BERITA TERKINI

Loading...

Selasa, 20 Oktober 2009

Kreatifitas Guru dalam Mengembangkan Pembelajaran Melalui Sumber Belajar

KREATIFITAS GURU DALAM MENGEMBANGKAN
PEMBELAJARAN MELALUI SUMBER BELAJAR

Sofyanto 

Komponen sumber belajar menjadi 6 (enam) macam: pesan (message), manusia (people), bahan (materials), peralatan (device), teknik/metode (tecnique), Lingkungan (setting). Sumber belajar menjadi dua jenis, sumber belajar yang direncanakan (by design) dan sumber belajar yang dimanfaatkan (by utilization). Pembelajaran yang selama ini belum mengoptimalkan pemanfaatan sumber belajar yang ada. Suatu tantangan bagi guru untuk meningkatkan kreatifitas dengan memanfaatkan sumber belajar yang ada sehingga kualitas pembelajaran dapat tercapai. Pengembangan sumber belajar ini tentu dibutuhkan kreatifitas guru dengan mencari alternatif-alternatif sumber belajar yang selama ini yang belum digunakan dengan menggunakan kriteria : ekonomis, praktis, mudah, dekat, fleksibel, dan sesuai dengan tujuan: Pemahaman untuk merencanakan, mengelola, melaksanakan, memanfaatkan dan mengevaluasi dibutuhkan guru sebagai guru kreatif. Kreatifitas guru mengembangkan sumber belajar untuk yaitu : menggunakan, mengenalkan dan menyajikan sumber belajar. Menjelaskan peranan berbagai sumber belajar dalam pembelajaran. Menugaskan siswa menggunakan sumber belajar dalam bentuk tingkah laku. Mencari sendiri, dan memilih bahan sesuai dengan prinsip dan teori belajar. Menilai, merencanakan dan mengembangkan kegiatan penggunaan sumber belajar yang efektif.

Kata Kunci : Kreatifitas, Guru, Sumber Belajar

A. Pendahuluan
Mengkaji kurikulum KTSP yang digunakan saat ini di sekolah, perlu dilakukan berbagai penyesuaian dalam proses pembelajarannya, dikarenakan guru harus sedapat mungkin memberikan kemudahan pada siswanya untuk dapat menguasai dan memahami materi pembelajaran. Guru harus membantu siswa agar belajar lebih mudah, lebih lancar dan lebih terfokus. Jadi perlu banyak sumber belajar yang bisa dimanfaatkan dalam proses pembelajaran di kelas. Guru dituntut untuk memiliki kemampuan khusus yang berhubungan dengan pemanfaatan sumber belajar. Mengingat pembahasan utama dalam makalah ini difokuskan pada pembelajaran yang memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar, maka pembahasan berkaitan dengan situasi atau suasana sekitar di mana pesan disampaikan/ditransmisikan baik lingkungan fisik, ruang kelas, gedung sekolah, atau nonfisik
Paradigma belajar saat ini, dilakukan agar siswa memperoleh berbagai pengalaman belajar sehingga terjadi perubahan dalam dirinya menuju ke arah yang lebih baik. Untuk itu, siswa harus sebanyak-banyaknya berinteraksi dengan sumber belajar. Dalam bidang pembelajaran, adanya beberapa kecenderungan, yaitu: 1) bergesernya paradigma pembelajaran dari sistem yang berorientasi pada guru ke sistem yang berorientasi pada siswa. 2) tumbuh dan makin memasyarakatnya pendidikan terbuka/jarak jauh sebagai sistem pendidikan alternatif, 3) makin banyaknya pilihan sumber belajar yang tersedia sebagai dampak makin banyak dan mudahnya informasi diperoleh baik yang bermanfaat maupun tidak, 4) makin diperlukannya standar kualitas global dalam kerangka persaingan global. 5) semakin diperlukannya pendidikan sepanjang hayat.
Untuk peningkatan kualitas pembelajaran, sumber belajar adalah sebagai suatu komponen dalam sistem pembelajaran, perlu dikaji secara mendalam sehingga pembelajaran dilakukan guru dapat berkembang sesuai dengan tuntutan perubahan. Perubahan dalam dunia pendidikan formal, in formal dan non formal dibutuhkan suatu paradigma perubahan secara cepat. Oleh karena itu, sumber belajar yang belum optimal dimanfaatkan guru serta pengembangannya dalam pembelajaran untuk perlu pembahasan agar hal ini dapat dipahami oleh guru, siswa, kepala sekolah, dinas pendidikan dan sebagainya.

