampai kosong tidak ditanami.
c.
Daerah pegunungan pengolahan tanah dengan sistem terasering.
d.
Pelestarian hutan, contour plowing dan
strip cropping, dan relief pegunungan tetap harus
terjaga.
e.
Sungai, DAS, dan rawa jangan sampai kering.
f.
Daerah tegal dan ladang perlu ditanami.
g.
Masyarakat disadarkan pentingnya kebersihan dan memelihara lingkungan hidup.
2.
Wilayah Fungsional (Nodal)
Yang
dimaksud wilayah fungsional (nodal) menurut
Wardiyatmoko, yaitu wilayah-wilayah pen ting yang
sangat erat kaitannya dengan objek kejadian di permukaan bumi.
Contoh:
a.
Terjadinya tanah longsor (erosi) di daerah Wonogiri adalah di daerah pegunungan
yang wilayah hutannya gundul.
b.
Terjadinya gempa bumi tsunami di Aceh, wilayah yang paling parah adalah
Meulaboh karena daerahnya dekat pantai, tanahnya relative datar, dan dekat
dengan pusat gempa bumi di dasar laut.
c.
Terjadinya letusan gunung api Merapi di Jawa Tengah (April s.d. Juni 2006),
wilayah yang paling parah adalah kecamatan Selo Boyolali karena jaraknya dengan
gunung Merapi sangat dekat (± 6 km).
d.
Terjadinya kekeringan air di gunung seribu di Jawa Tengah Selatan, wilayah yang
paling menderita adalah Kecamatan Parang Gupito dan Rongkop karena daerah
topografi karst, air tanahnya sangat dalam.
e.
Candi Borobudur terkenal di dunia dan termasuk tujuh keajaiban dunia, wilayah
Indonesia yang paling penting, yaitu Muntilan Magelang karena dekat dengan
Borobudur sehingga dapat menyediakan kebutuhan sarana dan prasarana bagi
wisatawan.
Baik
pada wilayah formal dan wilayah fungsional segala Bentuk pengembangan
pembangunan harus berwawasan lingkungan. Oleh karena itu, usaha pelestarian
lingkungan hidup harus dilaksanakan seoptimal mungkin. Usaha pelestarian
lingkungan hidup banyak kaitannya dengan pembangunan berkelanjutan.
2.
Contoh Perwilayahan Fungsional
Wilayah
yang dalam banyak hal diatur oleh beberapa pusat kegiatan yang saling
dihubungkan dengan garis melingkar. Wilayah seperti ini disebut nodal
region. Contoh wilayah nodal region kota metropolitan: Daerah Khusus
Ibu kota Jakarta Raya, di mana di kota ini terdapat beberapa pusat kegiatan
yang saling dihubungkan oleh jaring-jaring jalan.
Wilayah
metropolitan Jakarta sebagai ibu kota Republik Indonesia merupakan wilayah
fungsional dengan ciri-ciri sebagai berikut.
a.
Merupakan kota utama sebagai jantung pemerintah Indonesia dan menjadi pusat
perhatian.
b.
Merupakan pusat kegiatan pemerintah yang menjadi pusat komando dan kendali.
c.
Menjadi pusat kegiatan yang ramai meliputi kegiatan pendidikan, kebudayaan,
jasa, transportasi, bisnis perdagangan, dan lain-lain.
d.
Untuk kelancaran kota dilengkapi fasilitas pendukung misalnya jalur jalan raya,
listrik, telepon, air minum, perbankan, transportasi, dan jasa lainnya.
e.
Banyak pusat kegiatan yang saling dihubungkan oleh jaring-jaring jalan dan
komunikasi.
f.
Banyak aturan administrasi dan pengaturan lingkungan untuk meng atur agar
budaya tertib tetap berjalan.
g.
Banyak memerlukan tenaga kerja spesial/khusus untuk melaksanakan roda
pemerintahan misalnya bidang teknologi, bidang perkantoran, bidang kepolisian
(keamanan), bidang medis, bidang pendidikan, bidang transportasi, dan
komunikasi.
h.
Perlu pengaturan lokasi kota misalnya tempat perkantoran, tempat perdagangan/bisnis,
tempat industri, tempat pemukiman, tempat pendidikan, dan jasa lainnya.
Usaha
pelestarian lingkungan hidup menurut Kuswanto, kaitannya
pembangunan di perwilayahan fungsional di kota-kota dilaksanakan sebagai
berikut.
a.
