Balai Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Medan mengoperasionalkan pemakaian radar cuaca baru serta kalibrasi.
Pemakaian radar baru diresmikan Gubsu H Syamsul Arifin SE dan Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Dr Ir Sriworo Budiati Harjono MSc di kantor BMKG Wilayah I Medan, Kamis (8/4).
Menurut Sriworo, penggunaan radar baru buatan Amerika itu sangat membantu mengetahui bentuk dan pola cuaca di wilayah BMKG Medan.
Sebab, katanya, pola perubahan iklim akan berdampak pada sistem pertanian, kesehatan dan pariwisata. Paling tidak, harus beradaptasi dengan perubahan iklim yang terjadi.
Hasil analisa BMKG, lanjutnya, 30 tahun ini terjadi pergeseran awal musim 10-20 hari. Bahkan, dibanding 100 tahun lalu, kini suhu sudah naik 1,14 derjat celsius. Begitu juga air laut naik mencapai 18 centimeter.
Gubsu H Syamsul Arifin menyambut baik pemakaian radar terbaru yang canggih buatan Amerika tersebut. Dengan begitu, diharapkan mampu mendeteksi lebih awal keadaan iklim di Sumatera Utara. Sehingga, bisa meminimalisir mitigasi bencana alam seperti banjir dan tanah longsor.
UP TO DATE
"Radar cuaca terbaru ini diharapkan memberikan info prakiraan cuaca yang up to date dengan suatu prakiraan rinci dan akurat. Ini akan mendukung pemerintah daerah untuk menanggulangi mitigasi dari risiko bencana alam," sebut Gubsu.
Gubsu berharap, informasi keadaan iklim yang diketahui BMKG Wilayah I Medan itu dilanjutkan ke seluruh jajaran SKPD di setiap kabupaten/kota. Dengan begitu, pemerintah daerah kabupaten/kota bisa sesegera mungkin memberikan peringatan (warning) jika ada bencana.
Sementara, Kepala BMKG Wilayah I Medan Drs Herry Saroso menyebutkan, pemakaian radar cuaca terbaru itu merupakan suatu bentuk kebutuhan karena isu pemanasan global, perubahan iklim dan tingginya permintaan informasi iklim.
Dengan alat ini, lanjutnya, maka akan dapat laporan lengkap tentang jumlah awan, intensitas awan, posisi awan, prakiraan jatuhnya hujan, arah dan kecepatan angin.
"Bahkan, untuk keperluan penerbangan di Bandara Polonia radar cuaca ini sangat membantu. Sehingga, meminimalisir kecelakaan penerbangan akibat iklim," ungkapnya.
Secara teknis, lanjutnya, radar tersebut tipe DWSR 2501 C (SD) buatan yang dibuat Enterprise Electronic Coorporation (EEC) Amerika Serikat tahun 2009.
Daya jangkaunya maksimal 480 Km. Namun karena lengkung bumi daya jangkau efektif 250 Km. Sehingga, sepanjang Selat Malaka bisa diketah
http://pemkomedan.go.id/news_detail.php?id=8953
KUNJUNGAN
Formulir Kontak
Jumat, 09 April 2010
P I L I H A N
TERFAVORIT
-
PEMILIHAN SISWA UNTUK MEWAKILI PROVINSI SUMATERA UTARA DALAM RANGKA HARI TATA RUANG DI JAKARTA MEKANISME PEMILIHAN SISWA TERPILIH ...
-
Masyarakat Indonesia dalam tahun-tahun belakangan ini menjadi semakin akrab dengan istilah tsunami, terutama pasca peristiwa bencana tsun...
-
Burung-burung cendrawasih merupakan anggota famili Paradisaeidae dari ordo Passeriformes. Mereka ditemukan di Indonesia timur, pulau-pu...
-
Perusakan ekosistem Raja Ampat kembali terjadi. Patroli gabungan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) dan Dinas Kelautan dan...
-
Suara handphone berbunyi dan dilihat dilayarnya, dengan nama PMustika menghubungi saya pada pukul 20.08 WIB. Dengan nada suara kecilnya, ...
-
Petunjuk : 1. Dikerjakan dan dikirimkan ke sofyan_line@yahoo.com dalam bentuk lampiran 2. Pengiriman terakhir pada Hari 9 April 2011 jam 1...
-
obatdiabeteshealth.blogspot.com Kebiasaan siswa yang sering terjadi dan melanggar peraturan sekolah ialah urusan merokok di lingkun...
-
JADI MANUSIA APA ADANYA SADJA...!: Tuhan Maha Sutradara : “sesuatu yang kau anggap baik belum tentu baik di depan Tuhan, juga sesuatu yang k...
-
INFO HASIL UH 1 Nama-nama dibawah ini merupakan siswa/i SMAN 15 yang lulus Ujian Harian I. Bagi siswa/i yang tidak ada namanya dinyatakan...
-
TAMAN NASIONAL Taman Nasional adalah kawasan pelestarian alam yang mempunyai ekosistem asli, dikelola dengan sistem zonasi yang d...