B. Pembahasan
Undang-Undang Republik Indonesia No 20 Tahun 2003 pada Pasal 1 No. 20 tentang Sistem Pendidikan Nasional disebutkan bahwa pembelajaran adalah proses interaksi siswa dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Dijelaskan bahwa sumber belajar, disamping pendidik, mutlak diperlukan dalam pelaksanaan proses pembelajaran. Hal ini disebabkan karena proses pembelajaran hanya akan berlangsung apabila terdapat interaksi antara peserta didk dengan sumber belajar dan pendidik. Proses pembelajaran lebih bermakna maka perlu adanya usaha membangun (input) yang prosesnya melalui struktur kognitif akan berkesan lama dalam ingatan/memori (terjadi rekonstruksi). Menurut John Dewey, pembelajaran sejati adalah lebih berdasr pada penjelajahan yang terbimbing dengan pendamping daripada sekedar transmisi pengetahuan. Pembelajaran merupakan individual discovery. Pendidikan memberikan kesempatan dan pengalaman dalam proses pencarian informasi, menyelesaikan masalah dan membuat keputusan bagi kehidupannya sendiri.
Sumber belajar berperan dalam menyediakan berbagai informasi dan pengetahuan yang diperlukan dalam mengembangkan berbagai kompetensi yang diinginkan pada bidang studi atau mata-mata pelajaran yang dipelajarinya. Sumber belajar adalah segala sesuatu yang ada disekitar lingkungan kegiatan belajar yang dapat digunakan untuk membantu optimalisasi hasil belajar. Optimalisasi hasil belajar ini dapat dilihat tidak hanya dari hasil belajar (output) namun juga dilihat dari proses berupa intraksi siswa dengan berbagai macam sumber yang dapat merangsang untuk terjadinya proses belajar dan mempercepat pengadaan pengetahuan, keterampilan dan sikap positif terhadap bidang ilmu yang dipelajarinya.
Pembelajaran tidak mungkin dapat dilaksanakan dengan optimal bila tidak ada sumber belajar, karena proses pembelajaran akan terwujud bila terjadi interaksi antara siswa dengan guru. Peran guru sangat diperlukan dalam memberikan motivasi, arahan, bimbingan konseling, dan kemudahan (fasilitasi) bagi berlangsungnya proses belajarnya. Sedang sumber belajar berperan dalam menyediakan berbagai informasi dan pengetahuan yang diperlukan dalam mengembangkan berbagai kompetensi yang diinginkan pada bidang studi atau mata pelajaran yang dipelajarinya. Oleh karena itu, sumber belajar yang beraneka ragam, diantaranya berupa bahan (media) pembelajaran memberikan sumbangan positif dalam peningkatan mutu pendidikan dan pembelajaran.