Intensifikasi tanaman jalur hijau di kota-kota.
b.
Tanah-tanah kosong di sekitar jalan raya lebih baik untuk taman kota daripada
untuk PKL.
c.
Di kota saluran air dibuat sesuai kebutuhan sehingga di musim hujan mengalir
lancar.
d. Diperbanyak tempat pembuangan sampak
dan WC umum.
e.
Setiap rumah membuat resapan sumur dan menanam pohon peneduh.
f.
Perlu publikasi lebih intensif dalam rangka kebersihan dan pemeliharaan lingkungan
hidupPenulis/Editor:Dibyo S dan Ruswanto
Sumber : http://ssbelajar.blogspot.com/2012/04/wilayah-formal-dan-fungsional.html#more
PERWILAYAHAN BERDASARKAN FENOMENA GEOSFER
08.40.00 – by sofyanto-medan.blogspot,com
1.
Perkembangan Konsep Wilayah
Wilayah
dapat diartikan sebagai sebagian permukaan bumi yang dapat dibedakan dalam
hal-hal tertentu dari daerah di sekitarnya. Sehubungan dengan hal ini sebagian
dari permukaan bumi dapat disebut wilayah pertanian maka
semua petani di wilayah tersebut memiliki sebidang tanah dengan luas tertentu,
menanami tanahnya dengan tanaman tertentu, dan memiliki alat-alat pertanian
tertentu. Sebenarnya terdapat banyak istilah yang serupa dengan wilayah,
seperti provinsi, decisi, zona, jalur, distrik, realm,
dan sebagainya yang kesemuanya digunakan oleh ahli-ahli geografi de ngan
pengertian yang hampir serupa dengan istilah wilayah, yaitu untuk menunjukkan
hierarki tertentu dalam suatu wilayah.
Perkembangan
konsep wilayah mempunyai sejarah yang panjang. Walaupun demikian, penyajiannya
secara sistematik baru dimulai sejak abad ke-10, yaitu ketika ahli-ahli
geografi berpendapat bahwa unit politik merupakan dasar yang belum cukup untuk
menggambarkan suatu wilayah karena ahli-ahli geografi pada saat itu lebih
mengutamakan kepada unit alamiah. Penggolongan wilayah seperti tersebut
terakhir ini disebut wilayah alamiah (natural region).
Ada juga penggolongan wilayah yang didasarkan kepada kenampakan tunggal seperti
kenampakan iklim, vegetasi atau hewan. Koppen misalnya membuat
wilayah iklim yang meliputi seluruh permukaan bumi.
Konsep
yang lain adalah wilayah seragam (uniform region)
dan wilayah nodus (nodus region).
Pada wilayah seragam terdapat keseragaman atau kesamaan dalam kriteria tertentu
seperti wilayah pertanian di mana terdapat keseragaman atau kesamaan antara
petani atau daerah pertanian dan kesamaan ini menjadi sifat yang dimiliki oleh
elemen-elemen yang membentuk wilayah. Wilayah nodus (nodus
berarti tombol/tonjol)
adalah suatu wilayah yang banyak hal diatur oleh beberapa pusat kegiatan yang saling
dihubungkan dengan garis melingkar.
Klasifikasi
wilayah yang lain disampaikan oleh Geographical Association menerbitkan
suatu laporan tentang klasifikasi wilayah dan membedakan antara kategori
wilayah menurut jenis (generic region)
dan klasifikasi wilayah menurut kekhususannya (specific
region). Klasifikasi wilayah menurut jenisnya menekankan kepada jenis
sesuatu wilayah seperti wilayah iklim, wilayah pertanian, wilayah vegetasi,
wilayah fisiografi, dan lain sebagainya. Sedangkan klasifikasi wilayah menurut
kekhususannya merupakan daerah tunggal, mempunyai ciri-ciri geografi yang
khusus terutama ditentukan oleh lokasinya dalam kaitannya dengan daerah lain.
Dapat
kita simpulkan pentingnya suatu wilayah sebagai berikut.
a.
Untuk mengetahui lokasi di permukaan bumi.
b.
Untuk mengetahui ciri khas yang dihubungkan dengan yang lain.
c.
Untuk membandingkan antarwilayah seragam.
d.
Untuk mengetahui batas-batas dengan daerah sekelilingnya.
e.
