Jakarta - Perubahan iklim rupanya menjadi salah satu fokus penelitian di Universitas Indonesia (UI), Depok. Sebuah pusat penelitian tentang perubahan iklim (Climate Change Center) pun didirikan di kampus tersebut.
"Climate Change Center itu wadah bagi para penliti UI yang akan mengembangkan keahliannya secara interdisipliner," ujar Rektor UI Prof Dr Gumilar Rusliwa Somantri saat konferensi pers usai menghadiri pembukaan International Workshop on Climate Change di Kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (18/3/2010).
Namun, lanjutnya, tidak hanya peneliti UI maupun peneliti di dalam negeri saja yang bisa memafaatkan lembaga baru tersebut. Para peneliti asing pun dipersilakan untuk melakukan kegiatan penelitian sehingga terjalin kerjasama yang erat.
Gumilar menjamin, pusat penelitian baru itu bisa menghasilkan produk-produk yang konkret bagi upaya memerangi perubahan iklim.
"Oh konkret. Dan kita tidak mau main-main lagi dengan hal-hal yang bersifat teoritis. Teori penting. Jadi teori yang bisa langsung diaplikasikan, dan aplikasinya harus memecahkan persoalan masyarakat dan bangsa," katanya.
Dikatakan dia, pendirian pusat pengkajian perubahan iklim itu merupakan bagian dari aksi-aksi sebelumnya yang pernah dilakukan UI. Misalnya saja, UI mengajak para mahasiswa untuk naik sepeda ke kampus, rencana pembangunan trem, dan penanaman 200 ribu pohon di kampus Depok selama dua tahun ini.
"Ini sebagai sebuah action dari center seperti ini. Dan kita ingin hal-hal yang dikembangkan riset diimplementasikan di kampus, menjadi contoh, dan disebarluaskan dan memberikan inspirasi bagi menteri-menteri," jelas dia.
Sementara itu, salah satu peneliti di Climate Change Center, Tiarko Nurlambang, mengatakan, lembaga itu dioperasikan mulai bulan ini. Pertamakalinya, pusat penelitian ini akan fokus kepada strategi mitigasi dan adaptasi.
"Bentuknya bisa penelitian bersama, atau membangun model-model aplikasi yang lebih tepat guna dan juga untuk memberikan kapasitas yang tinggi kepada masyarakat umum dan industri untuk lebih bisa mempersiapkan diri menghadapi climate change," kata Tiarko yang juga menjadi Kepala Pusat Penelitian Geografi Terapan UI ini.
http://www.detiknews.com/read/2010/03/18/144206/1320451/10/perangi-perubahan-iklim-ui-bangun-climate-change-center, Kamis, 18 Maret 2010
KUNJUNGAN
Formulir Kontak
Kamis, 18 Maret 2010
P I L I H A N
TERFAVORIT
-
PEMILIHAN SISWA UNTUK MEWAKILI PROVINSI SUMATERA UTARA DALAM RANGKA HARI TATA RUANG DI JAKARTA MEKANISME PEMILIHAN SISWA TERPILIH ...
-
Masyarakat Indonesia dalam tahun-tahun belakangan ini menjadi semakin akrab dengan istilah tsunami, terutama pasca peristiwa bencana tsun...
-
Burung-burung cendrawasih merupakan anggota famili Paradisaeidae dari ordo Passeriformes. Mereka ditemukan di Indonesia timur, pulau-pu...
-
Perusakan ekosistem Raja Ampat kembali terjadi. Patroli gabungan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) dan Dinas Kelautan dan...
-
Suara handphone berbunyi dan dilihat dilayarnya, dengan nama PMustika menghubungi saya pada pukul 20.08 WIB. Dengan nada suara kecilnya, ...
-
Petunjuk : 1. Dikerjakan dan dikirimkan ke sofyan_line@yahoo.com dalam bentuk lampiran 2. Pengiriman terakhir pada Hari 9 April 2011 jam 1...
-
obatdiabeteshealth.blogspot.com Kebiasaan siswa yang sering terjadi dan melanggar peraturan sekolah ialah urusan merokok di lingkun...
-
JADI MANUSIA APA ADANYA SADJA...!: Tuhan Maha Sutradara : “sesuatu yang kau anggap baik belum tentu baik di depan Tuhan, juga sesuatu yang k...
-
INFO HASIL UH 1 Nama-nama dibawah ini merupakan siswa/i SMAN 15 yang lulus Ujian Harian I. Bagi siswa/i yang tidak ada namanya dinyatakan...
-
TAMAN NASIONAL Taman Nasional adalah kawasan pelestarian alam yang mempunyai ekosistem asli, dikelola dengan sistem zonasi yang d...