1. Pengertian Sumber Belajar
Sumber belajar menurut Degeng (1990) mencakup semua sumber yang mungkin dapat digunakan oleh siswa agar terjadi perilaku belajar. Lebih lanjut Degeng menyatakan bahwa peranan pokok sumber belajar dalam proses pembelajaran adalah “mentransmisi” rangsangan atau informasi kepada siswa. AECT (1977) mendefinisikan sumber belajar adalah meliputi semua sumber (data, orang, bahan dan alat) yang dapat digunakan oleh siswa dalam belajar baik secara terpisah maupun secara terkombinasi sehingga mempermudah siswa dalam mencapai tujuan belajarnya. Dari apa yang dikemukakan di atas, dapat dirumuskan bahwa sumber belajar adalah segala hal yang dapat memberikan kemungkinan kepada seseorang memperoleh sejumlah informasi, pengetahuan, pengalaman, ketrampilan dalam proses. Hal ini menunjukkan adanya aneka ragam sumber belajar yang masing-masing mempunyai kegunaan tertentu yang mungkin sama atau bahkan berbeda dengan sumber belajar yang lainnya. Pada hakikatnya tidak ada satu sumber belajarpun yang dapat memenuhi segala macam keperluan. Dengan demikian, berbicara mengenai sumber belajar perlu diartikan dalam arti yang jamak dan beraneka ragam serta pemilihan sumber belajar perlu dikaitkan dengan sasaran yang ingin dicapai dalam kegiatan belajar.
Menurut AECT (Association of Education and Communication Technology), terdapat enam macam sumber belajar, yaitu pesan, orang, bahan, alat, teknik dan latar/lingkungan. Komponen sumber belajar antara lain :
a. Pesan (message) ialah informasi yang diteruskan oleh komponen lain dalam bentuk ide atau gagasan, fakta, pengertian dan data.
b. Manusia (people) ialah orang yang bertindak sebagai penyimpan informasi sangatlah tepat apabila dikatakan bahwa manusia adalah sumber dari segala sumber belajar.
c. Bahan (materials) ialah perangkat lunak yang mengandung pesan disajikan kepada siswa dengan menggunakan perantara melalui alat/perangkat keras ataupun oleh dirinya sendiri.
d. Peralatan (device) ialah peralatan yang digunakan untuk menyampaikan pesan yang tersimpan dalam bahan (materials).
e. Teknik/metode (tecnique) yaitu prosedur atau alur yang dipersiapkan dalam mempergunakan bahan pelajaran, peralatan situasi dan orang untuk menyampaikan pesan. Contoh sumber belajar yang dirancang adalah ceramah, demonstrasi, tanya jawab dan sebagainya.
f. Lingkungan (setting) yaitu situasi atau suasana sekitar di mana pesan disampaikan/ditransmisikan baik lingkungan fisik, ruang kelas, gedung sekolah, atau nonofisik.
Sumber belajar adalah semua sumber baik berupa data, manusia dan wujud tertentu yang dapat digunakan oleh siswa dalam belajar, baik secara terpisah maupun secara terkombinasi sehingga mempermudah siswa dalam mencapai tujuan belajarnya (AECT, 1977).
Peranan penting sumber belajar itu diantaranya adalah:
a. Memfasilitasi pengalaman belajar siswa
b. Mendukung serta mempermudah terjadinya proses pembelajaran
c. Mempercepat laju belajar, memberi kesempatan pemelajar untuk belajar sesuai dengan kemampuannya
d. Membantu pendidik dalam menggunakan waktu secara lebih efisien
e. Mengurangi kontrol pendidik yang kaku dan tradisional
Sumber belajar dapat dinyatakan sebagai segala sesuatu yang dapat membantu siswa untuk belajar dan meningkatkan kompetensinya. Selain itu juga dinyatakan bahwa Sumber belajar (learning resources) adalah semua sumber baik berupa data, orang dan wujud tertentu yang dapat digunakan oleh siswa dalam belajar, baik secara terpisah maupun secara terkombinasi sehingga mempermudah siswa dalam mencapai tujuan belajar atau mencapai kompetensi tertentu. (Akhmad Sudrajat, 2008).
Kemp (1985) mengklasifikasi sumber belajar dengan menggunakan pendekatan bentuk belajar-mengajar, kelas besar, kelompok kecil, dan belajar sesuai dengan kecepatan siswa secara perseorangan. Lebih lanjut menurut Kemp pemilihan suatu sumber belajar didasarkan pada karakteristik tujuan pembelajaran yang ingin dicapai dan karakteristik isi bidang studi yang ingin dipelajari. Di samping faktor-faktor lain seperti tersedia tidaknya media itu dan mampu tidaknya dosen/guru menggunakannya.
Sumber belajar dapat didekati dari peranan sumber belajar dalam pembelajaran, atau dari tingkat keabstrakan/kekonkritan suatu media atau juga dari struktur pembelajaran dimana sumber belajar itu dipakai. AECT (1977) membedakan sumber belajar menjadi dua jenis, yakni: a) sumber belajar yang direncanakan (by design), yaitu semua sumber yang secara khusus telah dikembangkan sebagai “komponen system instruksional” untuk memberikan fasilitas belajar yang terarah dan bersifat formal, b) sumber belajar yang dimanfaatkan (by utilization), yaitu sumber-sumber yang tidak secara khusus di desain untuk keperluan pembelajaran namun dapat ditemukan, diaplikasikan, dan digunakan untuk keperluan belajar.
Sumber belajar yang ada di sekitar siswa sebagai sumber yang dapat dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan belajar secara lebih optimal. Apabila guru mengajar dengan memanfaatkannya sebagai sumber belajarnya, maka hal itu akan lebih bermakna dan bernilai, sebab siswa dihadapkan dengan peristiwa dan keadaan yang sebenarnya, keadaan yang alami sehingga lebih nyata, lebih faktual dan kebenarannya lebih dapat dipertanggungjawabkan. Dengan mempelajari diharapkan siswa dapat lebih memahami bahan ajar, lebih dari itu dapat menimbulkan kesadaran. Misalnya untuk menjaga dan memelihara lingkungan sekaligus menggunakannya menjadi sumber belajar siswa.
Fungsi-fungsi sumber belajar menggambarkan tentang alasan dan arti penting sumber belajar untuk kepentingan proses dan pencapaian hasil pembelajaran siswa. Dalam memilih sumber belajar harus memperhatikan kriteria sebagai berikut : a) ekonomis, tidak harus terpatok pada harga yang mahal; b) praktis; tidak memerlukan pengelolaan yang rumit, sulit dan langka; c) mudah; dekat dan tersedia disekitar lingkungan kita; d) fleksibel : dapat dimanfaatkan untuk berbagai tujuan instruksional dan e) sesuai dengan tujuan: mendukung proses dan pencapaian tujuan belajar, dapat membangkitkan motivasi dan minat belajar siswa.
Berdasarkan fungsi dan kriteria dalam memilih sumber belajar, maka lingkungan memiliki alasan yang kuat untuk dijadikan sebagai alternatif untuk dimanfaatkan sebagai sumber belajar. Lingkungan merupakan salah satu sumber belajar yang amat penting dan memiliki nilai-nilai yang sangat berharga dalam rangka proses pembelajaran siswa. Lingkungan dapat memperkaya bahan dan kegiatan belajar. Lingkungan yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar terdiri dari : a) lingkungan sosial: b) lingkungan fisik (alam). Lingkungan sosial dapat digunakan untuk memperdalam ilmu-ilmu sosial dan kemanusiaan sedangkan lingkungan alam dapat digunakan untuk mempelajari tentang gejala-gejala alam dan dapat menumbuhkan kesadaran siswa akan cinta alam dan partisipasi dalam memelihara dan melestarikan alam.