Untuk mengetahui luas dan bentuk wilayah yang dimiliki.
f.
Untuk mengetahui apakah wilayah yang dikembangkan tidak mengganggu lingkungan
hidup.
2.
Perwilayahan Berdasarkan Fenomena Geografis di Lingkungan Setempat
a.
Wilayah Lingkungan Kota
Gejala-gejala
alam yang timbul di permukaan bumi muncul akibat interaksi antara manusia dan
lingkungannya. Interaksi tersebut dapatmenimbulkan bentang alam dan bentang
budaya. Peranan manusia
atas
interaksi tersebut sangat menonjol, terutama untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Kebutuhan hidup tersebut sejalan dengan adanya perkembangan tingkat kebudayaan
manusia.
Manusia
dalam berhubungan dengan masyarakat luas memerlukan tempat dengan latar
belakang fisik, ekonomi, dan sosial. Tempat kelompok manusia yang ditempati
makin berkembang men jadi tempat pemukiman dengan pola hidup heterogen. Tempat
tersebut akhirnya muncullah sebagai kota tempat aktivitas penduduk.
Kota
adalah tempat pemukiman penduduk dengan beraneka ragam kegiatan
pengembangan dan pembangunan. Hindari terjadinya dampak kerusakan dan
pencemaran lingkungan hidup. Kota merupakan tempat yang sibuk apabila kita
bandingkan dengan pedesaan. Di samping itu, kota dalam tata ruang wilayah
dipandang sebagai pusat kegiatan ekonomi, pusat penduduk, pusat pemerintahan, dan
pusat pembaruan bagi wilayah pedesaan yang berada di sekitarnya.
Kota
merupakan tempat berlangsungnya semua kegiatan. Olehkarena itu, diperlukan
sarana dan prasarana yang memadai. Disebabkan karena adanya ketimpangan
antarkebutuhan sarana dan prasarana dengan bertambahnya jumlah penduduk maka
timbul berbagai masalah sosial, ekonomi, dan budaya.
Dalam
membahas pengertian kota, ada beberapa istilah yang sering digunakan, yaitu
sebagai berikut.
1)
Urban adalah suatu bentuk yang memiliki suatu
kehidupan dan penghidupan yang modern.
2)
City adalah pusat kota.
3)
Bown adalah kota kabupaten.
4) Bown skip adalah
kota kecamatan.
1)
City merupakan pusat kota/batas wilayah kota.
2)
Sub urban merupakan suatu area yang terletak dekat dengan pusat kota atau inti
kota dengan halus
yang
mencakup daerah penglaju (commuter area)
3)
Suburban fringe merupakan daerah yang melingkari suburban dan merupakan daerah
peralihan kota ke desa.
4)
Urban fringe merupakan suatu daerah batas luar kota yang sifatnya mirip dengan
kota.
5)
Rural urban fringe merupakan suatu jalur daerah yang terletak antara daerah
kota dan desa.
6) Rural merupakan daerah pedesaan.
Jenis kota ada beberapa macam, yaitu:
1)
Kota Satelit
Sebuah
kota dinamakan kota satelit apabila memenuhi criteria sebagai berikut.
a)
Kota itu terletak dekat sebuah kota yang lebih besar.
b)
Warga kota kecil itu sebagian besar memperoleh penghidupan di dalam wilayah
hukum kota kecil tersebut.
2)
Kota Dormitory/Kota Asrama
Kota
asrama, yaitu sebagian besar warga kota kecil mencari nafkah di dalam
wilayah hukum kota yang lebih besar maka kota kecil itu disebut kota
dormitory atau kota asrama. Penduduknya hanya
menginap di kota kecil tersebut.
3)
Kota Wisata, Kota Pelajar, dan Kota Industri
Sebuah
kota wisata, pelajar, dan sebagainya bagi sebuah kota adalah sebuah subjektif.
Sebutan tersebut tidak mengubah ataupun mengakibatkan adanya perbedaan dalam
esensi pokok suatu kota.
4)
Kota CBD
Kota-kota
di barat umumnya dan di Amerika Serikat khususnya, biasanya mempunyai pusat
perdagangan yang jelas, yang disebut Central Business District (CBD)
dan Central Area di Inggris.
b.
Wilayah Lingkungan Desa
Daerah
sekitar gunung, pegunungan, pantai, dataran tinggi, dataran rendah, bila
berpotensi baik maka dijadikan tempat tinggal manusia yang disebut desa.