2. Pemanfaatan Aneka Sumber Belajar
Sumber belajar yang ada di sekitar siswa dapat dioptimalkan untuk pencapaian proses dan hasil pembelajaran yang berkualitas. Hal ini memang beralasan karena sumber belajar menyediakan berbagai hal yang dapat dipelajari siswa, Selain itu pemanfaatannya menumbuhkan aktivitas belajar siswa (learning activities) yang lebih meningkat. Oleh karena itu belajar tidak hanya terjadi di ruangan kelas namun juga di luar ruangan kelas yang meliputi situasi atau suasana sekitar di mana pesan disampaikan baik lingkungan fisik, ruang kelas, gedung sekolah, atau nonfisik. Penggunaan lingkungan sebagai sumber belajar sering membuat anak merasa senang dalam belajar. Pemanfaatan sumber belajar dapat mengembangkan sejumlah keterampilan seperti mengamati (dengan seluruh indera), mencatat, merumuskan pertanyaan, berhipotesis, mengklasifikasi, membuat tulisan, dan membuat gambar/diagram.
Guru juga harus memiliki pengetahuan, kemampuan, dan keterampilan dalam mengembangkan pembelajaran kepada siswa dengan memanfaatkan sumber belajar. Sumber belajar tersebut dapat berupa kegiatan mengamati apa yang menarik bagi siswa. Dapat juga guru memperhatikan dan menggunakan saat yang tepat untuk mengajar. Guru juga dapat mengajukan pertanyaan kepada siswa dengan menggunakan pertanyaan-pertanyaan terbuka. Selain itu, gunakan kosa kata yang beragam untuk menjelaskan hal-hal baru, dan cobalah bersikap lebih ingin tahu
Misalnya, guru ingin memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar, baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosial, perlu memperhatikan beberapa teknik. Pada dasarnya terdapat dua teknik pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar, yaitu membawa kelas ke dalam lingkungan yang akan dipelajari (out of class) atau membawa lingkungan itu ke dalam kelasnya, misalnya mengundang seorang dokter setempat untuk berbicara masalah kesehatan.
Teknik yang dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa cara sebagai berikut: a) guru bersama siswa melakukan kegiatan karyawisata atau fieldtrip, yaitu mengunjungi lingkungan yang dijadikan objek studi tertentu sebagai bagian integral dari pelaksanaan kurikulum; perlu diperhatikan sebelum melakukan karyawisata, guru dan siswa perlu merencanakan kegiatan apa yang akan dilakukan, apa yang akan dipelajari, bagaimana cara mempelajarinya, serta kapan sebaiknya dipelajari; b) guru bersama siswa melakukan school camping (berkemah); guru dapat memanfaatkan kegiatan berkemah ini bukan hanya untuk kegiatan rekreasi tetapi lebih kepada mengenalkan lingkungan dan mempelajari lingkungan; c) guru dan siswa melakukan kegiatan survey ke daerah sekitar sekolah; dengan melihat dan melakukan survey terhadap kegiatan dan budaya masyarakat sekitar, siswa dapat belajar; d) para siswa melakukan praktik kerja pada tempat-tempat pekerjaan yang ada di sekitar lingkungan sekolah; e) guru dan siswa melakukan kegiatan pelayanan kepada masyarakat di lingkungan sekitar sekolah; dengan demikian siswa dapat belajar bagaimana berinteraksi dengan masyarakat.
Misalnya dengan memanfaatkan lingkungan sebagai media pembelajaran memiliki banyak keunggulan. Beberapa beberapa keunggulan tersebut antara lain: a) Menghemat biaya, karena memanfaatkan benda-benda yang telah ada di lingkungan; b) Praktis dan mudah dilakukan, tidak memerlukan peralatan khusus seperti listrik; c) Memberikan pengalaman yang riil kepada siswa, pelajaran menjadi lebih konkrit, tidak verbalistik; d) karena benda-benda tersebut berasal dari lingkungan siswa, maka benda-benda tersebut akan sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan siswa. Hal ini juga sesuai dengan konsep pembelajaran kontekstual (contextual learning); e) Pelajaran lebih aplikatif, maksudnya materi belajar yang diperoleh siswa melalui media lingkungan kemungkinan besar akan dapat diaplikasikan langsung, karena siswa akan sering menemui benda-benda atau peristiwa serupa dalam kehidupannya sehari-hari; f) Media lingkungan memberikan pengalaman langsung kepada siswa. Dengan media lingkungan, siswa dapat berinteraksi secara langsung dengan benda, lokasi atau peristiwa sesungguhnya secara alamiah; g) Lebih komunikatif, sebab benda dan peristiwa yang ada di lingkungan siswa biasanya mudah dicerna oleh siswa, dibandingkan dengan media yang dikemas (didesain).
Berbagai keunggulan tersebut, seharusnya guru dapat tergugah untuk memanfaatkan seoptimal mungkin sumber belajar di sekitar kita untuk menunjang kegiatan pembelajaran. Sumber belajar yang hampir tak terbatas. Sumber belajar seperti lingkungan dapat dimanfaatkan untuk berbagai mata pelajaran. Guru untuk dapat memilih berdasarkan prinsip-prinsip atau kriteria pemilihan media dan menyesuaikannya dengan tujuan, karakteristik siswa dan topik pelajaran yang akan kita ajarkan.