Pembangunan dan pengembangan desa harus tetap menjaga kelestarian lingkungan
hidup. Hindari pula terjadinya dampak kerusakan dan pencemaran lingkungan hidup.
Persebaran desa sangat tergantung pada keadaan alamnya seperti iklim, tanah,
relief, air, dan letak sehingga persebaran desa yang terdapat di permukaan bumi
tidak sama.
Daerah
pedesaan yang umumnya identik dengan daerah pertanian, pola pemukimannya dipengaruhi
oleh pertanian yang bersangkutan. Wilayah pemukiman yang rapat cenderung
berkembang di daerah yang subur tanahnya. Untuk tetap menjaga keseimbangan dan kelestarian
antara pemukiman dengan lahan yang digunakan untuk pertanian, perencanaan tata
guna lahan harus diterapkan secara mantap. Efektivitas dan efesiensi penggunaan
lahan harus diterapkan secara seimbang, untuk menghindarkan terjadinya
ketimpangan fisik, sosial, dan ekonomi pada masa yang akan datang.
Suatu
kecenderungan yang terjdi dewasa ini, yaitu orang kota yang kaya memborong
tanah di daerah pedesaan yang rendah harga tanahnya. Akibat dari gejala
tersebut, harga tanah di daerah pedesaan menjadi naik. Penduduk desa yang tidak
mampu membeli tanah, akan menjadi lebih tidak mampu lagi. Bahkan mungkin mereka
akan menjual lahan yang masih mereka miliki. Mereka akan pindah ke daerah yang lebih
terpencil. Jika tidak ada kebijaksanaan yang melindungi penduduk desa yang
miskin, mereka akan menjadi bertambah miskin. Mereka akan membuat pemukiman di
daerah-daerah yang tidak memenuhi syarat. Dengan demikian, tidak hanya akan
terjadi ketimpangan sosial, melainkan juga akan menyebabkan ketimpangan fisis.
c.
Wilayah Lingkungan Pantai
Letak
pantai tidak selamanya tetap. Jika kita perhatikan keadaan daratan dekat pantai
selamanya tetap. Coba perhatikan keadaan daratan terhadap laut maka kita dapat
mengenali pantai naik dan pantai turun. Pantai naik
(regresi) disebut juga permukaan laut negatif.
Tandatanda regresi kelihatan pada daratan pantai yang bertambah luas. Ini dapat
disebabkan karena daratan yang naik atau permukaan laut yang turun. Pantai
turun (ingresi) disebut juga permukaan laut positif.
Tandatanda ingresi kelihatan pada daratan pantai yang menyempit, ini dapat disebabkan
karena daratan yang menurun atau permukaan laut naik/ laut transgresi.
Wilayah
pantai dimanfaatkan manusia antara lain untuk kawasan wisata, areal pelabuhan,
areal perikanan/tambak laut, pemukiman penduduk, dan areal
pertanian/perkebunan. Pemanfaatan wilayah pantai harus dijaga terhadap
kerusakan dan pencemaran lingkungan hidup.
3.
Membandingkan Aspek-aspek Wilayah Antarzona
Kombinasi
antara analisis keruangan dan analisis ekonologi disebut analisis
komplek wilayah. Pada analisis sedemikian ini
wilayah-wilayah tertentu didekati atau dihampiri dengan pengertian areal
differentiation, yaitu anggapan bahwa interaksi
antarwilayah akan berkembang karena pada hakikatnya suatu wilayah berbeda
dengan wilayah yang lain karena terdapat permintaan dan penawaran antarwilayah
tersebut. Pada analisis sedemikian diperhatikan pula mengenai penyebaran
fenomena tertentu (analisis keruangan) dan interaksi antara variabel manusia
dan ling kungannya untuk kemudian dipelajari kaitannya (analisis ekologi).
Dalam hubungan dengan analisis kompleks wilayah ini ramalan wilayah (regional
forecasting) dan perancangan wilayah (regional
planning) merupakan aspek-aspek
dalam
analisis tersebut. Di bawah ini akan diberikan contoh tentang analisis kompleks
wilayah mengenai perancangan wilayah dalam rangka penyiapan pemukiman
transmigrasi.
Dalam perencanaan ini dibedakan beberapa
tahap, yaitu sebagai berikut.
a.