3. Kreatifitas Guru dalam Pengembangan Sumber Belajar
Begitu banyaknya nilai dan manfaat yang dapat diraih sumber belajar dalam pembelajaran siswa bahkan hampir semua tema kegiatan dapat dipelajari. Namun demikian diperlukan adanya kreatifitas dan jiwa inovatif dari para guru untuk dapat memanfaatkannya sebagai sumber belajar yang kreatif, inovatif dan menyenangkan.
Memanfaatkan sumber belajar seperti lingkungan dengan mengamati yang akan menambah keseimbangan dalam kegiatan belajar. Artinya belajar tidak hanya terjadi di ruangan kelas namun juga di luar ruangan kelas dalam hal ini lingkungan sebagai sumber belajar yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan fisik, keterampilan sosial, dan budaya, perkembangan emosional serta intelektual. Untuk itu kreatifitas dibutuhkan guru untuk melakukan pengembangan sumber belajar. Dengan memahami karakteristik siswa dalam untuk menilai perkembangan yang akan didapat siswa setelah belajar dalam memanfaatkan sumber belajar.
a. Perkembangan Fisik
Sumber belajar sangat berperan dalam merangsang pertumbuhan fisik siswa, untuk mengembangkan otot-ototnya. Siswa memiliki kesempatan yang alami untuk berlari-lari, melompat, berkejar-kejaran dengan temannya dan menggerakkan tubuhnya dengna cara-cara yang tidak terbatas. Kegiatan ini sangat alami dan sangat bermanfaat dalam mengembangkan aspek fisik siswa antara lain :
b. Perkembangan Aspek Keterampilan Sosial
Sumber belajar secara alami mendorong siswa untuk berinteraksi dengan siswa-siswa yang lain bahkan dengan orang-orang dewasa. Pada saat siswa mengamati objek-objek dan menyampaikan hasil penemuannya dengan siswa atau orang lain. Supaya penemuannya diketahui oleh siswa lainnya tersebut mencoba mendekati siswa yang lain sehinga terjadilah proses interaksi/hubungan yang harmonis.
c. Perkembangan Aspek Emosi
Sumber belajar seperti lingkungan akan memberikan tantangan untuk dilalui oleh siswa-siswa. Pemanfaatannya dan pengembangan akan memungkinkan siswa untuk mengembangkan rasa percaya diri yang positif. Misalnya siswa diajak ke sebuah kebun yang terdapat beberapa pohon yang memungkinkan untuk mereka kenali. Rasa percaya diri untuk mengenali oleh siswa terhadap dirinya sendiri dan orang lain dikembangkan melalui pengalaman hidup yang nyata.
d. Perkembangan Intelektual
Siswa belajar melalui interaksi langsung dengan lingkungan yang menawarkan kesempatan untuk menguatkan kembali konsep-konsep seperti warna, angka, bentuk dan ukuran. Pengembangan sebagai sumber belajar pada dasarnya adalah menjelaskan konsep-konsep tertentu secara alami.
Dibutuhkan persiapan untuk merancang dan melaksanakan sumber belajar. Tanpa persiapan belajar siswa tidak akan terkendali dngan baik senhingga akan berpengaruh terhadap terjadinya tujuan pendidikan yang diharapkan. Demikian beberapa hal yang berkaitan dengan dampak pemanfaatan terhadap aspek-aspek perkembangan siswa. Namun guru juga harus memiliki pengetahuan, kemampuan, dan keterampilan dalam mengembangkan pembelajaran siswa dengan memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajarnya.
Keberadaan sumber belajar sebagai sesuatu yang konkrit seperti peristiwa alam dapat terjadi baik secara langsung maupun tidak langsung dengan diri manusia. Kejadian yang ada berlangsung terkait dan berkesinambungan. Suatu sistem yang terjadi dapat menyebabkan terjadinya sistem yang lain. Dari setiap kejadian alam yang ada, dapat memunculkan pertanyaan – pertanyaan sebagai suatu permasalahan yang pada akhirnya dapat bermanfaat bagi manusia setelah mengalami verifikasi dan pengamatan. Oleh karena itu Pembelajaran memerlukan keterlibatan aktif para siswa.
Pembelajaran dalam pengembangan sumber belajar akan dapat membangun jiwa siswa untuk masa depan yang lebih baik (futuristik) ke arah peningkatan kualitas hidup sebagai anggota masyarakat. Yang perlu diperhatikan dalam pembelajaran antara lain :
a. Topik yang dipilih memunculkan ilmu pengetahuan yang telah dikenal dalam kurikulum, dan dititikberatkan pada keterkaitan hubungan dengan IPTEK,, ataupun masyarakat.
b. Hendaknya diberikan materi pengajaran yang dapat menyentuh rasa kepedulian tentang keberadaan IPTEK,, ataupun masyarakat sebagai satu kesatuan yang tidak terpisah.
c. Pemilihan materi pengajaran hendaklah yang dapat membawa siswa untuk menumbuhkan kepedulian siswa dan tanggung jawab mereka pada pemecahan masalah yang ada.
d. Pembuatan bahan evaluasi dengan menerapkan sesuai karakteristik yang ingin dicapai.

Kreatifitas merupakan potensi manusia yang dibawa sejak lahir Kreatifitas merupakan ciri yang membedakan manusia dengan ciptaan Tuhan yang lain yaitu kemampuan manusia untuk mencipta. Dalam buku bertajuk asli Isaac Newton karya James Gleick, diceritakan bahwa kejadian jatuhnya buah apel mengilhami Newton untuk menemukan hukum yang kemudian terkenal dengan nama "Hukum Gaya Berat (Gravitasi) Newton (1687)". (Rodiyat, 2007) Jadi, hanya karena kejatuhan buah apel, dengan cerdas Newton berhasil menciptakan teori gravitasi bumi. (Furqon, 2005). Begitu juga dengan Septi Peni Wulandari, melalui kreatifitas jari-jemarinya berhasil menemukan metode berhitung cepat yang dikenal dengan metode Jarimatika, (Nggermanto, 2009). Hasil kreatifitas manusia tersebut untuk memakmurkan kehidupan manusia dari mengoptimalkan potensi kreatifitasnya. Guru sebagai perancang dalam pembelajaran mempunyai peran yang strategis untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
Upaya mengembangkan pembelajaran amat penting dilakukan untuk sumber belajar. Dalam usaha meningkatkan kualitas proses pembelajaran dan hasil pembelajaran, atau hal yang sudah pasti kebenarannya, yaitu bahwa siswa harus banyak berinteraksi dengan sumber belajar. Tanpa sumber belajar yang memadai sulit diharapkan dapat diwujudkan proses pembelajaran yang mengarah kepada tercapainya hasil belajar yang optimal. Dengan demikian penggunaan aneka sumber belajar dalam kegiatan pembelajaran mempunyai arti yang sangat penting. Selain melengkapi, memilihara, dan memperkaya proses pembelajaran sumber belajar berkedudukan untuk meningkatkan kegiatan akademik siswa.
Dengan dimanfaatkannya sumber belajar secara optimal, pemahaman tidak akan terbatas pada apa yang diperolehnya melalui kegiatan tatap muka tetapi akan mampu menggali berbagai jenis ilmu pengetahuan terutama yang sesuai dengan bidang keahliannya, sehingga pengetahuannya senantiasa up to date dan mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang senantiasa berubah. Belajar tidak hanya terbatas menggunakan sumber belajar yang berupa bahan-bahan cetakan saja seperti buku yang hanya menekankan dimensi visual, tetapi lebih dari itu. Proses belajar dapat meliputi pemanfaatan semua indra kita secara total dan terpadu. Buku hanya sebagian dari sarana pembawa pesan kepada kita untuk kita pelajari karena masih banyak lagi sumber-sumber lain yang dapat dimanfaatkan dalam rangka meningkatkan kualitas proses pembelajaran, misalnya audio, video, slide suara, overhead projector, internet, CD-Rom dan lain-lain.
Untuk dapat berkompetisi dalam perkembangan yang semakin kompleks, tidak cukup hanya menggunakan pengetahuan dan alat dalam domain yang tunggal. Hal ini sejalan dengan apa yang dinyatakan oleh Lynton (1989) harus belajar untuk menggunakan dalam domain dan situasi yang baru dan berbeda. Orang harus kreatif dan merupakan pemecah masalah yang fleksibel. Untuk ini dibutuhkan kemampuan untuk memanfaatkan pengetahuan dan pengalaman dalam menentukan jenis permasalahan. Konsekuensinya adalah harus belajar berpikir kritis, menganalisa dan mensintesa informasi, teknik memecahkan masalah social, ekonomi, politik dan ilmu pengetahuan. Demikian juga bekerja secara produktif dalam kelompok adalah merupakan keterampilan krusial untuk berhasil dan penuh partisipasi pada masyarakat modern dan kompetitif.
Peranan pokok sumber belajar dalam proses pembelajaran adalah “mentransmisi” rangsangan atau informasi kepada siswa. Ungkapan “transmisi” dalam konteks ini punya dimensi banyak dan dapat dikaitkan dengan pertanyaan-pertanyaan ini amat berguna sebagai alat bantu mengorganisasi dimensi sumber belajar. Klasifikasi manapun yang dipilih dapat dipakai sebagai penuntun dalam menetapkan strategi penyampaian pembelajaran. Sebenarnya ada dua variable yang mempengaruhi pemilihan strategi penyampaian pembelajaran, yaitu karakteristik bidang studi dan tersedia tidaknya sumber belajar. Karakteristik bidang studi perlu menjadi pertimbangan khusus ketika memilih media pembelajaran yang akan digunakan menyampaikan pembelajaran. Terutama dikaitkan dengan tingkat kecermatan suatu media dalam menyampaikan pembelajaran, kemampuan khusus yang dimiliki oleh suatu media serta pengaruh motivasional yang mampu ditimbulkannya.
Sumber belajar yang dimanfaatkan (learning resources by utilization) adalah sumber belajar yang sudah tersedia dan tinggal dimanfaatkan ini awalnya tidak dirancang secara sengaja untuk keperluan. Contoh yang sederhana misalnya buku-buku pelajaran, gambar dimajalah, berbagai model (tiruan) seperti hati, jantung, dan sebagainya adalah merupakan sumber belajar yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan belajar dan pembelajaran.
Guru harus memiliki kemampuan dalam mengembangankan sumber belajar antara lain dengan :
a. Menggunakan, mengenalkan dan menyajikan sumber belajar
b. Menjelaskan peranan berbagai sumber belajar dalam pembelajaran
c. Menugaskan siswa menggunakan sumber belajar dalam bentuk tingkah laku
d. Mencari sendiri, dan memilih bahan sesuai dengan prinsip dan teori belajar
e. Menilai, merencanakan dan mengembangkan kegiatan penggunaan sumber belajar yang efektif.
Selain itu, guru perlu mengetahui proses belajar mengajar, sifat masing-masing sumber belajar, dan bagaimana cara memperolehnya. Inilah yang menunjukan bagaimana kreatifitas guru dalam pembelajaran untuk mengembangkan sumber belajar sehingga kualitas pembelajaran dapat tercapai.