Identifikasi wilayah potensial di daerah-daerah luar Jawa yang memenuhi
persyaratan minimum tingkat kesuburan tanahnya dengan kemiringan permukaan bumi
maksimum 8%.
b.
Identifikasi bagian-bagian wilayah menurut tingkat aksesbilitas berdasarkan
hasil identifikasi dan analisis tingkat aksesbilitas.
c.
Perumusan perencanaan umum, yaitu untuk 20 tahun berdasarkan hasil yang
dikelompokkan menurut konsep Struktur Pengembangan Wilayah/Status Wilayah
Pembangunan dan optimasi program 20 tahun - tahap I koordinasi dengan sektor
lain.
d.
Perumusan program lima tahun berdasarkan hasil dan sasaran program transmigrasi
lima tahun - tahap II koordinasi dengan sektor lain.
e.
Penyesuaian foto udara skala 1 : 20.000 berdasarkan hasil perumusan program
lima tahun.
f.
Perumusan rencana pendahuluan tata pemukiman berdasarkan hasil penyesuaian foto
udara skala 1 : 20.000 dan standar pemukiman tahap
I
- tahap III koordinasi dengan sektor lain.
g.
Penyediaan peta topografi detail berskala 1 : 20.000 hingga 1 : 5.000
berdasarkan
hasil perumusan rencana pendahuluan tata pemukiman.
h.
Penyelesaian rencana tata pemukiman detail berdasarkan hasil yang dicapai.
Pada
rancangan penyiapan pemukiman transmigrasi di atas, tampak antara lain adanya
dua aspek, yaitu penyebaran fenomena dalam ruang dan kemungkinan adanya
interaksi antara manusia dengan lingkungannya yang sebaik mungkin. Selain dari
itu pula diadakan peramalan wilayah untuk suatu daerah pengaliran sungai (watershed).
Pada hakikatnya suatu daerah pengaliran sungai merupakan suatu ekosistem di
mana komponenkomponen dalam daerah pengaliran sungai ini seperti organisme yang
hidup di hidrosfer, litosfer, dan atmosfer saling mengadakan interaksi. Untuk
hal ini dapat diadakan peramalan untuk periode waktu tertentu dan dicari cara
yang sabaik-baiknya agar keseimbangan ekosistem tetap terpelihara.
Penulis/Editor : Dibyo S dan Ruswanto
Sumber : http://ssbelajar.blogspot.com/2012/04/perwilayahan-berdasar-fenomena-goegrafi.html#more
Langganan:
Postingan (Atom)
P I L I H A N
TERFAVORIT
-
Implementasi Kurikulum 2013 di sekolah sudah berlangsung. Beberapa sekolah sudah menerapkan dari pada Tahun Pelajaran 2013-2014 sampai sa...
-
Membaca itu apakah bagian dari literasi? Menulis itu ada kaitannya dengan literasi? Mendengarkan itu kegiatan literasi? Mengungkapkan ter...
-
Otak guru di kelas "diperas". Guru memutar otaknya untuk berfikir mengubah suasa kelas yang dinamis. Ini dilakukan dengan berba...
-
SLIDE MATERI BENCANA DAN MANAJEMEN KEBENCANAAN Perspektif Ilmu Geografi dalam Mengurangi Resiko Bencana Bencana Meterorologi Pengel...
-
Sumber: psma.kemdikbbud.go.id MATERI-MATERI MATA PELAJARAN DAN OLIMPIADE GEOGRAFI, KEBUMIAN DAN ASTRONOMI GEOLOGI DAN GEOMO...
-
Ada lomba Bandung Awan Pengetahuan (BAP) dengan total hadiah 105 juta + Sertifikat untuk 1. Guru 2. Siswa Ini lomba Info lebi...
-
Keputusan Juri OPSI (Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia) Dinas Pendidikan Kota Medan yang diumumkan pada 23 April 2015 di Taman Bu...
-
Setelah suatu kenampakan Bumi terproyeksi pada bidang datar, maka satu tahap pemetaan sudah dilaksanakan. Masih ada beberapa hal lagi yang ...
-
Seperti yang telah diungkapkan sebelumnya bahwa peta merupakan penggambaran objek di Bumi dengan sistem proyeksi dari bidang lengkung ke bid...
-
Keceriaan tampak dari siswa/i SMA Harapan 1 Medan ketika diumukan bahwa karya fotonya mendapatkan karya terbaik dari seluruh peserta untu...