C. Penutup
AECT (1977) mendefinisikan sumber belajar adalah meliputi semua sumber (data, orang, bahan dan alat) yang dapat digunakan oleh siswa dalam belajar baik secara terpisah maupun secara terkombinasi sehingga mempermudah siswa dalam mencapai tujuan belajarnya. Komponen sumber belajar menjadi 6 (enam) macam: pesan (message), manusia (people), bahan (materials), peralatan (device), teknik/metode (tecnique), Lingkungan (setting). AECT juga membedakan sumber belajar menjadi dua jenis, yakni: a) sumber belajar yang direncanakan (by design), yaitu semua sumber yang secara khusus telah dikembangkan sebagai “komponen system instruksional” untuk memberikan fasilitas belajar yang terarah dan bersifat formal, b) sumber belajar yang dimanfaatkan (by utilization).
Pembelajaran yang selama ini belum mengoptimalkan pemanfaatan sumber belajar yang ada. Padahal sumber belajar itu ada disekitar sekolah, guru, dan siswa. Menunjukan bahwa hal ini guru belum memiliki kreatifitas dalam memanfaatkan sumber belajar yang ada untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Sumber belajar yang dapat digunakan oleh guru dan siswa dalam bentuk gabungan, meliputi pesan, orang, materi, bahan, teknik dan latar. Suatu tantangan bagi guru untuk meningkatkan kreatifitasnya dengan memanfaatkan sumber belajar yang ada sehingga kualitas pembelajaran dapat tercapai. Pengembangan sumber belajar ini tentu dibutuhkan kreatifitas guru dengan mencari alternatif-alternatif sumber belajar yang selama ini yang belum digunakan dengan menggunakan kriteria : ekonomis, praktis, mudah, dekat, fleksibel, dan sesuai dengan tujuan:
Pemahaman untuk merencanakan, mengelola, melaksanakan, memanfaatkan dan mengevaluasi dibutuhkan guru sebagai guru kreatif. Sumber belajar yang melimpah disekitar kehidupan menunjukan bahwa ini menjadi suatu bagian penting yang harus dioptimalkan. Pembelajaran lebih bermakna dan menyenangkan apa yang ada disekitar siswa untuk menjadi pengalaman dalam belajarnya.
Kreatifitas guru yang harus dimiliki dalam mengembangkan sumber belajar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran antara lain : Menggunakan, mengenalkan dan menyajikan sumber belajar. Menjelaskan peranan berbagai sumber belajar dalam pembelajaran. Menugaskan siswa menggunakan sumber belajar dalam bentuk tingkah laku. Mencari sendiri, dan memilih bahan sesuai dengan prinsip dan teori belajar. Menilai, merencanakan dan mengembangkan kegiatan penggunaan sumber belajar yang efektif.
Selain itu dibutuhkan kerjasama oleh pihak sekolah, guru, siswa untuk merancang, mengelola, memanfaatkan, pengembangan dan mengevaluasi kegiatan pembelajaran dengan mengoptimlkan sumber belajar ini.

Dafatar Pustaka
AECT.,1977. Defenisi Teknologi Pendidikan. Jakarta: Rajawali
Allison, L. & Hammond, N. 1990. Learning support environment: Rational and evaluation. Computer in Education 15(1) 37- 43.
Berrymen, S.E. 1991. Designing Effective Learning Environment: Cognitive Apperenticeship Models. Eric Document 337 689, 1-5.
Bigge, Morris L. 1982. Learning Theories for Teachers. New York: Harper & Row
Clark, R .E. 1994. Media Will Never Influence Learning. Educational Technology Research and Development 42(2), 13- 25.
Degeng Nyoman Sudana., 1990. Design Pembelajaran: Teori ke Terapan. Malang: PPs IKIP Malang.
Dewi Padmo, dkk., 2003. Teknologi Pembelajaran: Upaya Peningkatan Kualitas Dan Produktivitas Sumber Daya Manusia. Jakarta: Universitas Terbuka
Gafur A. 1986. Desain Instruktional. Solo: Tiga Serangkai
Gagne, Robert M, and Leslie J. Briggs, and Walter W Warge. 1992. Prenciples of Instructional Design, (4thed) Fort Worth, Tx: Hobcourt brace Ivanovich.
Gerlach, Vernon S. and Donal P. Ely. 1971. Teaching and Media: A Systematic Approach. Englewood Cliffs, New Jersey: prentice- Hall.
Gleick, James. 2006. Misteri Apel Newton; Kisah Pergulatan Seorang Isaac Newto. Diterjemahkan oleh Bogie Soedjatmiko, Bandung: Nizam
Hamilton, Donald L. (2002 The MIND of Mankind: Human Imagination, the source of Mankind's amazing power http://novan.com/imagine.htm, diakses tgl12 Februari 2009
Heinich, R., M.Molenda, J.D. Russels dan S.E Smaldino. 1996. Instructional Media and Technologies for Learning. Englewood Cliffs, New Jersey : Merril an imprint of Prentice Hall.
Jonassen, D. H. 1994. Thinking Technology: Toward A Constructivist Design Model. Educational Technology 34(3), 34 – 37.
Joyce, Bruce R., dan Marsha Weil. 1996. Models of Teaching. Boston: Allyn and Bacon
Miarso, Yusufhadi. 2004. Menyemai Benih Teknologi Pendidikan. Jakarta: Prenada Media.
Oemar Hamalik. 1986. Media Pendidikan. Bandung : Alumni
Rawlinson, JG. 1979. Berpikir Kreatif & Brainstorming. Jakarta: Erlangga
Reigeluth, C.M. 1983. Instructional Design Theories and Models: An Overview of Their Current Status. Hillsdale, New Jersey: Lawrence Erlbaum Associates.
Sadiman, Arief S 1998. Perpustakaan sebagai Pusat Sumber Belajar, dalam Buku Dinamika Informasi dalam Era Global. Bandung : Ikatan Pustakawan Indonesia, Jawa Barat : PT.Remaja Rosdakarya.
Seel B. Barbara. 1995. Instructional Design Fundamentals. Englewood Cliff, New Jersey: Educational Technology Publications.
Sudrajat, Akhmad. 2008. Sumber Belajar http://akhmadsudrajat.wordpress.com /2008/04/15/ Diakses tanggal 12 Februari 2009
Suparman, Atwi. Desain Intruksional. Jakarta: PAU universitas Terbuka, 1993
Suthadhi. 1981. Pemanfaatan Alam Sekitar sebagai Sumber Belajar Anak Analisis Pendidikan. Jakarta : Depdikbud.
West Charles K., Farmer James A., and Wolff Philip M., 1991. Instructional Design: Implications From Cognitive Science. Boston: Allyn and Bacon, Inc.





Biodata


Nama : Sofyanto, S.Pd
Tempat/Tgl Lahir : Stabat Lama/22 Mei 1983
Jenis Kelamin : Laki-laki
Alamat Rumah : Jl. Tangkul Gg. Rukun No. 23 - J Kelurahan Indra Kasih
Medan Tembung, 20221
Nomor Telp/HP : 081362244301
Pekerjaan : Guru Geografi SMA Harapan 2 Medan
Alamat Sekolah : Jl. H.M. Djoni No. 70 A Medan
Nomor Telp : 061 - 7366804
Email : sofyan_line@yahoo.com
Asal IPTPI : Sumatera Utara
Alamat : Lt. II Gd. Pascasarjana Unimed
Jl. Williem Iskandar Pasar V Medan Estate, 20222
No. Telp : 061 - 77611345
Email : iptpi_sumut@yahoo.com

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Eagle Belt Buckles